SERANG – Gelombang keresahan melanda warga Kelurahan Cipare, Kota Serang, menyusul dugaan kuat bahwa area di belakang Sekretariat FKPPI Banten kini menjadi lokasi transaksi narkoba. Dalam dua bulan terakhir, kawasan yang seharusnya menjadi ruang publik yang aman dan nyaman itu, justru diselimuti aktivitas mencurigakan yang meresahkan masyarakat sekitar.
Kecurigaan warga bermula dari seringnya mereka menyaksikan kerumunan orang dengan gerak-gerik yang tak lazim di sekitar warung-warung kecil dan rumah kontrakan yang bertebaran di area tersebut. Aktivitas ini semakin intensif pada malam hari, menciptakan suasana mencekam dan mengganggu ketenangan warga.
Seorang warga Kedalingan, Cipare, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengungkapkan kegelisahannya yang mendalam terkait dugaan praktik peredaran narkotika jenis eximer dan sabu. Dengan nada khawatir, ia menuturkan,
“Saya sangat resah melihat wilayah ini seolah-olah dijadikan tempat transaksi narkoba. Ini bukan sekadar asumsi belaka, karena saya sendiri sering melihat orang-orang berkumpul di warung kecil dan kontrakan dengan gelagat yang mencurigakan, seperti sedang melakukan transaksi.”
Warga tersebut menambahkan, aktivitas haram ini sempat mereda setelah pihak kepolisian melakukan penggerebekan beberapa waktu lalu. Namun, sayangnya, efek jera tersebut tidak berlangsung lama.
“Dulu memang pernah digerebek polisi, tapi setelah itu, kegiatan serupa mulai muncul lagi. Sudah sekitar dua bulan terakhir ini terlihat lagi, bahkan saya pernah menemukan bungkus obat tipe G di lokasi tersebut,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Keresahan warga ini bukan tanpa alasan. Narkoba, sebagai musuh bersama, telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dampak negatifnya tidak hanya dirasakan oleh para pengguna, tetapi juga keluarga, lingkungan, dan generasi muda. Jika praktik peredaran narkoba di Cipare terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan semakin banyak generasi muda yang terjerumus ke dalam lingkaran setan ini.
Selain itu, aktivitas transaksi narkoba juga berpotensi memicu tindak kriminalitas lainnya, seperti pencurian, perampokan, dan kekerasan. Para pelaku kejahatan ini seringkali melakukan aksinya di bawah pengaruh narkoba, sehingga mereka tidak segan-segan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Menanggapi keresahan warga ini, Ketua RW setempat, Bapak Agus, menyatakan keprihatinannya. Ia mengatakan, “Kami sangat prihatin dengan adanya dugaan aktivitas transaksi narkoba di wilayah kami. Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah setempat untuk mencari solusi terbaik.”
Baca Juga:
Pesona Naringgul: Deretan Wisata Alam Viral untuk Healing dan Hunting Foto
Bapak Agus juga mengimbau kepada seluruh warga Cipare untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Jika ada aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada kami atau pihak kepolisian. Jangan biarkan narkoba merusak masa depan generasi muda kita,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Cipare, Ustadz Mahmud, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberantas narkoba. “Narkoba adalah musuh kita bersama. Mari kita perangi narkoba dengan cara meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat tali silaturahmi antar warga,” ajaknya.
Ustadz Mahmud juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Orang tua harus lebih perhatian terhadap anak-anaknya. Berikan mereka pendidikan agama yang cukup, serta dampingi mereka dalam setiap aktivitasnya,” pesannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah setempat terkait dugaan aktivitas tersebut. Namun, warga berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk memberantas peredaran narkoba di Cipare.
Mereka ingin agar lingkungan mereka kembali aman, nyaman, dan kondusif, sehingga anak-anak mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Masyarakat Cipare tidak ingin wilayah mereka dicap sebagai sarang narkoba. Mereka ingin membuktikan bahwa dengan kerjasama dan kepedulian, mereka mampu menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dan kejahatan lainnya.
Diharapkan, kasus ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait. Peredaran narkoba adalah masalah kompleks yang membutuhkan solusi komprehensif. Selain penegakan hukum, juga diperlukan upaya pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga:
MBG: Dari Program Gizi Jadi Berkah Ekonomi Nelayan Kaur
Dengan sinergi dan komitmen yang kuat, diharapkan Cipare dapat kembali menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya. Masa depan generasi muda Cipare ada di tangan kita. Jangan biarkan narkoba merenggut masa depan mereka.









