Menu

Mode Gelap

Kuliner · 24 Nov 2025 15:15 WIB

7 Kuliner Enak Dekat MRT Jakarta yang Mudah Dijangkau untuk Jajan Tanpa Ribet


 7 Kuliner Enak Dekat MRT Jakarta yang Mudah Dijangkau untuk Jajan Tanpa Ribet Perbesar

PROLOGMEDIA – Di tengah kesibukan kota Jakarta, stasiun-stasiun MRT ternyata bukan hanya sekadar tempat naik-turun kereta — di sekitarnya tersaji berbagai pilihan kuliner menggoda yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Mulai dari makanan rumahan Indonesia hingga hidangan internasional, ke tujuh tempat makan berikut cocok jadi destinasi santai untuk jajan praktis tanpa harus jauh-jauh meninggalkan jalur transportasi.

 

Hanya berjarak beberapa ratus meter dari stasiun MRT, setiap restoran punya karakter tersendiri yang akan memanjakan lidah sekaligus membuat perjalanan harian terasa lebih menyenangkan.

 

  • Tak jauh dari Stasiun MRT Blok M, di dalam Taman Literasi Martha Tiahahu, ada “Pasta by The Park”. Tempat ini menawarkan suasana santai dengan pilihan menu bergaya Barat — mulai dari pasta creamy hingga aglio olio yang lezat, ditambah sandwich dan dessert yang manis lembut. Menu andalannya masih bisa dinikmati tanpa menguras kantong, dengan harga mulai sekitar Rp 38.000. Lokasi yang hanya sekitar tiga menit berjalan kaki dari stasiun menjadikannya tempat ideal untuk makan santai sebelum atau sesudah bepergian.

 

  • Hanya beberapa langkah lebih jauh, di lingkungan Melawai dekat Blok M, berdiri RM Lokiin, sebuah rumah makan sederhana yang memancarkan hangatnya nostalgia hidangan rumahan. Di sini, lauk pauk sangat beragam: ada ayam goreng gurih, tumisan sayur segar, sambal pedas yang mengundang selera, dan berbagai olahan ikan. Semua ini bisa didapatkan dengan harga sangat terjangkau, mulai dari sekitar Rp 20.000 per porsi. Atmosfernya sederhana namun penuh cita rasa, terasa seperti makan di rumah nenek yang menyajikan makanan penuh kasih sayang.

 

  • Bagi pencinta cita rasa Tionghoa ringan, HAKA Dimsum adalah tempat yang wajib dikunjungi. Hanya dua menit jalan kaki dari Stasiun MRT Blok M, restoran ini menyajikan dimsum kukus dan goreng seperti siomay, hakau, mantau, hingga ceker pedas. Bila ingin sesuatu yang lebih mengenyangkan, tersedia juga bubur ayam dan mie kuah sebagai pendamping. Harganya sangat ramah — mulai dari sekitar Rp 15.000 per porsi — menjadikannya pilihan yang pas untuk camilan ringan maupun makan malam sederhana.

 

  • Jika kamu lebih tertarik pada rasa lokal khas Jakarta, Soto Jakarta Bang Madi adalah surga kuliner Betawi di dekat MRT Blok A. Menu sotonya menghadirkan kuah gurih kaya rempah, dan bisa dipilih versi bening atau santan sesuai selera. Dengan harga mulai sekitar Rp 25.000, soto ini menjadi pilihan praktis dan mengenyangkan, terutama untuk yang butuh asupan hangat sebelum melanjutkan perjalanan.

 

  • Tidak jauh dari situ, ada Warung Teteh, tempat sederhana dengan aroma khas Sunda yang kuat. Nasi liwet dibungkus daun pisang, dihidangkan dengan lauk ayam goreng, tahu-tempe, sambal terasi pedas, serta sayur lalapan segar. Semua bisa dinikmati dengan harga yang ramah kantong — lauk mulai dari sekitar Rp 25.000 — dan lokasi warung ini hanya sekitar 7 menit berjalan kaki dari MRT Blok A menuju arah Radio Dalam. Sensasi makan ala warung tradisional dengan sentuhan kehangatan ala kampung terasa kuat di sini.

 

  • Bagi kamu yang suka camilan manis atau sarapan santai, Roti Bakar Eddy adalah pilihan klasik yang tak boleh dilewatkan. Roti bakarnya dikenal dengan topping melimpah, mulai dari cokelat hingga keju dan kornet. Tempatnya cocok untuk momen santai, entah itu sarapan pagi, santap malam ringan, atau sekadar ngemil saat lapar di sela-sela perjalanan. Harga rata-rata menu di bawah Rp 50.000 menjadikannya pilihan terjangkau. Lokasinya juga strategis, sekitar 350 meter dari antara Stasiun MRT Asean dan Blok M, cukup dijangkau dengan berjalan kaki.

 

  • Jika ingin suasana makan bersama dalam nuansa ramai dan penuh kelezatan laut, Santiga Seafood Abeng adalah tempat yang tepat. Terletak dekat MRT Haji Nawi, hanya tiga menit penyusuran kaki dari stasiun, restoran ini menawarkan berbagai hidangan seafood yang kaya bumbu dan bersahabat dalam porsi. Menu-menu seperti cumi tumis, ikan bakar, udang saus Padang, hingga kepiting siap menggoyang lidah. Harganya relatif lebih tinggi dibandingkan tempat makan sebelumnya, sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 tergantung jenis pesanan — namun porsi besar dan rasa autentik membuatnya ideal untuk makan bareng teman atau keluarga.

 

Baca Juga:
Transformasi Singkong di Vietnam: Dari Tanaman Tradisional ke Rantai Nilai Berkelanjutan

 

Keberadaan ketujuh tempat makan ini di sekitar jalur MRT Jakarta bukan hanya soal kemudahan akses. Mereka juga mencerminkan keragaman kuliner ibu kota: dari pasta ala Eropa hingga hidangan rumahan autentik Indonesia, dari dimsum ringan hingga hidangan laut beraroma kuat. Pilihan lokal seperti soto Betawi dan nasi liwet Sunda membawa kenangan dan rasa tradisional, sementara spot seperti Roti Bakar Eddy menghadirkan nostalgia roti panggang khas jaman dulu.

 

Momen makan di tempat-tempat ini juga bisa jadi momen relaksasi. Bayangkan setelah turun dari MRT, hanya dengan beberapa menit berjalan kaki, kamu sudah duduk di sudut taman atau warung yang tenang, pesanan datang, dan kamu bisa menikmati santapan lezat tanpa harus stres tentang macet atau parkir. Sederhana, cepat, dan tentu saja nikmat — inilah definisi “jajan tanpa ribet” yang sebenarnya.

 

Bagi warga Jakarta atau pengunjung yang mempertimbangkan efisiensi waktu, spot-spot tersebut sangat ideal. Jika ingin makan santai, Pasta by The Park dan HAKA Dimsum bisa jadi pilihan santai atau untuk hangout. Untuk makan berat dan kenyang, RM Lokiin, Soto Jakarta Bang Madi, dan Warung Teteh menawarkan pilihan tradisional yang hangat dan mengenyangkan. Sedangkan untuk momen spesial atau berkumpul, Santiga Seafood Abeng menyediakan suasana restoran seafood yang ramai dan meriah.

 

Tidak hanya soal rasa, harga-harga yang ditawarkan juga cukup bersahabat untuk berbagai kalangan: dari pekerja kantoran yang butuh makan cepat, mahasiswa yang cari tempat santai tapi hemat, hingga keluarga yang ingin makan ramai di tempat yang tidak jauh dari transportasi publik. Itu menegaskan bahwa dalam lanskap kuliner Jakarta yang padat, akses melalui MRT membuka pintu ke pilihan kuliner berkualitas tanpa harus melewati kemacetan atau repot mencari tempat parkir.

 

Jadi, bagi siapa pun yang sering beraktivitas lewat jalur MRT – baik itu untuk bekerja, belajar, atau sekadar eksplorasi kota – menyisihkan waktu untuk jajan di tempat-tempat ini adalah cara cerdas untuk memaksimalkan perjalanan. Kamu bisa menggabungkan rutinitas harian dengan momen kuliner yang menyenangkan, dan menikmati ragam cita rasa Jakarta tanpa perlu keluar dari kenyamanan jalur MRT.

 

Baca Juga:
Dishub DKI Tambah Kapal Wisata ke Kepulauan Seribu untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Dengan demikian, MRT Jakarta tidak hanya menjadi sarana transportasi yang efisien, tetapi juga semacam jalur kuliner yang menghubungkan penggunanya dengan kelezatan kota. Setiap stasiun MRT menjadi titik temu antara mobilitas dan rasa — sebuah simfoni urban di mana perjalanan dan selera berpadu secara harmonis.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Kue Subuh Senen: Denyut Ekonomi dan Tradisi Kuliner Jakarta yang Tak Pernah Tidur

26 Desember 2025 - 19:57 WIB

Rahasia Singkong Goreng Merekah dan Empuk Tanpa Air Es

26 Desember 2025 - 19:08 WIB

Kreativitas Kuliner Nusantara: Ragam Camilan dan Olahan Unik dari Daun Pepaya

26 Desember 2025 - 18:24 WIB

Wajib Tahu, Ini Bagian Udang yang Aman Dimakan dan Sebaiknya Dihindari

25 Desember 2025 - 02:07 WIB

Waspada Saat Terbang, Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari di Pesawat

25 Desember 2025 - 01:52 WIB

Ayam Panggang Bumbu Pedas yang Meresap, Daging Empuk dan Juicy

23 Desember 2025 - 18:37 WIB

Trending di Kuliner