Menu

Mode Gelap

Wisata · 7 Des 2025 19:52 WIB

7 Desa Wisata di Sleman, Liburan Keluarga Seru di Pedesaan


 7 Desa Wisata di Sleman, Liburan Keluarga Seru di Pedesaan Perbesar

PROLOGMEDIA – Mari kita bayangkan sejenak — lepas dari riuhnya hiruk‑pikuk kota, menghirup udara sejuk pedesaan, merasakan kawanan pepohonan bergoyang, mendengar gemericik air sungai, dan berjalan di antara sawah atau kebun hijau. Di kabupaten yang tak jauh dari Yogyakarta — Sleman — ada sejumlah desa wisata yang menawarkan sensasi seperti itu, sekaligus pengalaman belajar dan rekreasi bagi seisi keluarga. Berikut tujuh desa wisata yang menarik untuk dijadikan tuan rumah liburan pedesaanmu, lengkap dengan ragam aktivitas, suasana, dan daya tariknya.

 

 

 

Desa‑desa Wisata dan Keunikan Masing‑masing

 

Desa Wisata Pulesari

 

Terletak di lereng Gunung Merapi bagian barat, Desa Wisata Pulesari menawarkan paduan antara alam liar dan budaya tradisional. Di sana terdapat delapan goa yang bisa dijelajahi — salah satunya dikenal sebagai “Goa Ular”, yang konon pernah dihuni ular besar.

 

Bagi keluarga yang suka petualangan, trekking di aliran sungai — Sungai Bedok, yang berhulu di Merapi — bisa jadi pilihan menarik. Airnya dingin dan jernih, suasana alamnya syahdu, cocok untuk melepas penat.

 

Tak hanya soal alam, Pulesari juga memungkinkan pengunjung menikmati tradisi dan kuliner khas — dari pertunjukan Tari Salak dan seni Kubro Siswo, hingga mencicipi hidangan lokal seperti sego megono, pepes nila, sego pecel, serta kolak salak yang khas.

 

 

 

Desa Wisata Pentingsari

 

Sejak resmi dibuka pada 2008, Pentingsari berkembang pesat dan telah menuai sejumlah penghargaan — termasuk penghargaan sebagai “Desa Wisata Mandiri Inspiratif” pada 2021 dan “ASEAN Tourism Award Category Community Based Tourism” pada 2023.

 

Desa ini kaya akan budaya: di sana kamu dan keluarga bisa belajar memukul gamelan bersama pengajar berpengalaman, ikut kelas membuat wayang dari rumput, membatik, hingga belajar tari tradisional. Semua aktivitas ini bukan sekedar tontonan, tapi memberi pengalaman langsung turun ke budaya lokal.

 

Suasana alam di Pentingsari pun tak kalah memesona. Letaknya yang juga di lereng Merapi mendukung hamparan pepohonan hijau, rerumputan, dan udara yang terasa sejuk. Kombinasi budaya dan alam ini membuat Pentingsari cocok bagi keluarga yang ingin merasakan kedamaian sekaligus edukasi budaya.

 

 

 

Desa Wisata Nganggring

 

Di daerah Kecamatan Turi, Desa Wisata Nganggring menawarkan pengalaman berbeda: suasana peternakan kambing dan perkebunan salak pondoh — ikon khas Sleman.

 

Anak‑anak (dan orang dewasa) bisa belajar cara memerah susu kambing PE (Peranakan Etawa), memberi makan kambing, merawat anak kambing, bahkan ikut proses pembuatan pupuk organik dari limbah peternakan—cara yang menyenangkan sekaligus edukatif untuk mengenalkan alam dan hewan.

 

Setelah peternakan, ada kebun salak pondoh di mana kamu bisa memetik buah secara langsung — dan tentu saja mencicipinya. Salak pondoh khas Sleman ini kecil tapi manis, dan memetiknya sendiri memberikan sensasi berbeda, serta cerita seru untuk anak.

 

Untuk pengalaman seperti ini, Nganggring menawarkan paket edukasi: misalnya paket peternakan, dengan biaya terjangkau — ideal sebagai rekreasi ramah keluarga.

 

 

 

Desa Wisata Plosokuning

 

Masih di kaki Merapi, Plosokuning punya daya tarik khas: tempat bernama Kedung Kuning yang menawarkan ragam permainan tradisional dan alam — dari egrang, air mancur, sampai rakit getek bambu. Aktivitas ini cocok untuk anak‑anak maupun keluarga yang ingin seru‑seruan sederhana bersama.

 

Di Plosokuning, pengunjung juga diajak belajar membuat janur, membatik, memainkan gamelan, atau menyusuri sungai. Menariknya, banyak aktivitas ini bisa diikuti dengan biaya sangat terjangkau — mulai dari Rp 5.000 per orang (tentu dengan syarat minimal peserta), sehingga cocok untuk liburan hemat.

 

Dengan pemandangan kebun salak dan suasana pedesaan yang hijau, udara bersih, serta kegiatan santai, desa ini bisa jadi tempat refreshing yang menenangkan bagi keluarga yang butuh istirahat dari hiruk‑pikuk kota.

 

 

 

Desa Wisata Grogol

 

Berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, Desa Wisata Grogol di wilayah Margodadi, Seyegan — Sleman — menawarkan pengalaman pedesaan yang luas dan kaya aktivitas.

 

Keluarga bisa memilih dari beragam paket kegiatan: mulai dari membajak sawah — seolah merasakan kerja petani tradisional (dengan biaya sekitar Rp 65.000), menumbuk padi, memainkan gamelan, meracik jamu tradisional, membuat gerabah, hingga jemparingan. Kegiatan‑kegiatan ini bisa jadi pengalaman berkesan dan edukatif, terutama bagi anak‑anak kota yang jarang bersentuhan dengan pertanian.

Baca Juga:
Penembakan Hansip di Cakung: Aksi Heroik Berujung Tragedi, Polisi Tangkap Pelaku

 

Tak hanya aktivitas tradisional, pemandangan alam di sekitar Grogol juga memukau. Hamparan sawah hijau dengan latar Merapi, angin semilir, dan suasana pedesaan — hal‑hal ini sulit ditemukan di perkotaan. Liburan di sini memberi sensasi relaksasi sekaligus penghayatan sederhana pada alam.

 

Sebelum pulang, bisa juga membawa pulang oleh‑oleh khas: jajanan lokal seperti gethuk goreng, abon lele, atau jamu tradisional — cocok untuk kenang‑kenangan sekaligus memberi cita rasa pedesaan ke keluarga di rumah.

 

 

 

Desa Wisata Brayut

 

Kalau kamu ingin merasakan kehidupan pertanian secara utuh, Desa Wisata Brayut bisa jadi pilihan. Di sini, wisata berbasis pertanian — seperti menanam padi, membajak sawah, dan memanen — menjadi fokus utama. Keluarga bisa ikut merasakan bagaimana susah‑senang petani tradisional, secara langsung.

 

Selain itu, Brayut juga menyuguhkan unsur kebudayaan — pengunjung bisa mencoba karawitan, membatik, membuat kerajinan janur, dan menikmati pertunjukan seni tradisional seperti jathilan. Kombinasi antara pertanian dan budaya ini cocok untuk keluarga yang ingin pengalaman belajar dan memperkenalkan tradisi ke anak.

 

Walau mungkin desa ini tidak menawarkan pemandangan super dramatis seperti kaki Merapi atau kebun salak yang luas, keunggulannya terletak pada paket edukasi pertanian dan budaya yang dijalankan dengan serius — cocok bagi keluarga yang ingin mengenal lebih dalam kehidupan pedesaan dan tradisi lokal.

 

 

 

Desa Wisata Kembang Arum

 

Terakhir, Desa Wisata Kembang Arum cocok bagi keluarga yang ingin membawa anak mengenal permainan tradisional dan merasakan suasana pedesaan yang santai. Di sini, pengunjung bisa mencoba permainan zaman dulu seperti egrang, dakon, ataupun gobak sodor — nostalgia yang jarang ditemui di kota.

 

Tak hanya permainan, Kembang Arum juga menawarkan edukasi pertanian dan budidaya salak — termasuk proses dari awal sampai hasil. Jadi, bukan sekadar piknik; pengunjung bisa belajar langsung tentang bagaimana buah salak dibudidayakan dan dipanen.

 

Bagi kamu yang ingin berjalan‑jalan sambil menikmati alam, desa ini juga menawarkan jalur trekking melewati sawah, sungai jernih, hingga area pendakian kecil — cocok sebagai akhir pekan yang menenangkan sekaligus menyenangkan.

 

 

 

Mengapa Desa Wisata Sleman Bisa Jadi Alternatif Liburan Keluarga yang Menarik

 

Liburan di desa wisata seperti ini bukan sekadar soal plesir — melainkan kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan merasakan hidup sederhana. Anak‑anak bisa belajar tentang pertanian, peternakan, budaya tradisional, dan kearifan lokal. Orang tua bisa menikmati ketenangan, mengenang masa kecil, atau sekadar melepas penat dari rutinitas kota.

 

Di Sleman sendiri, tercatat ada sekitar 80 desa wisata — terdiri dari berbagai tingkat, mulai dari desa wisata mandiri, desa wisata maju, hingga yang sedang dirintis. Artinya, ragam pilihan sangat banyak, dari yang siap dengan fasilitas lengkap hingga yang menawarkan pengalaman sederhana dan murni pedesaan.

 

Dengan sedikit usaha merencanakan — memilih desa sesuai preferensi (jalan kaki & trekking, peternakan & kebun, budaya & kerajinan, atau permainan tradisional) — liburan keluarga bisa jadi pengalaman berkesan yang berbeda dari wisata kota biasa.

 

 

 

Tips Agar Liburan di Desa Wisata Maksimal

 

Pilih desa sesuai minat: jika keluarga suka petualangan dan alam — pilih yang menawarkan trekking, goa, sungai atau kebun salak seperti Pulesari, Nganggring, atau Kembang Arum.

 

Untuk pengalaman budaya dan kearifan lokal — Pentingsari, Plosokuning, Brayut — cocok untuk mengenalkan anak pada gamelan, batik, kerajinan tangan, serta tradisi tradisional.

 

Bawa kamera, karena suasana pedesaan dengan sawah, gunung, dan alam hijau seringkali memberikan sinar dan pemandangan yang fotogenik.

 

Siapkan pakaian dan alas kaki yang nyaman — banyak kegiatan melibatkan alam, tanah, sungai, atau sawah.

 

Cicipi makanan lokal — banyak desa wisata menawarkan kuliner tradisional yang unik dan berbeda dari kota.

 

 

 

 

Baca Juga:
SEMAJA: Restoran Indonesia Modern yang Wajib Dikunjungi di Menteng!

Dengan semua pilihan dan ragam aktivitas ini, liburan ke pedesaan di Sleman bukan lagi sebatas “jalan‑jalan”, tapi bisa menjadi pengalaman menyeluruh: menyegarkan tubuh dan pikiran, memperkaya wawasan, mendekatkan keluarga, dan memberi anak pelajaran nyata tentang alam dan budaya. Selamat merencanakan — dan semoga liburanmu penuh cerita indah.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Alternatif Destinasi Liburan Tenang di Tengah Ramainya Nataru 2025

26 Desember 2025 - 19:35 WIB

Trending di Wisata