Menu

Mode Gelap

Berita · 13 Nov 2025 10:04 WIB

BNN RI Rangkul Masyarakat Sipil: Bersatu Padu Perangi Narkoba dengan Hati!


 BNN RI Rangkul Masyarakat Sipil: Bersatu Padu Perangi Narkoba dengan Hati! Perbesar

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) terus menggencarkan upaya pencegahan dan pemberantasan kejahatan, khususnya peredaran dan penyalahgunaan narkotika, dengan melibatkan peran aktif masyarakat sipil. Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional Pencegahan Kejahatan yang digelar oleh Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 12 November 2025.

Momentum Penting: Pelantikan Anggota BPD LCKI DKI Jakarta

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi strategis mengenai pencegahan kejahatan, tetapi juga menjadi momentum penting dengan dilantiknya anggota Badan Pengurus Daerah (BPD) LCKI DKI Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, menunjukkan antusiasme dan komitmen masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan kejahatan.

Peran Masyarakat Sipil: Kunci Utama Pencegahan Kejahatan

Dalam paparannya yang berjudul “Aktualisasi Peran Kelompok Masyarakat Sipil untuk Tindakan Pencegahan Kejahatan di Indonesia”, Kepala BNN RI menegaskan betapa pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan, terutama peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang semakin meresahkan.

“BNN tidak hanya berfokus pada pemberantasan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam upaya pencegahan hingga ke tingkat akar rumput. Negara tidak mungkin bekerja sendiri tanpa sinergi dengan masyarakat,” tegas Kepala BNN RI.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pencegahan kejahatan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat.

War on Drugs for Humanity: Pendekatan Kemanusiaan dalam Pemberantasan Narkoba

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Tiga ini menyoroti bahwa perang melawan narkotika harus dijalankan dengan pendekatan yang berkeadilan dan berperspektif kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa War on Drugs for Humanity menjadi komitmen BNN dalam menyelamatkan manusia, bukan semata memberantas kejahatan.

“Pendekatan keras tanpa perspektif kemanusiaan hanya melahirkan luka sosial baru. War on Drugs for Humanity adalah komitmen BNN bahwa perjuangan melawan narkotika bukan semata pemberantasan, melainkan juga penyelamatan manusia,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Pendekatan ini menekankan pentingnya rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi para pecandu narkoba, sehingga mereka dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.

Program Unggulan BNN: Memperkuat Pencegahan hingga ke Akar Rumput

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI juga memaparkan berbagai program unggulan yang menjadi fokus BNN dalam memperkuat upaya pencegahan, seperti Sekolah Bersinar, Kampus Bersinar, Kemah Bersinar, dan Duta Anti-Narkoba. Program-program ini telah diterapkan di delapan provinsi melalui modul edukasi narkotika yang komprehensif dan interaktif.

Baca Juga:
Vidi Aldiano Hiatus! Prioritaskan Kesehatan & Siapkan Album Baru

Program Sekolah Bersinar bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba melalui edukasi, sosialisasi, dan pembentukan karakter siswa yang tangguh. Program Kampus Bersinar menyasar mahasiswa sebagai agen perubahan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.

Kemah Bersinar merupakan kegiatan perkemahan yang diisi dengan berbagai aktivitas positif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang bahaya narkoba. Sementara itu, Duta Anti-Narkoba adalah tokoh-tokoh inspiratif yang berperan sebagai role model dan mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba.

Peningkatan Layanan Rehabilitasi: Memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)

Selain upaya pencegahan, Kepala BNN RI mengungkapkan bahwa BNN terus meningkatkan layanan rehabilitasi dengan menghadirkan 831 fasilitas di seluruh Indonesia, terdiri atas 216 fasilitas BNN dan 615 fasilitas mitra, yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini menunjukkan komitmen BNN dalam memberikan layanan rehabilitasi yang berkualitas dan terstandarisasi bagi para pecandu narkoba.

Fasilitas rehabilitasi yang memenuhi SNI menjamin adanya pelayanan yang komprehensif, mulai dari asesmen, detoksifikasi, terapi psikologis, hingga pelatihan keterampilan. Dengan demikian, para pecandu narkoba memiliki kesempatan yang lebih besar untuk pulih dan kembali berintegrasi ke dalam masyarakat.

Kolaborasi Strategis: Memerangi Kejahatan Narkotika Lintas Negara

Dalam bidang riset dan pengembangan, BNN di bawah kepemimpinan Suyudi Ario Seto juga memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga nasional dan internasional, seperti UNODC, Interpol, DEA, CNB Singapura, BRIN, Polri, Bea dan Cukai, TNI AL, serta pemerintah daerah.

“Kejahatan narkotika bukan lagi kejahatan sederhana. Ini sudah lintas daerah dan lintas negara. Karena itu, dibutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat antara instansi,” jelasnya.

Kolaborasi ini meliputi pertukaran informasi, pelatihan bersama, operasi gabungan, dan pengembangan teknologi untuk mendeteksi dan memberantas peredaran narkoba.

Kemanusiaan: Esensi dari Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

Kepala BNN RI kembali menegaskan bahwa esensi dari seluruh upaya pemberantasan dan pencegahan narkotika adalah kemanusiaan. Setiap langkah yang diambil harus berorientasi pada penyelamatan jiwa dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Setiap jiwa yang bisa Kita selamatkan adalah aset bangsa yang sangat berharga,” pungkasnya dengan penuh harap.

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemberantasan dan pencegahan narkotika bahwa tujuan utama adalah melindungi masyarakat dari bahaya narkoba dan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Sinergi Lintas Sektor: Mewujudkan Indonesia Aman dan Bebas Narkoba

Baca Juga:
Uga Wiranto Berpulang: Kenangan Abadi Istri Jenderal dan Ibu Pertiwi

Kehadiran Kepala BNN RI dalam forum nasional ini menjadi bukti nyata komitmen BNN untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, terutama dengan masyarakat sipil, dalam mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman kejahatan. BNN percaya bahwa dengan kolaborasi yang solid dan berkelanjutan, Indonesia dapat mencapai tujuan mulia ini.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita