PONOROGO – Di jantung Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tersembunyi sebuah permata yang berkilauan, sebuah oase ketenangan yang siap memanjakan jiwa dan raga. Dialah Telaga Ngebel, bukan sekadar danau biasa, melainkan sebuah surga tersembunyi yang memadukan legenda, mitos, dan keindahan alam yang masih alami. Jika Anda mencari destinasi wisata alam yang tenang, sejuk, namun tetap menawarkan berbagai hal menarik untuk dieksplorasi, maka Telaga Ngebel adalah jawabannya!
Terletak di Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Telaga Ngebel berada di ketinggian sekitar 730 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini memberikan keuntungan tersendiri, yaitu udara yang sejuk dan menyegarkan, terutama saat pagi atau sore hari. Jaraknya sekitar 22-24 kilometer dari pusat Kota Ponorogo, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 40-60 menit menggunakan sepeda motor atau mobil. Namun, perjalanan menuju Telaga Ngebel bukanlah sebuah siksaan, melainkan sebuah petualangan yang menyenangkan.
Selama perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan perbukitan hijau yang memanjakan mata, serta suasana pedesaan yang tenang dan damai. Suasana ini sangat cocok bagi Anda yang ingin melakukan healing tipis-tipis, menjauh sejenak dari hiruk pikuk kehidupan kota dan mencari ketenangan batin.
Telaga Ngebel bukan hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan cerita dan legenda. Konon, asal usul telaga ini berawal dari kisah seekor ular naga bernama Baru Klinting. Cerita ini telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat sekitar, dan masih diceritakan secara turun temurun hingga saat ini.
Dahulu kala, masyarakat di sekitar tempat ini diceritakan menemukan seekor ular besar yang kemudian mereka masak. Namun, sebelum dimasak, ular tersebut berubah menjadi seorang anak kecil yang ternyata adalah jelmaan dari naga Baru Klinting. Anak kecil tersebut kemudian membuat sayembara, yaitu siapa pun yang bisa mencabut centong nasi yang ditancapkannya ke tanah, boleh dianggap sebagai pemenang. Namun, tidak ada seorang pun yang berhasil mencabut centong tersebut, kecuali dirinya sendiri.
Begitu centong itu dicabut, keluarlah air yang sangat deras dan menenggelamkan seluruh desa. Dari peristiwa inilah kemudian terbentuk Telaga Ngebel. Cerita ini kemudian membuat masyarakat sekitar menghormati telaga tersebut dan menganggapnya sakral. Hingga kini, masih banyak ritual adat yang dilakukan di sekitar danau, termasuk upacara Larungan Telaga Ngebel setiap malam 1 Suro.
Telaga Ngebel bukan hanya luas, tetapi juga cukup dalam. Dahulu, kedalaman airnya bisa mencapai hampir 60 meter. Namun, karena proses alami seperti sedimentasi dan pendangkalan, sekarang kedalamannya diperkirakan sekitar 20-30 meter. Kedalaman ini masih tergolong aman untuk aktivitas wisata air seperti naik perahu atau bermain di pinggiran danau.
Telaga Ngebel memiliki luas sekitar 150 hektar dengan keliling mencapai 5 kilometer. Bayangkan, Anda dapat melakukan trekking santai mengelilingi danau sambil menikmati pemandangan hijau yang menenangkan. Di sekitarnya, terdapat hutan pinus yang rindang, kebun kopi yang menghijau, dan beberapa warung kecil yang menjual makanan khas Ponorogo seperti sate ayam dan nasi pecel.
Soal tiket masuk, Anda tidak perlu khawatir. Harga tiket Telaga Ngebel tahun 2025 masih sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp15.000 per orang. Terkadang, terdapat perbedaan tarif untuk akhir pekan atau libur nasional, tetapi selisihnya tidak terlalu besar. Untuk parkir kendaraan, biasanya dikenakan biaya tambahan sekitar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Baca Juga:
Warga Penggilingan Keluhkan Tumpukan Sampah: Bau dan Ganggu Lalin
Kawasan Telaga Ngebel buka setiap hari, dan beberapa area bahkan dapat diakses selama 24 jam. Namun, jika Anda ingin menikmati suasana terbaik, disarankan untuk datang antara pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, karena pada jam tersebut semua fasilitas dan wahana sudah beroperasi.
Telaga Ngebel menawarkan berbagai objek wisata menarik yang dapat Anda nikmati. Anda dapat berkeliling danau menggunakan perahu kecil atau speed boat. Harga sewanya bervariasi, mulai dari Rp75.000 hingga Rp160.000 per kapal, tergantung pada rute dan durasi. Anda juga dapat menikmati sunset yang indah di Telaga Ngebel. Langit yang berubah warna keemasan dan pantulan sinarnya di permukaan air akan menciptakan pemandangan yang super romantis.
Selain itu, Telaga Ngebel juga memiliki banyak spot foto instagramable yang dapat Anda manfaatkan. Mulai dari tepi danau yang dikelilingi pepohonan pinus, hingga dermaga kecil tempat perahu bersandar. Jika cuaca sedang cerah, refleksi airnya dapat terlihat seperti cermin, sehingga hasil fotonya akan dijamin aesthetic banget.
Setelah puas berkeliling dan berfoto-foto, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas Ponorogo yang dijual di sekitar telaga. Terdapat sate ayam Ponorogo yang legendaris, tempe goreng hangat, hingga kopi tubruk khas pegunungan. Semua hidangan ini akan terasa semakin nikmat jika disantap dengan pemandangan danau di depan mata.
Jika Anda ingin menikmati suasana malam di Telaga Ngebel, tersedia penginapan dan homestay di sekitar telaga. Jika Anda lebih suka suasana yang alami, Anda juga dapat camping di area tertentu yang sudah disediakan. Udara malam di Telaga Ngebel sangat sejuk, bahkan cenderung dingin, jadi pastikan Anda membawa jaket tebal.
Telaga Ngebel juga terkenal dengan berbagai mitos dan kepercayaan lokal yang menarik. Beberapa mitos tersebut bahkan dapat membuat bulu kuduk Anda merinding. Salah satu mitos yang terkenal adalah larangan meludah sembarangan di sekitar telaga. Warga percaya bahwa orang yang meludah sembarangan di sekitar telaga dapat mengalami kesialan atau tidak selamat sampai rumah.
Setiap malam 1 Suro (tahun baru Jawa), masyarakat Ponorogo menggelar ritual Larungan dengan melarung kepala kerbau dan sesaji ke tengah telaga. Tujuan dari ritual ini adalah sebagai bentuk syukur kepada alam dan menjaga keseimbangan antara manusia dan makhluk lain yang tak kasat mata. Terlepas dari percaya atau tidak, mitos dan ritual tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Telaga Ngebel.
Telaga Ngebel bukan hanya cantik secara visual, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang kental. Tempat ini adalah perpaduan antara keindahan alam, sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang membuatnya unik dan istimewa.
Baca Juga:
Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu
Dengan tiket masuk yang murah, suasana pegunungan yang sejuk, serta cerita rakyat yang menarik, Telaga Ngebel sangat cocok bagi Anda yang ingin liburan santai namun tetap berkesan.









