Menu

Mode Gelap

Berita · 7 Nov 2025 13:57 WIB

Ironi Pandeglang: Warga Ditandu 2 Km karena Jalan Rusak, DPRD Geram!


 Ironi Pandeglang: Warga Ditandu 2 Km karena Jalan Rusak, DPRD Geram! Perbesar

PANDEGLANG – Di sebuah pelosok Pandeglang, Banten, sebuah ironi kehidupan kembali terukir. Di tengah gemerlap pembangunan dan kemajuan teknologi, seorang warga bernama Jahim harus merasakan pahitnya perjuangan hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Bukan dengan ambulans atau kendaraan modern lainnya, melainkan dengan tandu yang terbuat dari bambu dan sarung, ia dipikul melewati jalanan berlumpur yang rusak parah. Kisah ini bukan hanya sekadar potret kemiskinan infrastruktur, tetapi juga cermin kepedulian yang terlambat datang.

Peristiwa yang terjadi di Kampung Cisuda, Cibaliung ini, bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, di tahun 2025 ini, sudah ada dua kejadian serupa yang menimpa warga Pandeglang. Pada bulan Mei, seorang ibu di Kecamatan Cikeusik harus ditandu usai melahirkan.

Di bulan yang sama, ibu bernama Wiwin juga harus ditandu dan naik perahu untuk menuju Puskesmas. Rangkaian kejadian ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah.

“Pemerintah harus hadir, jangan sampai kejadian seperti ini (terulang) lagi. Infrastruktur harus segera dibenahi, (agar) bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ketika ke rumah sakit tidak kesulitan, ke sekolah tidak kesulitan,” tegas Ketua DPRD Pandeglang, Agus Khatibul Umam, kepada wartawan, Jumat (7/11/2025). Nada bicaranya menunjukkan kekecewaan mendalam atas kondisi yang memprihatinkan ini.

Agus mengungkapkan bahwa persoalan jalan rusak ini sebenarnya sudah pernah dibahas antara DPRD dengan Pemkab. Namun, Pemkab berdalih kesulitan membenahi jalan rusak karena keterbatasan anggaran. Alasan ini tentu saja tidak bisa diterima begitu saja. Anggaran seharusnya menjadi prioritas utama untuk kepentingan masyarakat, terutama untuk infrastruktur dasar yang menunjang kesehatan dan pendidikan.

Kisah pilu Jahim bermula ketika ia membutuhkan pertolongan medis. Namun, akses jalan menuju klinik terdekat terputus akibat kerusakan parah. Jalanan berlumpur dan berbatu membuat kendaraan tidak bisa melintas. Keluarga dan tetangga Jahim pun berinisiatif untuk membuat tandu darurat dari bambu dan sarung.

“Ditandu karena jalannya berlumpur,” kata Asma, keluarga Jahim, saat dimintai konfirmasi, Kamis (6/11).

Asma menceritakan bahwa Jahim ditandu menggunakan bambu dan sarung dengan menempuh jarak 2 Km menuju klinik di Cibaliung. Perjalanan yang seharusnya singkat itu berubah menjadi penyiksaan.

Baca Juga:
BPJS Kesehatan: Era Baru, Rujukan RS Kini Berbasis Kebutuhan Medis!

“Perkiraan 2 kilometer jalannya, hampir memakan waktu satu jam, ditandu pakai sarung dan bambu,” katanya dengan nada sedih.

Peristiwa ini menggambarkan betapa beratnya beban yang harus ditanggung oleh warga Pandeglang akibat infrastruktur yang buruk. Mereka harus berjuang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya. Kondisi ini tentu saja menghambat pembangunan dan kemajuan daerah.

Kejadian yang menimpa Jahim dan warga Pandeglang lainnya seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk bertindak cepat dan tegas. Perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada lagi warga yang harus ditandu atau berjuang keras hanya untuk mendapatkan pelayanan dasar.

Pemerintah daerah harus mencari solusi kreatif untuk mengatasi keterbatasan anggaran. Bisa dengan menggandeng pihak swasta, memanfaatkan dana desa, atau melakukan efisiensi anggaran di sektor lain. Yang terpenting adalah komitmen dan kemauan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah daerah juga perlu meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Dengan menambah jumlah tenaga medis, membangun puskesmas pembantu, dan menyediakan ambulans yang siap sedia, diharapkan warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh dan berbahaya untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kisah Jahim adalah potret buram dari ketimpangan pembangunan di Indonesia. Di satu sisi, kita melihat kemajuan yang pesat di kota-kota besar. Di sisi lain, masih ada daerah-daerah terpencil yang terpinggirkan dan terlupakan.

Sudah saatnya kita membuka mata dan hati untuk melihat realita yang ada di sekitar kita. Pembangunan harus merata dan inklusif, sehingga semua warga negara dapat menikmati manfaatnya.

Pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu untuk mewujudkan Pandeglang yang lebih baik. Pandeglang yang memiliki infrastruktur yang memadai, pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan pendidikan yang merata.

Baca Juga:
Kapolres Serang Tinjau Pospam Natal dan Tahun Baru di Jalur Arteri Serang–Jakarta

Pandeglang yang memberikan harapan dan masa depan yang cerah bagi seluruh warganya. Jangan biarkan ada lagi Jahim-Jahim lain yang harus ditandu dan berjuang keras hanya untuk mendapatkan hak-hak dasarnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita