Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Nov 2025 19:15 WIB

Darurat Narkoba! Kepala BNN Ungkap Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Meningkat!


 Darurat Narkoba! Kepala BNN Ungkap Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Meningkat! Perbesar

JAKARTA – Kabar mengkhawatirkan datang dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa tren penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar mengalami peningkatan yang signifikan. Data terbaru yang dimiliki BNN menunjukkan bahwa semakin banyak remaja yang terjerat dalam lingkaran setan narkoba. Apakah ini pertanda bahwa generasi muda Indonesia sedang dalam bahaya?

Pernyataan ini disampaikan Suyudi dalam seminar yang digelar oleh Lembaga Cegah Kejahatan (LCKI) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025). Berdasarkan survei yang dilakukan BNN bersama BRIN dan BPS pada 2023, sebanyak 28,2 persen pengguna narkoba berasal dari kalangan usia 15-24 tahun. Angka ini setara dengan sekitar 9 juta jiwa generasi muda yang terancam masa depannya.

“Dari segmen usia, pengguna berusia antara 15 sampai 24 tahun ini mencapai 28,2 persen atau sekitar 9 juta lebih. Penyalahgunaan narkotika pada usia pelajar dan mahasiswa meningkat dibanding tahun 2021,” paparnya dengan nada prihatin.

Suyudi menjelaskan bahwa total ada 903.600 orang yang berusia 15 sampai 24 tahun yang berstatus sebagai pengguna narkoba. Sementara itu, berdasarkan data 2024, lebih dari 50 persen kasus tindak pidana narkotika melibatkan remaja dan dewasa muda, yaitu usia 17-35 tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa narkoba telah merambah ke berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang usia, profesi, ataupun status sosial.

“Dari data dan fakta di atas menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika telah menyentuh berbagai lapisan tanpa memandang usia, profesi ataupun status sosial,” ucap Suyudi dengan tegas.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Generasi muda adalah aset bangsa yang sangat berharga. Jika generasi muda terjerat narkoba, maka masa depan bangsa juga akan terancam. Narkoba dapat merusak kesehatan fisik dan mental, menghancurkan karier dan keluarga, serta meningkatkan angka kriminalitas.

Oleh karena itu, Suyudi menekankan pentingnya upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika secara komprehensif. Ia juga mendorong upaya pemulihan melalui rehabilitasi bagi anak-anak yang sudah telanjur terpapar narkoba.

“Mari kita sama-sama glorifikasikan masyarakat, anak-anak kita yang sudah kecemplung, kita rangkul, kita bawa, kita rawat, kita rehabilitasi, bukan kita jauhi, kita musuhi karena mereka bukan musuh tapi mereka adalah korban dan juga orang-orang yang sakit,” tuturnya dengan penuh empati.

Suyudi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam mengatasi masalah narkoba ini. Ia juga mengingatkan tentang bonus demografi yang akan diterima Indonesia, yaitu jumlah penduduk usia produktif yang lebih besar daripada usia non-produktif. Bonus demografi ini dapat menjadi anugerah jika dikelola dengan baik, namun juga dapat menjadi bencana jika generasi muda terjerat narkoba.

“Kita berperang terhadap narkotika namun tetap mengedepankan upaya-upaya kemanusiaan. Izinkan saya menegaskan kembali bahwa genderang perang melawan narkotika bukan saja hanya tugas kita BNN tapi juga merupakan gerakan nasional yang harus kita emban bersama,” imbuh Suyudi dengan semangat.

Baca Juga:
Kapolres Serang: Jadi Polisi Itu Panggilan Hati, Bukan Sekadar Profesi!

Ia menegaskan bahwa kejahatan narkotika adalah extraordinary crime yang mengancam kedaulatan bangsa dan negara, menggerus moral generasi muda, dan menghancurkan potensi sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, perang melawan narkoba harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Lantas, apa yang menyebabkan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar semakin meningkat? Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab, antara lain:

1. Kurangnya pengawasan dari orang tua dan keluarga.

2. Pengaruh buruk dari teman sebaya.

3. Mudahnya akses terhadap narkoba.

4. Kurangnya informasi tentang bahaya narkoba.

5. Masalah keluarga atau pribadi yang memicu stres dan depresi.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerja sama dari semua pihak, mulai dari orang tua, keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah. Orang tua harus lebih perhatian terhadap anak-anaknya, memberikan pendidikan yang baik, dan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis. Sekolah harus memberikan pendidikan tentang bahaya narkoba secara komprehensif dan melibatkan siswa dalam kegiatan-kegiatan positif.

Masyarakat harus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pencegahan narkoba dan melaporkan segala aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwajib. Pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba, memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku, dan menyediakan layanan rehabilitasi yang memadai bagi para korban.

Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba melalui berbagai media, seperti kampanye, seminar, dan penyuluhan. Masyarakat perlu diberikan informasi yang akurat dan terpercaya tentang jenis-jenis narkoba, efek sampingnya, dan cara-cara pencegahannya.

Baca Juga:
Motor Jadi Andalan Distribusi MBG Menembus Pegunungan Menoreh

Dengan upaya yang bersama dan berkelanjutan, kita dapat mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan melindungi generasi muda Indonesia dari bahaya narkoba. Mari kita wujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba dan sejahtera.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita