Sumatera Utara, 9 November 2025 – Di jantung Sumatera Utara, terbentang sebuah kisah tentang bagaimana energi bersih dari Danau Toba menyalakan denyut nadi industri aluminium nasional. Setiap pagi, di kawasan Asahan, udara sejuk menyambut hari dengan kabut tipis yang masih bergelayut di antara pepohonan. Dari kejauhan, aliran air yang berasal dari Danau Toba mengalir deras melalui Sungai Asahan, menjadi sumber kehidupan bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM).
Dari energi yang terbarukan inilah, proses panjang dan rumit pembuatan aluminium berkualitas kebanggaan Indonesia dimulai.
PLTA Sigura-gura dan Tangga, dua pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan potensi Sungai Asahan, menghasilkan energi listrik dalam jumlah besar. Energi ini kemudian disalurkan ke pabrik peleburan aluminium yang terletak di Kuala Tanjung.
Di sanalah, energi listrik digunakan untuk mengubah bahan dasar menjadi aluminium murni melalui proses yang membutuhkan suhu tinggi dan pengawasan yang ketat. Para pekerja yang berpengalaman dengan cermat memantau setiap tahapan produksi, memastikan bahwa standar kualitas yang tinggi tetap terjaga.
Di dalam pabrik peleburan, suasana selalu terasa sibuk dan dinamis. Cahaya oranye yang berasal dari cairan logam tampak berpijar di antara barisan tungku-tungku besar.
Para teknisi bekerja dengan penuh kehati-hatian, memastikan setiap proses berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dari tungku-tungku inilah, aluminium cair dihasilkan, yang kemudian dicetak menjadi berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan industri.
Aluminium ini terbuat dari bahan dasar bauksit yang diolah menjadi alumina, sebelum akhirnya menjadi aluminium cair yang siap dicetak menjadi produk berkualitas tinggi.
INALUM menghasilkan tiga jenis utama produk aluminium, yaitu ingot, billet, dan foundry alloy. Ingot, yang berbentuk batangan besar, biasanya digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai industri logam. Billet, yang berbentuk silinder panjang, digunakan untuk membuat profil aluminium seperti jendela, rangka bangunan, dan kerangka kereta api.
Sementara itu, foundry alloy merupakan campuran khusus aluminium yang digunakan dalam pembuatan suku cadang kendaraan, alat elektronik, serta berbagai peralatan konstruksi. Ketiga jenis produk ini memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor industri di Indonesia.
Baca Juga:
Revitalisasi Gerbang Gedung Sate dan Polemik Publik: Antara Identitas Budaya dan Prioritas Anggaran
Dari Kuala Tanjung, produk-produk aluminium INALUM dikirim ke berbagai industri di seluruh Indonesia. Sebagian besar digunakan oleh perusahaan manufaktur nasional yang bergerak di sektor kereta api, otomotif, dan konstruksi. Melalui produk-produknya,
INALUM berperan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, karena menjadi bahan dasar bagi berbagai infrastruktur dan produk modern di dalam negeri.
Aluminium dari Asahan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari rangka kereta api yang membawa orang bepergian, gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi di kota-kota besar, hingga perangkat elektronik yang digunakan setiap hari.
Kini, INALUM terus berupaya untuk memperkuat proses hilirisasi, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah industri aluminium di Indonesia. Perusahaan ini juga berkomitmen untuk terus memanfaatkan energi bersih dari sumber daya alam yang terbarukan, sehingga proses produksinya menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Saat ini, INALUM mampu menghasilkan produksi aluminium sebanyak 275.000 ton per tahun. Jumlah ini diharapkan akan terus meningkat seiring dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.
Di balik gemerlapnya industri aluminium yang modern, terdapat kerja keras para pekerja yang berdedikasi. Mereka bekerja di balik tungku pembakaran aluminium yang suhunya dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
Mereka adalah para pahlawan industri yang menjaga keberlangsungan proses produksi, memastikan bahwa logam yang dihasilkan tetap menjadi kebanggaan Indonesia. Semangat kerja keras dan dedikasi inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan INALUM dalam menghasilkan aluminium berkualitas tinggi.
Kisah sukses INALUM merupakan contoh nyata tentang bagaimana pemanfaatan energi bersih dari sumber daya alam yang terbarukan dapat mendukung pertumbuhan industri nasional. Dengan memanfaatkan potensi Sungai Asahan yang bersumber dari Danau Toba, INALUM telah berhasil menciptakan industri aluminium yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring sejalan.
Baca Juga:
Industri Tekstil-Sepatu Terancam: Ratusan Ribu Pekerja di PHK, Masa Depan Sektor Padat Karya Suram!
Aluminium dari Asahan kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mewujudkan mimpi untuk membangun negeri dengan kekuatan sendiri. Semua itu berawal dari tenaga air, kerja keras, dan semangat untuk membangun negeri dengan kekuatan sendiri.









