PROLOGMEDIA – Saat malam mulai menyelimuti Kota Sukabumi, sudut-sudut jalan tak hanya menjadi saksi sepinya lampu jalan — tetapi juga menjadi panggung penuh aroma kuliner khas yang menggoda. Dari minuman jahe hangat hingga sate bakar yang aromanya membumbung di udara, Sukabumi malam adalah surga bagi para pecinta kuliner jalanan. Bagi wisatawan maupun warga lokal yang mencari pengalaman “kuliner malam” otentik, kota ini menawarkan lebih dari sekadar makanan — ia menawarkan suasana yang hangat, ramah, dan sangat khas.
Salah satu ikon kuliner malam Sukabumi adalah Sekoteng Singapore, minuman tradisional yang dikenal sebagai penawar dingin dan penghangat jiwa di malam hari. Sekoteng disajikan dengan bahan rempah seperti jahe, kacang hijau, pacar cina, serta potongan roti tawar, menjadikannya kombo ideal untuk dinikmati saat udara kota terasa lebih sejuk. Di banyak referensi, Sekoteng Singapore menjadi tempat legendaris bagi warga Sukabumi yang ingin menghangatkan badan sekaligus berbincang santai di malam kota.
Bergerak dari minuman ke hidangan gurih, Sate Adem Ayem adalah salah satu tempat favorit di malam hari. Warung sate ini berada di Jalan Merdeka, tepat di depan Prima Centre, dan menyajikan sate ayam, kambing, dan sapi dengan bumbu kacang yang kaya cita rasa. Selain sate, tersedia juga olahan seperti sop kambing, tongseng, dan gule, yang semakin menguatkan reputasi warung ini sebagai tempat kuliner malam yang lengkap.
Tak jauh dari sana, suasana kaki lima di Sukabumi mulai riuh dengan aktivitas pedagang seafood di Seafood 97 Otista (Barata). Warung sederhana di pinggir jalan ini buka dari sore hingga larut malam dan menyuguhkan menu seperti ikan, udang, cumi, dan kerang. Makanan laut yang diolah segar dengan bumbu rumahan membuat tempat ini menjadi favorit bagi mereka yang ingin menikmati makanan berat setelah seharian beraktivitas.
Bagi pencinta mie, Mie Goreng Acoy adalah salah satu destinasi wajib saat gelap menjelang. Warung ini terkenal dengan mie goreng porsi besar dengan topping melimpah: mie goreng tulang, mie goreng pete, hingga bihun goreng tersedia. Rasanya cenderung manis kecap, dan porsi yang besar sangat cocok untuk makan kenyang di malam hari.
Tak lengkap rasanya menjelajah kuliner malam Sukabumi tanpa mencicipi Bandros Atta (atau Bandros Ata), semacam kue tepung beras tradisional yang dipanggang, dengan rasa gurih dan manis yang seimbang. Terbuat dari tepung beras, parutan kelapa, dan santan, bandros ini menjadi jajanan malam favorit banyak orang, terutama mereka yang mencari camilan ringan dan hangat. Lokasinya di Jalan Gudang nomor 4, Kebonjati, semakin mudah diakses dari pusat kota.
Memasuki sisi minuman ringan tradisional lainnya, Wedang Ronde Paradise muncul sebagai penutup malam yang nyaman. Wedang ronde ini diisi kacang hijau, pacar cina, kolang-kaling, jahe, dan gula merah. Hangatannya menyatu dengan rasa manis, menciptakan sensasi nyaman yang pas setelah menikmati hidangan beraroma rempah dan daging di tempat lain. Menurut beberapa rekomendasi kuliner malam, wedang ronde ini adalah penghangat tubuh sekaligus penenang pikiran.
Baca Juga:
Rahasia Kalori Keripik Pisang dan Cara Sehat Menikmatinya
Jika ingin menikmati suasana lebih santai dan agak “lesehan”, Angkringan Mas Kumis menjadi pilihan tepat. Berlokasi di Jalan Siliwangi, angkringan ini tidak hanya menawarkan suasana santai khas angkringan Jawa, tetapi juga berbagai menu kaki lima klasik. Meskipun sebagian menu mungkin sederhana, pengalaman duduk di bangku kayu sambil menunggu nasi kucing atau nasi uduk malam hari menciptakan kehangatan atmosfer yang sulit dilupakan.
Bagi penggemar sup dan kuah hangat, Bakso Mas Broto adalah salah satu pilihan favorit. Warung ini menyajikan bakso polos, bakso berisi, dan berbagai varian kuah segar yang cocok dinikmati dalam cuaca malam yang sejuk. Tambahan toge, jeruk purut, dan sambal memberikan rasa segar yang berpadu dengan kuah hangat, menjadikannya tempat makan malam yang sangat menghibur saat perut mulai keroncongan.
Selain itu, dalam jajaran kuliner malam Sukabumi, Sate Maranggi Cibungur juga patut disebut. Menurut berita-berita lokal, warung sate ini menawarkan daging maranggi dengan bumbu manis gurih, sangat cocok untuk santap santai di malam hari bersama keluarga atau teman, sambil menikmati angin malam Sukabumi.
Pengalaman kuliner malam di Sukabumi tidak hanya soal makanan, tetapi juga soal kebersamaan, nostalgia, dan kehangatan. Banyak tempat kuliner yang konon menjadi bagian dari rutinitas warga lokal — tempat nongkrong setelah pulang kerja, berbagi cerita sambil menyeruput sekoteng hangat, atau berbagi tawa sambil menyantap sate di warung pinggir jalan.
Keunikan kuliner malam Sukabumi juga tercermin dalam acara Culinary Night yang diadakan oleh Pemkot Sukabumi. Acara ini menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk mempromosikan makanan khas dan inovatif mereka, sekaligus sebagai ajang berkumpul warga dan wisatawan. Konsep ini menunjukkan bahwa kuliner malam bukan hanya soal makan, tetapi juga bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata kota.
Menjelajahi kuliner malam Sukabumi seperti membuka lembaran cerita panjang yang berpadu antara warisan tradisional dan semangat kekinian. Sekoteng Singapore menghangatkan di malam dingin, sate Adem Ayem memikat lidah dengan bumbu kacang klasik, sedangkan mie Acoy dan bandros Atta mengisi rasa kenyang dan nostalgia. Semua disajikan dalam latar jalanan yang sederhana tapi hidup — di bawah lampu penerang jalan, di trotoar sempit, atau gerobak kaki lima yang dibuka oleh pedagang gigih.
Wisata kuliner malam di Sukabumi tak hanya untuk para wisatawan. Bagi penduduk lokal, ini adalah bagian dari identitas kota — tempat berkumpul, berbagi kisah dan tawa lewat segenggam makanan dan secangkir hangat. Bagi pengunjung, ini adalah pengalaman mendalam untuk menyelami rasa sejati Sukabumi: ramah, menenangkan, dan penuh kelezatan.
Baca Juga:
Dari Rp 53 Miliar ke Ilmu Ikhlas: Transformasi Hidup Mongol Stres
Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan malam di Sukabumi, ambil waktu untuk merasakan suasana kuliner khas: dari sekoteng hingga sate, dari bakso hingga wedang ronde — semuanya menanti di sudut jalan, menunggu untuk dijelajahi dan dinikmati. Kuliner malam Sukabumi bukan hanya soal mengisi perut; ini soal menemukan kehangatan di setiap gigitan, dalam nuansa kota yang tenang namun penuh rasa.









