JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menandai tonggak penting dalam dunia kesehatan Indonesia dengan meresmikan Immunotherapy Nusantara by Terawan di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Soedirman, Jakarta Selatan, Rabu (12 November 2025). Peresmian ini juga sekaligus menandai Grand Opening Digital Subtraction Angiography (DSA), sebuah teknologi mutakhir di bidang radiologi intervensi.
Layanan Immunotherapy Nusantara ini dipimpin langsung oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan, Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), seorang tokoh yang dikenal dengan inovasi-inovasi revolusionernya di bidang kesehatan. Immunotherapy Nusantara menghadirkan terobosan terapi imun yang bersifat personal, yang disesuaikan dengan karakteristik unik setiap pasien.
Terapi ini menjanjikan potensi besar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi prajurit TNI maupun masyarakat luas, membuka harapan baru bagi penanganan berbagai penyakit, terutama kanker.
Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa inovasi kesehatan seperti Immunotherapy Nusantara merupakan wujud nyata sinergi antara riset, teknologi, dan kepedulian terhadap bangsa.
Ia menekankan bahwa sinergi ini merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pertahanan yang kuat, modern, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Menhan Sjafrie mengungkapkan kebanggaannya atas hadirnya Immunotherapy Nusantara di RSPPN Soedirman, menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa Indonesia mampu menghasilkan inovasi-inovasi kelas dunia di bidang kesehatan.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Immunotherapy Nusantara adalah metode pengobatan yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk melawan penyakit. Terapi ini bersifat personal, yang artinya disesuaikan dengan karakteristik genetik dan kondisi kesehatan masing-masing pasien. Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), menjelaskan bahwa Immunotherapy Nusantara bekerja dengan cara mengidentifikasi sel-sel imun yang lemah atau tidak berfungsi dengan baik.
Sel-sel imun ini kemudian diperkuat dan dilatih untuk mengenali dan menyerang sel-sel kanker atau sel-sel yang terinfeksi virus. Prof. Terawan meyakini bahwa sistem kekebalan tubuh adalah senjata terbaik untuk melawan penyakit, dan melalui Immunotherapy Nusantara, mereka berupaya untuk mengoptimalkan kemampuan sistem kekebalan tubuh pasien agar mampu melawan penyakit secara efektif.
Keunggulan Immunotherapy Nusantara dibandingkan dengan metode pengobatan konvensional adalah efek samping yang lebih minimal dan potensi keberhasilan yang lebih tinggi. Terapi ini juga lebih ramah terhadap tubuh pasien, karena menggunakan sistem kekebalan tubuh sendiri sebagai basis pengobatan.
Selain meresmikan Immunotherapy Nusantara, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin juga meresmikan Grand Opening Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSPPN Soedirman. DSA adalah teknologi radiologi intervensi yang digunakan untuk memvisualisasikan pembuluh darah secara detail dan akurat.
Teknologi ini sangat berguna dalam mendiagnosis dan mengobati berbagai penyakit pembuluh darah, seperti penyempitan pembuluh darah, aneurisma, dan malformasi arteriovenosa. DSA juga dapat digunakan untuk melakukan tindakan intervensi non-bedah, seperti pemasangan stent dan embolisasi. Kepala RSPPN Soedirman, Mayjen TNI dr. Asrofi S. Surachman, Sp.An., M.Kes., menyatakan bahwa dengan hadirnya DSA di RSPPN Soedirman, mereka dapat memberikan layanan diagnosis dan terapi yang lebih komprehensif dan modern kepada pasien.
Baca Juga:
Berlayar dengan Nyaman: Sesuaikan Kapal Pesiar dengan Kepribadianmu!
Ia juga menambahkan bahwa teknologi ini akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi prajurit TNI maupun masyarakat luas.
Peresmian Immunotherapy Nusantara dan Grand Opening DSA di RSPPN Soedirman merupakan contoh nyata sinergi antara riset, teknologi, dan kemanusiaan. Inovasi-inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan individu, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sistem pertahanan negara. Dengan memiliki prajurit yang sehat dan kuat, Indonesia akan mampu menghadapi berbagai ancaman dan tantangan di masa depan.
RSPPN Soedirman sebagai rumah sakit pusat pertahanan negara memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya sistem pertahanan yang kuat, modern, dan berorientasi pada kemanusiaan. Rumah sakit ini terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mengembangkan inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan manfaat bagi prajurit TNI dan masyarakat luas.
Dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan, sangat penting dalam mewujudkan visi dan misi RSPPN Soedirman sebagai rumah sakit unggulan di bidang pertahanan. Dengan sinergi dan Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, rumah sakit, para peneliti, dan tenaga medis, Indonesia akan mampu menghasilkan inovasi-inovasi kesehatan yang lebih banyak lagi dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dunia kesehatan global.
Inovasi seperti Immunotherapy Nusantara bukan hanya sekadar terobosan medis, tetapi juga simbol harapan bagi jutaan orang yang berjuang melawan penyakit. Ini adalah bukti bahwa dengan tekad dan kerja keras, Indonesia mampu menciptakan solusi-solusi yang inovatif dan memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia.
Peresmian Immunotherapy Nusantara di RSPPN Soedirman menjadi momentum penting untuk terus mendorong riset dan pengembangan di bidang kesehatan. Pemerintah perlu memberikan dukungan yang lebih besar terhadap para peneliti dan inovator di bidang kesehatan, sehingga mereka dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih cemerlang lagi.
Investasi di bidang kesehatan adalah investasi untuk masa depan bangsa. Dengan memiliki sistem kesehatan yang kuat dan inovatif, Indonesia akan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencapai kemajuan yang berkelanjutan.
Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), sebagai tokoh sentral di balik Immunotherapy Nusantara, telah memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa. Dedikasi dan komitmennya terhadap dunia kesehatan patut diacungi jempol. Ia adalah contoh nyata bahwa dengan passion dan kerja keras, kita dapat menciptakan perubahan positif bagi dunia.
Kehadiran Immunotherapy Nusantara di RSPPN Soedirman juga diharapkan dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia sebagai negara yang inovatif dan peduli terhadap kesehatan. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki potensi besar di bidang kesehatan dan mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
RSPPN Soedirman, dengan dukungan dari Kementerian Pertahanan, terus berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi prajurit TNI dan masyarakat luas. Rumah sakit ini akan terus mengembangkan inovasi-inovasi baru dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sehingga dapat menjadi pusat rujukan bagi penyakit-penyakit kompleks.
Peresmian Immunotherapy Nusantara dan Grand Opening DSA merupakan bukti nyata komitmen RSPPN Soedirman untuk memberikan layanan kesehatan yang terbaik dan modern bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga:
Setelah Disiram Air Mendidih, WNI Berani Kabur dari Lantai 29 Malaysia Melalui Pipa – Diselamatkan Damkar
Dengan semangat inovasi, sinergi, dan kemanusiaan, Indonesia akan terus melangkah maju di bidang kesehatan dan memberikan kontribusi positif bagi dunia. Immunotherapy Nusantara adalah awal dari era baru pengobatan imun personal yang menjanjikan harapan bagi jutaan orang. Mari kita dukung dan kawal inovasi ini agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia dan dunia.









