Menu

Mode Gelap

Berita · 27 Nov 2025 16:47 WIB

Tanggul Pantai Mutiara Rem­­bes — Rano Karno: “Perbaikan Tidak Cukup dengan Sekadar Nempel Semen”


 Tanggul Pantai Mutiara Rem­­bes — Rano Karno: “Perbaikan Tidak Cukup dengan Sekadar Nempel Semen” Perbesar

PROLOGMEDIA – Warga di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara kembali dibuat resah setelah sejumlah titik tanggul pantai dilaporkan retak dan mulai merembes — mengizinkan air laut untuk menyusup ke daratan dan membasahi area pemukiman maupun fasilitas di sekitarnya. Dari hasil pantauan di lokasi, beberapa titik tampak mengalami retakan halus hingga sedang, dan pada sebagian titik lainnya, kebocoran sudah terjadi; air laut bahkan sudah keluar ke permukaan tanah dan membasahi bagian dalam tanggul serta area sekitar.

 

Menurut laporan, air laut saat ini sudah hampir sejajar dengan puncak tanggul, sehingga jika air pasang atau terjadi peningkatan debit, bukan tidak mungkin air akan meluap ke jalan-jalan hingga merendam rumah warga. Kondisi ini membawa potensi ancaman serius terhadap lingkungan pemukiman dan menjadi penyebab keresahan warga setempat.

 

Menanggapi situasi ini, Rano Karno—Wakil Gubernur DKI Jakarta—menegaskan bahwa perbaikan tanggul di Pantai Mutiara tidak bisa sekedar “nempel semen.” Dalam pernyataannya di Balai Kota, Rano menekankan bahwa solusi yang diambil harus menyeluruh dan jangka panjang. “Kalau cuma nyemen mah, gampang. Artinya, kita memang mau membuat tanggul,” ujarnya, menegaskan bahwa kondisi ini sedang dievaluasi dan akan segera mengambil tindakan.

 

Rano menambahkan, jika tanggul yang retak dan rembes itu terus dibiarkan tanpa penanganan serius, bahaya besar bisa mengancam warga di sekitar. Oleh karena itu, pihak Pemprov DKI memastikan bahwa solusi akan dilakukan — dan Wali Kota setempat telah mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi tanggul.

 

Di sisi lain, pihak Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta (SDA DKI) menyatakan bahwa perbaikan bersifat jangka panjang melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Tanggul pengaman pantai ini akan dibangun sepanjang 530 meter di kawasan kritis pesisir utara Jakarta, termasuk Pantai Mutiara — terbagi dalam 430 meter di sisi timur kawasan dan 100 meter di sisi barat. Pengerjaan ini akan dilakukan secara bertahap dalam skema multiyears mulai 2025 hingga target selesai 2027.

 

Proyek tanggul NCICD, menurut pihak Dinas SDA, diharapkan menjadi solusi komprehensif untuk mencegah kebocoran dan jebolnya tanggul — menggantikan struktur tanggul lama yang saat ini sudah menunjukkan keausan, retak dan keropos. Struktur lama memang sudah menahan air laut selama bertahun-tahun, dengan tinggi sekitar 2,5 meter, namun kondisi terkini menunjukkan bahwa tanggul belum lagi mampu menghadapi dinamika pasang surut air laut dan tekanan gelombang.

Baca Juga:
Adhyaksa FC Banten Mengamuk! PSPS Riau Dibantai 7-3 di BIS

 

Warga Pantai Mutiara sendiri cukup khawatir. Bila rembesan terus berlangsung tanpa tindakan cepat dan tepat, risiko banjir rob serta jebolnya tanggul menjadi nyata. Potensi itu tidak hanya mengancam infrastruktur — seperti jalan, fasilitas umum, dan properti — tetapi juga keselamatan warga. Kondisi bagian bawah tanggul yang sudah mulai keropos memperlihatkan bahwa fondasi beton telah terkikis, dan batu-batu dasar yang seharusnya menopang pun mulai terlihat, menunjukkan bahwa struktur tanggul sudah melemah.

 

Dalam kunjungan lapangan, Rano Karno menyatakan pentingnya langkah tanggap darurat sekaligus perencanaan perbaikan menyeluruh. Ia mengatakan bahwa solusi praktis seperti sekadar menambal dengan semen — meskipun bisa menutup retakan kecil — tidak cukup. Pemerintah provinsi ingin memastikan tanggul dibangun secara profesional dan kokoh, agar mampu menjadi benteng andal melawan gelombang dan pasang laut ke depan.

 

Program NCICD diharapkan membawa perubahan signifikan: tanggul baru yang lebih tinggi, lebih kuat, dan sesuai standar konstruksi modern. Dengan demikian, daerah pesisir utara Jakarta — termasuk Pantai Mutiara — bisa terlindungi dari ancaman banjir rob yang kerap merepotkan saat pasang tinggi. Secara jangka panjang, proyek ini menjadi bagian dari upaya adaptasi terhadap ancaman perubahan iklim dan kenaikan muka laut, serta menjaga kelangsungan lingkungan pemukiman dan kualitas hidup warga.

 

Meski begitu, pengerjaan tanggul NCICD saat ini masih dalam tahap lelang — yang berarti dibutuhkan waktu sebelum konstruksi fisik dimulai. Pemerintah dan warga pun harus bersabar sembari terus memantau perkembangan. Rano Karno berharap agar respon terhadap permasalahan ini tidak disikapi dengan cepat tetapi dangkal, melainkan dengan perencanaan matang dan eksekusi penuh tanggung jawab.

 

Situasi di Pantai Mutiara menjadi pengingat keras bahwa kerusakan tanggul laut bukan sekadar masalah struktural — melainkan urusan keselamatan, lingkungan, dan masa depan sebuah kawasan pesisir. Retakan kecil hari ini, jika dibiarkan, bisa membawa bencana besar esok. Dengan komitmen pemerintah untuk tidak menempuh solusi instan dan siap membangun kembali tanggul dengan cara yang benar, harapan tumbuh bahwa ke depannya warga bisa hidup lebih aman, nyaman, tanpa takut rob atau luapan laut.

 

Baca Juga:
Tiga Kafe dengan Pemandangan City Light di Cilegon yang Jadi Magnet Baru Pecinta Nongkrong

Jika kamu mau — saya bisa bantu tulis ulang narasi berita ini dengan gaya lebih mendalam, memasukkan potret warga terdampak, risiko jangka panjang serta opini ahli sipil supaya ceritanya makin hidup dan lengkap. Mau saya lanjutkan?

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita