SERANG – Suasana politik di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Serang memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar di Ciruas pada Sabtu, 8 November 2025. Perpecahan internal partai semakin mencuat ke permukaan, ditandai dengan beredarnya video penolakan terhadap salah satu kandidat ketua dan munculnya dua kubu yang saling bersaing.
Kabar perpecahan ini bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial yang berisi pernyataan penolakan terhadap sosok Ishak Sidik (IS) sebagai calon ketua DPD PAN Kabupaten Serang. Video berdurasi sekitar 1 menit tersebut menampilkan Apipi, Ketua DPC PAN Kecamatan Binuang, yang dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap calon ketua yang berasal dari luar formatur yang sudah ada.
“Inisial IS yang digadang-gadang jadi ketua dari kubu sebelah kami nilai kurang dekat dengan ketua DPC se-Kabupaten Serang. Kami sebagai kader terbawah dari kecamatan, tuntutan dari masyarakat, kami harus bisa menginformasikan kepada masyarakat. Bahwa yang berhak menjadi ketua adalah yang sudah terdaftar di formatur,” tegas Apipi dalam video tersebut.
Melalui sambungan telepon, Apipi mengungkapkan bahwa sebanyak 25 DPC PAN menolak sosok IS karena dinilai tidak memiliki kontribusi dan memandang sebelah mata terhadap DPC. Ia juga menuding kubu IS telah melakukan konsolidasi tandingan dan menjemput beberapa ketua DPC untuk hadir dalam acara tersebut.
“Tiba-tiba di hari ini (Jumat, 7 November 2025) kubu IS menggelar konsolidasi tandingan dan menjemput beberapa ketua DPC untuk hadir. Misalnya DPC Lebak Wangi dijemput langsung ke rumah dan pengurus DPC Tanara juga dijemput dari RS Hermina saat mengantar anaknya,” beber Apipi.
Apipi menegaskan bahwa pihaknya hanya mengakui formatur resmi dan sah yang ada, yaitu Ikhwan Bahdudin, Desi Ferawati, Jainudin, Samsul Rizal, Rian Ardiansyah, dan Yanti Mustati. Menurutnya, hanya nama-nama yang terdaftar dalam formatur tersebut yang berhak menjadi ketua DPD PAN Kabupaten Serang.
Bahkan, Apipi secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Desi Ferawati dan Ikhwan Bahdudin sebagai kandidat ketua yang paling pantas dan layak memimpin PAN Kabupaten Serang ke depannya.
“Menurut saya yang pantas jadi ketua adalah sosok yang memiliki jam terbang di partai, pengalaman jadi dewan, kedekatan dengan DPC, loyalitas, dan lainnya. Dan itu ada pada 2 sosok, yaitu Desi atau Ikhwan Bahdudin, bukan IS,” tegasnya.
Baca Juga:
Jakarta Rasa India: Intip 7 Sudut Unik di Little India yang Bikin Penasaran
Apipi berharap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ataupun Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN segera mengumumkan sosok yang pantas dan berasal dari formatur pada Musda yang akan digelar besok.
Di sisi lain, di salah satu akun Facebook Reel juga beredar foto pertemuan dari kubu IS di salah satu tempat yang belum diketahui. Foto tersebut disertai dengan caption yang berbunyi “Siapapun boleh mencalonkan diri sebagai Ketua PAN Kabupaten Serang. Tidak Ada Penolakan”.
Dalam video tersebut, tampak beberapa pendukung kubu IS dipimpin oleh salah satu kader meneriakkan yel-yel khas PAN, namun diakhiri dengan seruan Ishak Sidik sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Serang.
Munculnya dua kubu yang saling bersaing ini tentu saja menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, khususnya para kader PAN. Situasi ini dikhawatirkan akan semakin memanaskan suasana menjelang Musda dan berpotensi memecah belah partai.
Pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Dr. Leo Agustino, menilai bahwa perpecahan internal di tubuh DPC PAN Kabupaten Serang merupakanWarning sign yang harus segera diatasi oleh DPP dan DPW PAN.
“Perpecahan ini menunjukkan adanya ketidakpuasan di kalangan kader terhadap proses pemilihan ketua DPD. Jika tidak segera ditangani, perpecahan ini dapat merusak soliditas partai dan mempengaruhi kinerja PAN di Kabupaten Serang,” ujar Leo.
Leo menyarankan agar DPP dan DPW PAN segera turun tangan untuk memediasi kedua kubu yang berseteru. Ia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas dan transparansi dalam proses pemilihan ketua DPD agar tidak menimbulkan kecurigaan dan ketidakpuasan di kalangan kader.
“DPP dan DPW harus memastikan bahwa proses pemilihan ketua DPD berjalan sesuai dengan AD/ART partai dan menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Jangan sampai ada intervensi dari pihak-pihak tertentu yang dapat memperkeruh suasana,” tegasnya.
Baca Juga:
Cara Meningkatkan Massa Otot dengan Aman dan Sehat
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPP maupun DPW PAN terkait dengan perpecahan yang terjadi di DPC PAN Kabupaten Serang. Masyarakat dan kader PAN berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dengan baik demi menjaga keutuhan dan soliditas partai.









