Menu

Mode Gelap

Wisata · 14 Nov 2025 19:23 WIB

Rinjani Memanggil: Kisah 72 Ribu Pendaki dan Pesona Alam yang Memukau


 Rinjani Memanggil: Kisah 72 Ribu Pendaki dan Pesona Alam yang Memukau Perbesar

JAKARTA – Gunung Rinjani, sang mahkota Lombok, terus memikat hati para pencinta alam dari berbagai penjuru dunia. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat, hingga Oktober 2025, sebanyak 72.528 pendaki, baik wisatawan asing maupun lokal, telah mendaki gunung yang memiliki pesona luar biasa ini. Angka ini menunjukkan betapa Rinjani tetap menjadi destinasi impian bagi para pendaki, meski tantangan yang dihadapi tidaklah ringan.

Kepala Balai TNGR NTB, Yarman, mengungkapkan bahwa kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani terus menyedot perhatian, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Total kunjungan yang terus meningkat mencapai 72.528 orang pada destinasi wisata pendakian menjadi bukti nyata pesona Rinjani yang tak lekang oleh waktu.

Selain pendakian, destinasi wisata non pendakian di kawasan kaki Gunung Rinjani juga tak kalah menarik. Setelah sempat ditutup akibat cuaca ekstrem di awal Februari 2025, destinasi-destinasi ini kembali dibuka dan langsung diserbu pengunjung.

Di antara destinasi wisata alam non pendakian tersebut adalah wisata Tangkok Adeng di Desa Lenek Duren Kecamatan Lenek, wisata Bornong Bike Park di Desa Aik Prapa Kecamatan Aikmel, dan wisata Bukit Malang via Tombong Rebo di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati keindahan wisata Sebau di Desa Sapit Kecamatan Suela, wisata Savana Propok dan Bukit Gedong di Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba, serta wisata jalur sepeda Sembalun di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Keberagaman destinasi wisata di kawasan Rinjani memberikan pilihan yang menarik bagi para pengunjung dengan berbagai minat dan preferensi.

Yarman menambahkan, jumlah pengunjung pada destinasi wisata non pendakian, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, mencapai 43.502 orang. Angka ini menunjukkan bahwa kawasan kaki Gunung Rinjani juga memiliki daya tarik yang kuat, terutama bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam tanpa harus melakukan pendakian yang berat.

Namun, di balik pesona Rinjani, terdapat tantangan yang perlu diwaspadai, terutama saat musim penghujan. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengingatkan para pendaki untuk tetap waspada saat melakukan pendakian menuju Gunung Rinjani atau wisata non pendakian pada musim penghujan 2025.

Yarman mengingatkan bahwa Rinjani tetap mempesona di bawah rinai hujan, tetapi mendaki saat musim hujan membutuhkan persiapan lebih dari sekadar tekad. Hujan bukan penghalang untuk mencintai alam, tetapi pengingat untuk lebih bijak ketika beraktivitas di dalamnya.

“Hujan boleh turun, tapi jangan biarkan kewaspadaan ikut reda,” katanya.

Adapun persiapan yang harus dilakukan pendaki saat musim hujan di antaranya adalah mengecek prakiraan cuaca dan status jalur sebelum berangkat. Kemudian, menyiapkan perlengkapan anti air seperti jas hujan, cover bag, dry bag, dan sepatu tahan air. Perlengkapan ini sangat penting untuk melindungi diri dari basah dan kedinginan, yang dapat meningkatkan risiko hipotermia.

Selain itu, pendaki juga perlu menjaga suhu dan energi dengan menggunakan jaket tebal, makanan tinggi kalori, dan termos air hangat. Makanan tinggi kalori akan membantu tubuh menghasilkan panas dan menjaga energi tetap stabil. Air hangat juga sangat penting untuk menghangatkan tubuh dari dalam.

Yarman juga mengingatkan para pendaki untuk fokus dan waspada pada jalur yang licin. Jalur pendakian Rinjani dapat menjadi sangat licin saat hujan, sehingga meningkatkan risiko terpeleset dan jatuh. Oleh karena itu, pendaki perlu berhati-hati dan menggunakan peralatan yang sesuai, seperti trekking pole, untuk membantu menjaga keseimbangan.

Baca Juga:
Ratusan Ikan Dewa Dilepas di Kuningan, Upaya Nyata Menjaga Mata Air dan Ekosistem

Yang terpenting, Yarman menekankan untuk mengutamakan keselamatan. Puncak bukanlah segalanya, pulang dengan selamat adalah segalanya.

“Tetap waspada untuk keselamatan,” katanya.

Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan yang tinggi, pendakian Gunung Rinjani saat musim penghujan tetap dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Namun, jika kondisi cuaca terlalu buruk, jangan ragu untuk membatalkan pendakian demi keselamatan diri sendiri dan kelompok. Ingatlah bahwa alam selalu memiliki kekuatan yang lebih besar dari kita, dan penting untuk menghormati dan menghargai alam.

Kisah kunjungan 72.528 pendaki ke Rinjani hingga Oktober 2025 ini adalah bukti nyata bahwa gunung ini tetap menjadi magnet bagi para pencinta alam. Namun, di balik keindahan dan pesonanya, terdapat tantangan yang perlu diwaspadai, terutama saat musim penghujan.

Dengan persiapan yang matang, kewaspadaan yang tinggi, dan kesadaran akan pentingnya keselamatan, pendakian Rinjani dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan dan membawa pulang kenangan indah yang akan selalu terukir dalam hati.

Selain itu, penting juga untuk menjaga kelestarian lingkungan Rinjani. Para pendaki diharapkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak flora dan fauna, dan tidak membuat api unggun yang tidak terkendali. Dengan menjaga kelestarian lingkungan, kita dapat memastikan bahwa Rinjani tetap menjadi destinasi yang indah dan lestari bagi generasi mendatang.

Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani juga memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal. Banyak masyarakat sekitar Rinjani yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata, seperti menjadi porter, pemandu wisata, atau pedagang.

Oleh karena itu, penting untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, yang memberikan manfaat bagi masyarakat lokal tanpa merusak lingkungan.

Pemerintah daerah dan Balai TNGR juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas pariwisata di kawasan Rinjani. Peningkatan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung, serta meningkatkan daya saing Rinjani sebagai destinasi wisata internasional.

Dengan segala keindahan dan potensinya, Gunung Rinjani adalah permata Lombok yang harus dijaga dan dilestarikan. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan Rinjani, mendukung pariwisata yang berkelanjutan, dan memastikan bahwa Rinjani tetap menjadi destinasi impian bagi para pencinta alam dari seluruh dunia.

Kisah Rinjani adalah kisah tentang keindahan alam, tantangan, dan harapan. Kisah tentang bagaimana manusia dapat berinteraksi dengan alam secara harmonis, saling menghormati, dan saling menjaga.

Baca Juga:
Kali Pusur Klaten: Sensasi Mendayung di Tengah Keindahan Alam yang Terjaga!

Kisah yang akan terus berlanjut, seiring dengan langkah kaki para pendaki yang menapaki jalur-jalur setapaknya, dan seiring dengan hembusan angin yang membawa aroma kesegaran alamnya. Rinjani akan selalu menjadi sumber inspirasi, sumber keajaiban, dan sumber kebanggaan bagi kita semua.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata