Menu

Mode Gelap

Blog · 20 Nov 2025 12:23 WIB

Mengubah Anggapan: Mobil CC Besar Bisa Irit BBM Berkat Teknologi Mesin Modern


 Mengubah Anggapan: Mobil CC Besar Bisa Irit BBM Berkat Teknologi Mesin Modern Perbesar

PROLOGMEDIA – Sepintas, mobil dengan kapasitas silinder (CC) lebih besar cenderung terkesan lebih boros bahan bakar. Hal ini bisa diartikan secara logis: semakin besar ruang bakar, semakin banyak udara dan BBM yang dibutuhkan dalam sekali siklus pembakaran. Jika ditambah dengan jumlah silinder yang lebih banyak, perhitungan itu tampak semakin jelas. Namun, apakah perhitungannya sesederhana itu, terutama untuk mobil-mobil modern yang dilengkapi teknologi terkini?

Hari, pemilik bengkel mobil Juna Speed Klaten, menyatakan bahwa anggapan mobil CC besar selalu boros tidak berlaku lagi pada mobil modern dengan sistem bahan bakar yang lebih canggih.

“Kalau di mobil jadul, dengan sistem karburasi, masih relevan karena jumlah BBM sangat identik dengan banyaknya udara yang tersedot ke ruang bakar, tapi kalau injeksi kan sudah diatur oleh sistem (ECU),” ucap Hari pada Minggu (16/11/2025).

Sistem karburasi yang digunakan pada mobil lama memang bekerja dengan cara mencampurkan udara dan BBM secara langsung sebelum masuk ke ruang bakar, sehingga jumlah BBM yang terpakai sulit dikontrol dengan akurat dan cenderung lebih banyak.

Namun, pada mesin injeksi yang digunakan pada mobil modern, prosesnya jauh lebih terukur. Saat mesin menyedot udara ke dalam silinder, BBM tidak langsung tersedot bersamaan, melainkan diinjeksikan secara terpisah pada waktu dan jumlah yang tepat. Semua hal ini dikendalikan oleh Electronic Control Unit (ECU) – otak dari mesin yang menerima masukan dari berbagai sensor di seluruh kendaraan, seperti sensor kecepatan, sensor suhu udara, sensor posisi katup, dan sensor tekanan.

“Banyaknya BBM yang diinjeksikan, lama waktu penginjeksian, dan kapan waktunya diatur oleh ECU dengan sangat presisi, jadi lebih efisien dan tidak ada pemborosan BBM yang tidak perlu,” tambahnya.

Di sisi lain, Eko Setiawan, pemilik bengkel mobil Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa mobil dengan CC besar memang dirancang untuk mendongkrak tenaga dan torsi.

“Semakin besar CC, makin banyak udara dan bensin yang dibakar dalam setiap siklus, sehingga tenaga dan torsi yang dihasilkan lebih besar. Mesin besar dibuat untuk performa lebih tinggi, sehingga pemakaian BBM memang mengikuti kemampuan mesin itu sendiri,” ucap Eko pada hari yang sama.

Biasanya, mobil bermesin besar dijumpai pada tipe kendaraan yang lebih besar seperti MPV premium, SUV, atau mobil sport, yang memiliki bodi lebih berat dan fitur lebih banyak.

Baca Juga:
Indonesia Lampaui Target, Raih Emas Dua Kali Lipat di Hari Ketiga SEA Games 2025

“Mobil bermesin besar umumnya memiliki bodi yang lebih besar, bobot yang lebih berat, dan fitur tambahan seperti sistem pendinginan yang lebih kuat, AC yang lebih besar, atau perangkat elektronik lainnya. Semua itu membutuhkan energi lebih untuk bergerak, sehingga logika nya memang akan memakai lebih banyak BBM,” tambahnya.

Namun, Eko juga menekankan bahwa CC tidak selalu menjadi penentu utama konsumsi BBM. Ada banyak kasus di mana mobil dengan CC besar ternyata lebih irit daripada mobil dengan CC kecil, semuanya bergantung pada faktor-faktor lain yang lebih penting.

Faktor terpenting yang menentukan efisiensi BBM adalah teknologi mesin yang digunakan. Menurut Eko, berbagai inovasi teknologi telah membuat mesin modern, bahkan yang berCC besar, menjadi jauh lebih irit. Di antaranya adalah turbocharger, direct injection, variable valve timing (seperti VVT-i, VTEC, atau CVVT), stop-start system, dan sistem transmisi yang lebih canggih.

“Teknologi mesin akan menentukan semuanya. Misalnya, mesin modern 1.500 CC dengan turbo dan direct injection, bisa saja lebih irit daripada mesin tua 1.300 CC yang tidak memiliki teknologi apapun,” jelasnya.

Contohnya, mesin Nissan KR15DDT 1.500 CC turbo yang digunakan pada beberapa model mobil Nissan, atau mesin 1.500 CC 4 silinder VTEC pada Honda Jazz GD3, mampu menghasilkan tenaga yang sebanding dengan mesin 2.000 CC konvensional namun dengan konsumsi BBM yang jauh lebih rendah. Turbocharger bekerja dengan cara menekan udara yang masuk ke silinder, sehingga lebih banyak udara bisa masuk dalam satu siklus pembakaran tanpa perlu menambah ukuran silinder. Hal ini membuat mesin bisa menghasilkan tenaga lebih besar dengan ukuran yang lebih kecil dan konsumsi BBM yang lebih efisien.

Selain itu, Eko juga menjelaskan bahwa perilaku pengemudi dan kondisi penggunaan kendaraan juga memainkan peran penting. Mobil CC kecil kadang malah lebih boros saat membawa beban berat atau menanjak, karena mesin harus bekerja lebih keras dan putaran mesin (RPM) cenderung lebih tinggi.

“Saat menanjak atau membawa muatan banyak, mesin kecil harus bekerja ekstra keras untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan, sehingga RPM naik tinggi dan BBM terpakai lebih banyak. Sementara mesin besar cenderung pakai RPM rendah saja sudah cukup bertenaga untuk mengatasi beban itu, sehingga jarak yang ditempuh bisa lebih jauh dengan jumlah BBM yang sama,” ucapnya.

Transmisi juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Transmisi otomatis modern seperti CVT (Continuously Variable Transmission) atau transmisi otomatis 8-kecepatan mampu menyesuaikan rasio gigi dengan lebih optimal sesuai dengan kebutuhan tenaga dan kecepatan kendaraan.

Hal ini membuat mesin selalu bekerja pada rentang RPM yang paling efisien, sehingga mengurangi pemborosan BBM. Misalnya, mobil dengan mesin CC besar yang dilengkapi transmisi CVT bisa lebih irit daripada mobil CC kecil dengan transmisi manual yang tidak dioperasikan dengan benar.

Baca Juga:
Liburan Singkat ke Pulau Pari: Jelajah Pantai, Snorkeling, dan Camping 2 Hari 1 Malam

Dengan semua faktor tersebut, jelas bahwa anggapan bahwa mobil CC besar selalu boros BBM sudah ketinggalan zaman. Teknologi yang terus berkembang telah mengubah wajah industri otomotif, membuat mesin modern mampu menghasilkan tenaga yang tinggi sekaligus tetap efisien dalam penggunaan BBM. Jadi, saat memilih mobil, jangan hanya terpaku pada angka CC – perhatikan juga teknologi mesin, jenis transmisi, dan kondisi penggunaan yang akan Anda lakukan untuk mendapatkan kendaraan yang paling cocok dan efisien.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog