Menu

Mode Gelap

Blog · 14 Nov 2025 08:23 WIB

Cengkih Selamatkan Bumi: Mahasiswa UB Ubah Sampah Plastik Jadi Energi Hidrogen


 Cengkih Selamatkan Bumi: Mahasiswa UB Ubah Sampah Plastik Jadi Energi Hidrogen Perbesar

MALANG – Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus mencari solusi untuk mengatasi krisis energi dan masalah sampah plastik, muncul sebuah kisah inspiratif dari Kota Malang. Sobri, seorang mahasiswa program doktoral Ilmu Teknik Mesin Universitas Brawijaya (UB), berhasil menciptakan cara revolusioner untuk mengubah sampah plastik menjadi energi hidrogen bersih dengan memanfaatkan bahan-bahan alami Indonesia, yaitu cengkih, dan teknologi gelombang mikro (microwave).

Kisah ini bermula dari kegelisahan Sobri terhadapGunung sampah plastik yang terus menggunung dan ancaman krisis energi yang semakin nyata. Sebagai seorang insinyur, ia merasa terpanggil untuk mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Berbekal ilmu pengetahuan dan semangat pantang menyerah, Sobri memulai penelitiannya di laboratorium kecil di Fakultas Teknik UB.

“Awalnya saya cuma pengin nyari cara supaya plastik bisa dimanfaatkan tanpa merusak bumi,” cerita Sobri dengan senyum lega setelah menjalani ujian terbuka disertasi di Ruang Studio Gambar Lt. II Gedung Teknik Mesin II, Rabu pagi (12/11/2025).

Dalam disertasinya yang berjudul “Peningkatan Produksi Hidrogen dari Double-Stage Pyrolysis Sampah Plastik dengan Katalis Karbon Aktif-Cengkih dengan Interaksi -Stacking dan Katalis Seabed-Ni2+ Diiradiasi Microwave,” Sobri berhasil membuktikan bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi gas hidrogen, yang memiliki potensi besar sebagai energi bersih masa depan.

Keajaiban terletak pada penggunaan cengkih sebagai katalis. Cengkih, rempah-rempah khas Indonesia yang kaya akan senyawa kimia aktif, ternyata memiliki kemampuan untuk mempercepat reaksi pirolisis, yaitu proses pemecahan molekul plastik menjadi gas hidrogen dengan bantuan panas.

Namun, Sobri tidak berhenti sampai di situ. Ia juga memanfaatkan gelombang mikro (microwave) untuk memanaskan sampah plastik secara lebih efisien dan merata. Selain itu, ia menambahkan katalis logam Seabed-Ni2+ untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas gas hidrogen yang dihasilkan.

“Kombinasi antara karbon aktif dari cengkih, gelombang mikro, dan katalis logam Seabed-Ni2+ ternyata mampu meningkatkan produksi hidrogen secara signifikan. Prosesnya juga lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelas Sobri.

Penemuan Sobri ini bukan hanya sekadar inovasi ilmiah, tetapi juga solusi konkret untuk mengatasi dua masalah besar sekaligus: krisis energi dan sampah plastik. Dengan teknologi ini, sampah plastik yang selama ini menjadi beban lingkungan bisa diubah menjadi sumber energi bersih yang tak terbatas.

Baca Juga:
Cara Efektif Mengusir Semut pada Tanaman Cabai untuk Tingkatkan Produksi

“Ini adalah bukti nyata bahwa inovasi lokal bisa memberikan kontribusi besar bagi dunia. Cengkih, yang selama ini kita kenal sebagai bumbu masakan, ternyata bisa menjadi kunci untuk membuka potensi energi tersembunyi dari sampah plastik,” kata salah satu dosen yang hadir dalam sidang disertasi Sobri.

Sidang disertasi Sobri berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Keluarga besar Fakultas Teknik UB, mulai dari dosen pembimbing, teman-teman se-RK, hingga staf ruang kerja fakultas, hadir untuk memberikan dukungan penuh. Bahkan beberapa rekan sempat bersorak kecil saat Sobri dinyatakan lulus dengan hasil memuaskan.

“Dukungan dari keluarga, teman-teman, dan dosen-dosen sangat berarti bagi saya. Tanpa mereka, saya tidak mungkin bisa menyelesaikan penelitian ini,” ujar Sobri dengan mata berkaca-kaca.

Keberhasilan Sobri ini juga menjadi kebanggaan bagi Universitas Brawijaya. Rektor UB, Prof. Widodo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inovasi yang telah dihasilkan oleh Sobri.

“Sobri bukan cuma meneliti, tapi juga membuktikan kalau bahan lokal seperti cengkih bisa bersaing di level riset global,” ujar Prof. Widodo.

Disertasi Sobri ini menjadi bukti nyata bahwa riset di bidang konversi energi bisa membawa dampak besar buat masa depan. Dari laboratorium kecil di Fakultas Teknik UB, lahir ide besar untuk mengubah masalah sampah plastik jadi sumber energi bersih yang bisa digunakan untuk generasi mendatang.

Dengan semangat yang tinggi dan dukungan penuh dari keluarga ruang kerja Fakultas Teknik, Seluruh Civitas Akademika, Dr. Sobri membuktikan bahwa inovasi dan ketulusan bisa berjalan beriringan. Siapa tahu, teknologi bikinan anak bangsa ini nanti bakal jadi bagian dari solusi energi dunia!

Baca Juga:
Pemkab Serang Perketat Pengawasan Pelaku Usaha Pariwisata Jelang Libur Nataru

Kisah Sobri ini adalah inspirasi bagi kita semua untuk terus berinovasi dan mencari solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa dan dunia. Dengan memanfaatkan potensi alam Indonesia dan mengembangkan teknologi yang tepat, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog