Menu

Mode Gelap

Kuliner · 14 Des 2025 20:36 WIB

5 Cara Efektif Menghilangkan Bau Tanah pada Ikan agar Masakan Lebih Lezat


 5 Cara Efektif Menghilangkan Bau Tanah pada Ikan agar Masakan Lebih Lezat Perbesar

PROLOGMEDIA – Ikan air tawar adalah salah satu bahan makanan yang paling digemari di banyak dapur rumah. Di berbagai daerah, dari Sumatera hingga Papua, ikan seperti patin, mujair, lele, atau gabus hadir dalam berbagai menu keluarga. Dari pepes yang harum hingga gulai yang pedas dan hangat, ikan air tawar selalu bisa memanjakan lidah. Namun, di balik kelezatannya, ada satu masalah klasik yang kerap mengusik pengalaman memasak: bau tanah atau bau lumpur yang melekat pada daging ikan. Bau ini bukan sekadar anggapan semata, melainkan fenomena yang memang nyata terjadi pada ikan yang hidup di perairan tawar. Senyawa alami seperti geosmin dan 2-methylisoborneol (MIB) yang terdapat di lingkungan perairan dan sedap diserap oleh ikanlah yang menjadi pemicu bau khas tersebut.

 

Bau tanah ini sering kali membuat para juru masak rumahan merasa frustrasi. Bayangkan sudah menyiapkan semua bahan dengan cermat, namun saat ikan mulai diolah, aroma lumpur yang kuat menyeruak dari dagingnya — bahkan sebelum bumbu yang semerbak ditambahkan. Aroma ini bisa memengaruhi rasa akhir masakan dan membuat selera makan menurun.

 

Namun, bagi pecinta kuliner yang tidak ingin menyerah pada hal sekecil bau lumpur, ada kabar baik: bau tanah pada ikan bisa diatasi dengan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan di dapur sendiri. Kuncinya adalah penanganan ikan sejak pertama kali dibersihkan hingga saat persiapan memasaknya. Dengan cara yang tepat, aroma tidak sedap itu dapat dihilangkan — atau setidaknya dikurangi secara signifikan — sehingga hidangan ikan yang dihasilkan tetap nikmat dan menggugah selera.

 

Salah satu langkah awal yang paling penting adalah membersihkan ikan hingga benar-benar bersih. Tidak cukup hanya mencuci permukaannya sebentar, proses pembersihan harus dilakukan dengan sangat teliti. Semua bagian yang bisa menjadi sumber bau, seperti sisik, insang, dan seluruh isi perut, perlu dibuang secara hati-hati. Sering kali, bau yang kuat berasal dari kotoran di dalam tubuh ikan, terutama jika bagian empedu tidak sengaja pecah. Empedu yang pecah akan mengeluarkan cairan pahit yang tidak hanya memburuk aroma ikan tetapi juga dapat memengaruhi rasa dagingnya. Oleh sebab itu, saat membersihkan ikan, pastikan semua selaput hitam, lendir, darah, dan kotoran di dalamnya tersingkir, kemudian bilas di bawah aliran air mengalir hingga benar-benar bersih.

 

Langkah berikutnya adalah merendam ikan dalam bahan yang bersifat asam. Bahan seperti air perasan jeruk nipis atau lemon memiliki kandungan asam sitrat yang efektif menetralkan senyawa penyebab bau. Lumuri ikan yang sudah bersih dengan perasan jeruk secara merata, pastikan semua bagian terkena larutan tersebut, lalu diamkan selama sekitar 10 hingga 30 menit. Selama proses ini, asam sitrat bekerja menetralkan geosmin dan MIB sehingga aromanya berkurang drastis. Selain jeruk, cuka putih juga dapat digunakan sebagai larutan perendaman yang ampuh. Campurkan cuka dengan sedikit air kemudian rendam ikan di dalamnya. Setelah lama perendaman selesai, ikan harus dibilas kembali dengan air bersih agar sisa asam tidak tertinggal dan tidak memengaruhi rasa masakan nanti.

Baca Juga:
Lexus vs Century: Duel Brand Mewah Toyota Dimulai! Siapa Pemenangnya?

 

Selain asam, garam dapur juga memainkan peran penting dalam upaya menghilangkan bau tanah. Garam bukan hanya bumbu, tetapi juga agen yang membantu mengikat senyawa bau dan mengeluarkannya dari permukaan ikan. Setelah ikan dibersihkan dan dibilas, lumuri seluruh tubuh ikan dengan garam secara merata. Diamkan selama beberapa menit hingga satu jam, tergantung pada seberapa kuat bau yang menempel. Dalam proses ini, garam bekerja menarik keluar lendir dan bau lewat osmosis alami. Meski efektif, penting menjaga agar garam tidak terlalu banyak meresap ke dalam daging, karena ini bisa membuat ikan terasa terlalu asin saat dimasak.

 

Setelah penggunaan garam, jangan lupa untuk membilas ikan kembali di bawah air mengalir sampai semua garam terangkat. Jika langkah kedua dan ketiga dilakukan dengan benar, akan tampak jelas bahwa bau tanah perlahan memudar dan ikan pun siap menerima bumbu lainnya.

 

Namun, bagi mereka yang ingin lebih dari sekadar menghilangkan bau dan sekaligus memberikan aroma khas pada hidangan, strategi marinasi dengan rempah menjadi pilihan menarik. Bumbu dan rempah-rempah tradisional Indonesia seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan ketumbar memiliki aroma kuat yang tidak hanya menutupi bau tanah, tetapi juga memperkaya profil rasa ikan. Campurkan semua bumbu ini menjadi pasta halus lalu lumuri ke seluruh permukaan ikan. Biarkan ikan meresap bumbu selama 15 hingga 30 menit sebelum dimasak. Selain rempah, beberapa bahan lain seperti susu cair atau buttermilk juga bisa dipakai sebagai media rendaman. Protein dalam susu dikenal mampu mengikat senyawa bau sehingga memberikan manfaat ganda: mengurangi bau lumpur sekaligus membuat daging ikan terasa lebih lembut dan gurih. Bahkan baking soda, bila digunakan dengan benar, dapat membantu menetralkan bau serta membuat tekstur ikan lebih empuk.

 

Langkah terakhir yang tak kalah menarik adalah teknik pemberokan ikan. Ini adalah metode tradisional yang sering digunakan oleh sebagian nelayan atau koki rumahan yang membeli ikan hidup. Pemberokan adalah proses membiarkan ikan hidup beberapa hari dalam wadah berisi air bersih yang mengalir tanpa diberi pakan. Tujuan dari teknik ini adalah untuk memberikan waktu bagi ikan untuk membersihkan tubuhnya sendiri secara alami dari senyawa penyebab bau. Selama periode ini, metabolisme ikan bekerja mengurangi kadar lemak dan protein yang mengikat geosmin dan MIB, sehingga saat diolah, ikan tidak lagi memiliki bau lumpur yang kuat. Metode ini memerlukan waktu dan kesabaran, tetapi sering dianggap sebagai cara paling alami dan efektif untuk mendapatkan ikan yang benar-benar bebas bau tanah.

 

Baca Juga:
Seragam Baru, Semangat Baru! Tinawati Andra Soni Luncurkan Seragam Ungu Posyandu: Simbol Kebanggaan dan Pemberdayaan!

Dengan menggabungkan semua langkah ini — dari pembersihan teliti, perendaman dalam bahan asam, penggunaan garam, marinasi dengan rempah, hingga metode pemberokan — siapa pun bisa mengubah ikan air tawar yang tadinya beraroma tanah menjadi santapan lezat tanpa bau yang mengganggu. Tidak hanya memperbaiki kualitas hidangan, langkah-langkah ini juga memberikan pengalaman memasak yang lebih menyenangkan. Jadi, bagi pecinta kuliner yang selalu ingin menghadirkan makanan terbaik untuk keluarga, memahami dan menerapkan tips-tips ini bisa menjadi investasi penting dalam setiap penyajian ikan di meja makan. Dengan sedikit perhatian ekstra di dapur, aroma lumpur tidak lagi menjadi momok, dan kelezatan ikan air tawar pun bisa dinikmati sepenuhnya oleh siapapun yang mencicipinya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Kue Subuh Senen: Denyut Ekonomi dan Tradisi Kuliner Jakarta yang Tak Pernah Tidur

26 Desember 2025 - 19:57 WIB

Rahasia Singkong Goreng Merekah dan Empuk Tanpa Air Es

26 Desember 2025 - 19:08 WIB

Kreativitas Kuliner Nusantara: Ragam Camilan dan Olahan Unik dari Daun Pepaya

26 Desember 2025 - 18:24 WIB

Wajib Tahu, Ini Bagian Udang yang Aman Dimakan dan Sebaiknya Dihindari

25 Desember 2025 - 02:07 WIB

Waspada Saat Terbang, Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari di Pesawat

25 Desember 2025 - 01:52 WIB

Ayam Panggang Bumbu Pedas yang Meresap, Daging Empuk dan Juicy

23 Desember 2025 - 18:37 WIB

Trending di Kuliner