Menu

Mode Gelap

Wisata · 19 Nov 2025 20:26 WIB

Drama Jepang-China! Agen Travel China Tak Lagi Jual Tiket ke Jepang!


 Drama Jepang-China! Agen Travel China Tak Lagi Jual Tiket ke Jepang! Perbesar

PROLOGMEDIA – Hubungan diplomatik antara Jepang dan China kembali memanas, dan kali ini dampaknya langsung terasa pada industri pariwisata Jepang. Setelah pemerintah China mengeluarkan imbauan larangan bepergian ke Jepang bagi warganya, agen perjalanan di China serentak menghentikan penjualan paket liburan dan tiket pesawat ke Negeri Sakura. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi industri pariwisata Jepang, yang selama ini mengandalkan wisatawan China sebagai salah satu penyumbang devisa terbesarnya.

Keputusan pemerintah China ini diduga kuat dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai potensi respons Jepang terhadap kemungkinan situasi di Taiwan. Pernyataan tersebut dianggap provokatif oleh pemerintah China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Akibatnya, hubungan bilateral kedua negara kembali memburuk, dan sektor pariwisata menjadi salah satu korban pertama.

Dilansir dari Japan Today, Selasa (18/11/2025), dampak imbauan ini sudah mulai terasa di Jepang. Beberapa hotel melaporkan pembatalan pemesanan kamar dari wisatawan China. Tak hanya itu, industri hiburan Jepang pun ikut merasakan dampaknya, dengan penundaan perilisan film-film Jepang di China.

Salah satu agen perjalanan besar milik negara di Beijing mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan penjualan tur pribadi dan grup ke Jepang sejak hari Minggu. Mereka beralasan, situasi terkini yang dihadapi kedua negara menjadi pertimbangan utama. Selain itu, agen tersebut juga telah menghentikan layanan pengajuan visa dan berjanji akan mengembalikan uang pelanggan yang telah membeli paket perjalanan ke Jepang tanpa biaya tambahan.

Pantauan di situs web agen perjalanan tersebut menunjukkan bahwa semua penawaran terkait Jepang telah dihapus. Langkah serupa juga diambil oleh perusahaan pariwisata swasta di Beijing, yang telah berhenti menerima pelanggan baru untuk perjalanan ke Jepang.

Imbauan pemerintah China ini menuai reaksi beragam di kalangan masyarakat China. Meski pemerintah mengatakan Jepang tidak aman, sebagian orang menepis kekhawatiran tersebut dan tetap yakin bahwa Jepang adalah negara yang aman untuk dikunjungi. Namun, tak sedikit pula yang kesal karena rencana perjalanan mereka yang telah disusun jauh-jauh hari harus dibatalkan.

Beberapa hotel telah melaporkan pembatalan pemesanan dari pelanggan asal China. Imperial Hotel Ltd, misalnya, mengatakan telah menerima pembatalan atau penundaan dari beberapa perusahaan Tiongkok yang telah memesan kamar atau pesta, tetapi belum melihat dampak signifikan pada pemesanan individu.

Baca Juga:
Presiden China & Belanda Rebutan Bertemu Prabowo di KTT G20 Afsel! Apa yang Dibahas?

“Dampaknya terbatas karena basis pelanggan kami tersebar di berbagai negara, meskipun kami akan terus memantau situasi dengan cermat,” ujar seorang pejabat dari jaringan hotel tersebut.

Sementara itu, Colowide Co, yang mengelola berbagai pub dan restoran bergaya Jepang, juga menyatakan keprihatinannya mengenai perkembangan ini. Mereka khawatir penurunan jumlah wisatawan China akan berdampak negatif pada bisnis mereka.

Analis penerbangan senior, Li Hanming, mengungkapkan bahwa sekitar 491.000 tiket pesawat ke Jepang telah dibatalkan. Jumlah ini setara dengan 32% dari total pemesanan maskapai China ke Jepang. Li mengatakan tingkat penerbangan yang terdampak melonjak drastis, mencapai 82,14% pada penerbangan yang terdampak pada Minggu dan 75,6% pada Senin.

“Jumlah pembatalan tiket pada Minggu 27 kali lebih banyak daripada pemesanan baru. Ini menunjukkan bahwa kekhawatiran soal keamanan menjadi faktor utama,” ujar Li.

Menyusul imbauan perjalanan yang dikeluarkan Beijing pada Jumat, maskapai-maskapai China langsung menawarkan pengembalian dana penuh dan perubahan jadwal gratis untuk penerbangan ke Jepang. Langkah ini diambil untuk meredam kekecewaan dan kerugian yang dialami pelanggan yang terdampak.

Situasi ini menjadi tantangan berat bagi industri pariwisata Jepang. Pemerintah Jepang perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi dampak penurunan jumlah wisatawan China. Salah satunya adalah dengan mengintensifkan promosi pariwisata ke negara-negara lain, seperti Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara Asia Tenggara. Selain itu, pemerintah Jepang juga perlu berupaya memperbaiki hubungan dengan China, agar imbauan perjalanan ini dapat segera dicabut dan wisatawan China dapat kembali berkunjung ke Jepang.

Di sisi lain, pemerintah China juga perlu mempertimbangkan dampak kebijakan mereka terhadap industri pariwisata Jepang. Meski memiliki hak untuk melindungi keamanan warganya, larangan bepergian ke suatu negara dapat berdampak negatif pada hubungan bilateral dan merugikan kedua belah pihak.

Baca Juga:
Malaysia Ikuti Jejak Indonesia, Aturan Baru Medsos Ubah Lanskap Digital Asia Tenggara

Diharapkan kedua negara dapat segera menemukan solusi diplomatis untuk masalah ini. Sementara itu, perusahaan pariwisata Jepang harus beradaptasi dengan realitas baru dan mencari peluang lain untuk menarik wisatawan.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata