JAKARTA, 6 November 2025 – Sebuah peristiwa tak terduga menimpa sejumlah warga di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, ketika tanah di sekitar rumah mereka tiba-tiba amblas, menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan. Peristiwa ini menjadi sorotan utama, memicu respons cepat dari Pemerintah Kota Jakarta Timur untuk mengatasi dampak dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kejadian ini bermula ketika warga secara bergotong royong membangun pagar di sekitar rumah mereka. Namun, tanpa disadari, pembangunan pagar tersebut justru menjadi pemicu utama terjadinya tanah amblas. Permukaan tanah yang amblas ternyata merupakan penutup saluran air yang berada di gang atau jalan perbatasan antara rumah warga. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa bangunan pagar warga berada tepat di atas saluran air.
Sebelum kejadian tanah amblas, petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur sebenarnya telah mendatangi lokasi pada Sabtu, 1 November 2025, untuk melakukan pengecekan. Namun, saat itu belum terlihat tanda-tanda akan terjadinya amblas. Seiring berjalannya waktu, kondisi tanah di lokasi tersebut semakin memburuk, hingga akhirnya tembok rumah warga roboh pada Senin, 3 November 2025.
Menanggapi kejadian ini, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, dengan tegas meminta warga untuk tidak lagi membangun pagar di atas saluran air (drainase). Ia menjelaskan bahwa pembangunan tembok di atas saluran air menjadi penyebab utama terjadinya tanah amblas.
Oleh karena itu, tembok yang sebelumnya berdiri di atas saluran air harus dibongkar dan tidak boleh dibangun kembali di lokasi yang sama. Pembangunan pagar harus dilakukan di atas tanah milik warga sendiri untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur segera mengambil langkah-langkah perbaikan terhadap saluran air yang rusak.
Petugas SDA juga melakukan pembongkaran terhadap tembok warga yang berada di atas saluran air. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memulihkan kondisi saluran air dan mencegah terjadinya amblas tanah lebih lanjut.
Akibat kejadian ini, tiga rumah warga mengalami kerusakan, dan sebanyak lima kepala keluarga (KK) dengan 20 jiwa terdampak. Pemerintah Kota Jakarta Timur tidak tinggal diam. Bantuan sosial (bansos) segera disalurkan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan untuk meringankan beban mereka. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar mereka dan memulihkan kondisi kehidupan mereka.
Baca Juga:
Waspada Empat Kombinasi Buah yang Dianggap Berbahaya, Bisa Ganggu Pencernaan
Kejadian tanah amblas ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga Jakarta Timur, terutama yang tinggal di kawasan padat penduduk dengan kondisi tanah yang labil.
Pembangunan infrastruktur, termasuk pagar, harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan tidak boleh mengganggu fungsi saluran air. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan dan kelancaran saluran air agar tidak terjadi penumpukan sampah yang dapat memperburuk kondisi tanah.
Pemerintah Kota Jakarta Timur juga mengimbau kepada seluruh warga untuk lebih waspada dan proaktif dalam menjaga lingkungan sekitar.
Jika menemukan tanda-tanda potensi terjadinya tanah amblas, seperti retakan pada tanah atau penurunan permukaan tanah, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani.
Kejadian tanah amblas di Kecamatan Makasar ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Pembangunan yang berkelanjutan harus memperhatikan aspek lingkungan dan tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga.
Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang, dan Kota Jakarta Timur dapat menjadi kota yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.
Sebagai tindak lanjut dari kejadian ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur berencana untuk melakukan kajian lebih mendalam terhadap kondisi tanah di seluruh wilayah Jakarta Timur, terutama di kawasan-kawasan yang rawan terjadi tanah amblas.
Baca Juga:
Transformasi Nilai Rupiah: Pemerintah Mulai Bahas Redenominasi dan Libatkan BRIN dalam Kajian Mendalam
Kajian ini akan melibatkan para ahli geologi dan ahli teknik sipil untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi tanah dan potensi risiko yang ada. Hasil kajian ini akan menjadi dasar bagi penyusunan rencana tata ruang dan pembangunan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan.









