Menu

Mode Gelap

Blog · 6 Des 2025 00:11 WIB

4 Cara Menjernihkan Minyak Goreng Kotor dengan Bahan Dapur


 4 Cara Menjernihkan Minyak Goreng Kotor dengan Bahan Dapur Perbesar

PROLOGMEDIA – Minyak goreng bekas yang sudah tampak keruh, gelap atau berbau tak sedap kerap membuat kita malas untuk menggunakannya kembali — bahkan langsung membuangnya begitu saja. Padahal, dengan sedikit perhatian dan bahan dapur sederhana, minyak ini bisa dijernihkan kembali sehingga layak dipakai ulang. Berikut empat metode praktis yang bisa kamu coba di rumah untuk mengembalikan kejernihan minyak goreng bekas.

 

 

 

Setelah proses menggoreng selesai, minyak seringkali menyimpan sisa makanan, remah-remah tepung, bumbu, atau partikel yang terbakar — terutama kalau kamu menggoreng makanan berbalut tepung atau berempah. Partikel-partikel kecil ini, jika tetap berada di dalam minyak, menyebabkan warna minyak menjadi keruh, agak gelap, bahkan kadang berasa tengik. Hal ini membuat minyak terasa berat, tidak sedap, dan sering dianggap tak layak pakai.

 

Tapi kamu tak harus buru-buru membuang minyak tersebut. Terapkan salah satu dari empat cara berikut ini — sebagian bahkan bisa dilakukan dengan bahan dapur yang hampir selalu tersedia.

 

1. Disaring dengan kain/penyaring halus

 

Langkah paling sederhana dan sering terlupakan: biarkan minyak bekas itu dingin terlebih dahulu, lalu tuang secara perlahan ke wadah bersih menggunakan kain kasa tipis, saringan halus, penyaring kopi kertas, atau bahkan tisu dapur. Cara ini membantu memisahkan potongan remah makanan atau kerak yang tersisa di dasar wajan atau panci. Setelah disaring dengan benar, minyak biasanya langsung terlihat lebih jernih.

 

Dengan cara ini, kamu telah membuang sebagian besar kontaminan fisik — hal pertama yang menyebabkan minyak tampak kotor dan mudah gosong saat dipakai ulang. Sebelum melakukan penyaringan, pastikan minyak sudah mendingin agar tidak berbahaya saat dituang.

 

2. Tambahkan larutan tepung (maizena)

 

Cara ini sedikit lebih “aktif” dalam menjernihkan minyak, cocok jika saringan saja belum cukup. Larutkan sekitar 85 gram tepung maizena dengan sekitar 250 ml air dalam mangkuk sampai rata. Tuangkan larutan ke minyak bekas yang sudah berada di atas wajan — saat minyak dalam kondisi panas sedang, tapi tidak terlalu panas, lalu aduk perlahan.

 

Saat dipanaskan, campuran tepung dan minyak akan menggumpal, menarik partikel-partikel kotoran serta residu di dalam minyak. Setelah menggumpal, angkat gumpalan tersebut dan saring minyak — hasilnya minyak menjadi lebih jernih, bersih dari kotoran halus, dan lebih layak digunakan kembali.

 

Metode ini cukup efektif untuk minyak yang warnanya sudah agak keruh atau sedikit kental, dan cocok untuk memperpanjang masa pakai minyak bekas dengan biaya minimal.

 

3. Gunakan nasi kepal sebagai penyerap kotoran

Baca Juga:
Hati-hati Menyimpan Makanan di Plastik, Ini 5 Jenis yang Sebaiknya Dihindari

 

Alternatif lain yang sangat sederhana: ambil segenggam nasi putih, lalu kepal kuat-kuat agar berbentuk padat. Setelah itu, masukkan nasi kepal ke dalam minyak bekas ketika panas — aduk atau bolak-balikkan nasi perlahan, lalu tekan perlahan agar nasi bisa menarik remah-rehmah atau kotoran dari minyak. Setelah itu, angkat nasi kepal, dan minyak pun bisa kembali lebih jernih.

 

Tekstur nasi yang lengket dan kepalan yang padat membantu menarik partikel kecil yang masih tersisa — ideal kalau kamu ingin cara yang sangat mudah dan tidak membutuhkan bahan khusus. Metode ini juga sering dianggap sebagai “solusi hemat dapur” karena hanya butuh nasi yang pasti tersedia.

 

4. Tambahkan potongan lemon saat minyak panas

 

Jika minyak bekas sudah agak gelap, berbau, atau terasa “berat”, kamu bisa memanfaatkan asam alami dari lemon. Caranya: panaskan minyak bekas, lalu masukkan potongan kecil lemon ke dalam minyak. Partikel hitam dan residu biasanya akan menempel pada kulit lemon. Setelah beberapa saat, angkat lemon dan saring minyak. Minyak pun bisa kembali lebih bersih dan segar.

 

Lemon tidak hanya membantu menjernihkan minyak dari kotoran halus, tapi juga bisa membantu mengurangi bau tengik atau aroma tidak sedap — terutama jika minyak bekas digunakan untuk menggoreng makanan beraroma kuat seperti ikan atau rempah.

 

 

 

Ketika kamu berhasil menjernihkan minyak dan mempertimbangkan untuk menggunakannya kembali, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan:

 

Sebaiknya minyak bekas hanya dipakai ulang maksimal 2–3 kali, tergantung kondisi setelah dibersihkan (warna, bau, tekstur). Jika minyak sudah sangat gelap, berbau tengik, berasap berlebihan saat dipanaskan, atau terasa lengket — lebih baik dibuang.

 

Setelah dibersihkan, simpan minyak di wadah kedap udara, idealnya dari kaca atau stainless steel, dan jauhkan dari sinar matahari langsung serta sumber panas — agar kualitas minyak tidak cepat rusak.

 

Jangan mencampur minyak bekas dengan minyak baru untuk penyimpanan — karena bisa mempercepat degradasi dan menurunkan kualitas kalau salah satu minyak sudah tercemar.

 

 

Baca Juga:
Sumatera Utara Jadi Primadona Wisata: Jutaan Turis Terpesona Keindahan Alam dan Budaya!

Dengan langkah-langkah sederhana ini, minyak goreng bekas yang tadinya dianggap “tak berguna” bisa kembali mendapat kesempatan hidup — lebih hemat, lebih ramah lingkungan, dan membantu mengurangi limbah dapur. Namun, penting diingat: selalu perhatikan kondisi minyak sebelum digunakan, dan jangan ragu membuangnya jika khawatir terhadap kualitas atau kesehatan.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog