Menu

Mode Gelap

Blog · 18 Nov 2025 16:42 WIB

Mitos atau Fakta? Isi BBM Malam Hari Lebih Banyak? Ini Kata Ahli!


 Mitos atau Fakta? Isi BBM Malam Hari Lebih Banyak? Ini Kata Ahli! Perbesar

PROLOGMEDIA – Benarkah mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada malam hari lebih menguntungkan? Anggapan ini cukup populer di kalangan pengendara, yang meyakini bahwa pada malam hari, volume BBM yang didapatkan akan lebih banyak dibandingkan pada siang hari. Namun, apakah klaim ini benar adanya? Mari kita simak penjelasan dari ahlinya.

Tri Yuswidjajanto, seorang dosen Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa pemuaian dan penguapan BBM akibat peningkatan suhu dapat memengaruhi volume yang terukur di dispenser SPBU.

Pada cuaca panas, BBM di dalam tangki SPBU dapat memuai dan menguap, sehingga volume yang keluar dari dispenser tampak lebih besar daripada massa sebenarnya. Akibatnya, konsumen berpotensi membayar lebih untuk jumlah bahan bakar yang secara massa sebenarnya lebih sedikit.

“Kan kita bayar rupiah per liter, ketika temperaturnya tinggi liternya bertambah padahal massanya tetap. Berarti yang kita bayar lebih untuk mendapatkan massa yang sama,” kata Tri.

BBM sebagai cairan akan memuai saat terkena panas, dan volume cairannya inilah yang dihitung oleh dispenser dalam satuan liter, sementara uapnya tidak. Namun, SPBU modern umumnya telah dilengkapi dengan mekanisme khusus yang mengalirkan uap kembali ke bagian dasar tangki, sehingga mengurangi potensi kerugian bagi konsumen.

Meskipun terdapat perbedaan antara liter dan massa akibat pemuaian, Tri menekankan bahwa perbedaan ini tidak signifikan bagi konsumen karena skalanya sangat kecil. Pembelian BBM dalam skala industri, yang mencapai kilo liter, memang memerlukan penyeragaman agar tidak ada pihak yang dirugikan. Standar yang digunakan adalah Volume Correction Factor (VCF) menggunakan tabel ASTM 54.

Dalam sistem VCF, volume BBM dihitung berdasarkan suhu acuan 15°C untuk mendapatkan volume bersih dalam satuan kilo liter. Artinya, di mana pun BBM diukur, datanya harus dikonversi terlebih dahulu ke suhu 15°C melalui tabel tersebut.

Tri menjelaskan bahwa ketika truk tangki tiba di SPBU, temperatur dan densitas BBM akan diukur terlebih dahulu, kemudian dikonversi menggunakan tabel VCF. Jika pada suhu 15 derajat Celcius densitasnya sekian, maka nilai itulah yang akan dipakai untuk transaksi agar adil. Jadi, harga per liter dihitung seolah-olah BBM itu berada pada suhu 15 derajat Celcius, dan angka tersebut diperoleh melalui tabel VCF.

Namun, Tri menambahkan bahwa di Indonesia, selisih suhu antara malam dan siang tidak terlalu signifikan, sehingga perbedaan volume akibat koreksi temperatur juga relatif kecil.

Baca Juga:
Kedatangan Kapal Pesiar Mewah Seven Seas Explorer Sambut Wisatawan Internasional di Tanjung Priok

“Intinya, ketika temperatur turun, densitas BBM meningkat,” katanya.

Dengan demikian, meskipun secara teori suhu dapat memengaruhi volume BBM, perbedaannya dalam transaksi ritel di SPBU sangat kecil dan nyaris tak terasa bagi konsumen. Jadi, anggapan bahwa mengisi BBM pada malam hari lebih menguntungkan tampaknya tidak sepenuhnya benar.

Perbedaan volume yang mungkin terjadi akibat perbedaan suhu sangatlah kecil dan tidak signifikan. Faktor-faktor lain seperti kualitas BBM, reputasi SPBU, dan kondisi kendaraan mungkin lebih berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan bahan bakar.

Konsumen disarankan untuk tidak terlalu terpaku pada anggapan tersebut dan lebih fokus pada faktor-faktor lain yang dapat mengoptimalkan penggunaan bahan bakar kendaraan mereka.

Selain itu, penting juga untuk selalu mengisi BBM di SPBU yang terpercaya dan memiliki reputasi baik untuk memastikan kualitas dan kuantitas BBM yang diterima sesuai dengan standar yang berlaku.

Lebih lanjut, perlu diingat bahwa teknologi dispenser SPBU modern telah dirancang untuk memberikan pengukuran yang akurat dan konsisten, terlepas dari suhu lingkungan. Dispenser-dispenser ini dilengkapi dengan sensor dan sistem kompensasi suhu yang secara otomatis menyesuaikan volume yang ditampilkan untuk memastikan bahwa konsumen mendapatkan jumlah BBM yang sesuai dengan yang mereka bayar.

Selain itu, praktik pengisian BBM pada malam hari juga memiliki beberapa potensi kekurangan. Beberapa SPBU mungkin memiliki antrean yang lebih panjang pada malam hari, terutama di daerah-daerah yang ramai. Hal ini dapat menyebabkan waktu tunggu yang lebih lama dan mengurangi kenyamanan konsumen. Selain itu, beberapa SPBU mungkin memiliki pilihan produk yang lebih terbatas pada malam hari, terutama jika mereka memiliki jam operasional yang terbatas.

Oleh karena itu, keputusan untuk mengisi BBM pada malam hari atau siang hari sebaiknya didasarkan pada preferensi pribadi dan kenyamanan masing-masing konsumen. Jika Anda merasa lebih nyaman mengisi BBM pada malam hari karena suhu yang lebih sejuk, silakan saja. Namun, jangan terlalu berharap bahwa Anda akan mendapatkan volume BBM yang lebih banyak secara signifikan.

Pada akhirnya, faktor yang paling penting dalam memaksimalkan efisiensi penggunaan bahan bakar adalah perawatan kendaraan yang teratur dan gaya mengemudi yang hemat bahan bakar.

Baca Juga:
Studi Jepang: Makan Ramen Tiga Kali Seminggu Tingkatkan Risiko Kematian

Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima dengan melakukan servis rutin, mengganti oli secara teratur, dan menjaga tekanan ban yang optimal. Selain itu, hindari mengemudi dengan kecepatan tinggi, akselerasi dan pengereman mendadak, serta membawa beban

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog