Menu

Mode Gelap

Berita · 30 Nov 2025 14:03 WIB

Kapolres Serang Tebar Ribuan Ikan Nila, Warga Padati Danau Puspemkab untuk Nikmati Hiburan dan Sumber Pangan


 Kapolres Serang Tebar Ribuan Ikan Nila, Warga Padati Danau Puspemkab untuk Nikmati Hiburan dan Sumber Pangan Perbesar

PROLOGMEDIA – Puluhan pemancing yang sejak pagi sudah memadati tepi Danau Puspemkab Serang tampak sumringah ketika Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko kembali hadir membawa kabar gembira. Di tengah udara pagi yang jernih dan angin lembut yang menyapu permukaan air, Kapolres menurunkan sedikitnya 2 ribu ekor ikan nila merah berukuran 2 hingga 3 ekor per kilogram ke danau tersebut. Kegiatan pada Sabtu (29/11/2025) itu bukan sekadar penebaran ikan biasa, tetapi menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang selama ini konsisten digalakkan oleh Polres Serang melalui budidaya berbasis sistem bioflok.

 

Selama beberapa tahun terakhir, Polres Serang terus memperluas inisiatif untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah budidaya pembesaran ikan di halaman rumah dinas Kapolres. Metode bioflok yang digunakan memungkinkan budidaya ikan berlangsung lebih efisien, ramah lingkungan, dan menghasilkan ikan dengan kualitas baik. Ikan-ikan inilah yang kemudian menjadi sumber bagi kegiatan penebaran rutin di beberapa lokasi, termasuk di Danau Puspemkab Serang.

 

Kapolres Condro Sasongko mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja dilakukan untuk memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain sebagai sarana hiburan, memancing juga dianggap dapat membantu warga memperoleh sumber pangan tambahan. Ia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pemancing yang ingin mencoba peruntungan. “Silakan para pemancing memanfaatkan ikan ini. Bisa untuk konsumsi keluarga, atau bahkan dibudidayakan kembali di rumah,” ujarnya sambil mengimbau warga menikmati kegiatan memancing secara sehat.

 

Namun, ia tidak lupa mengingatkan agar kegiatan memancing dilakukan secara bertanggung jawab. Kapolres menegaskan bahwa danau harus tetap dijaga kelestariannya sebagai ruang publik yang dapat dinikmati semua orang. Karena itu, ia dengan tegas meminta masyarakat tidak menggunakan cara-cara perusak seperti menjaring atau menyetrum. Menurutnya, menjaga kelestarian danau berarti menjaga keberlanjutan aktivitas positif seperti memancing. Lingkungan yang terpelihara dengan baik akan menjadi ruang aman dan nyaman bagi warga untuk berkumpul, berinteraksi, dan beraktivitas di luar ruangan.

 

Dalam pandangan Kapolres, danau di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Serang memiliki potensi besar untuk menjadi ruang publik yang aktif. Penebaran ikan hanyalah salah satu langkah kecil yang diharapkan dapat menghidupkan kembali suasana dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan dan pelestarian ekosistem danau.

 

Warga yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan ini. Sejak pagi terlihat berbagai kelompok pemancing berkumpul di tepi danau: anak-anak yang membawa alat pancing sederhana, para lelaki dewasa yang sudah terbiasa berburu ikan di danau, hingga ibu rumah tangga yang datang sambil berharap membawa pulang ikan segar untuk dimasak. Suasana riuh penuh semangat itu memperlihatkan betapa kegiatan sederhana seperti penebaran ikan mampu menjadi magnet kebersamaan di tengah masyarakat.

 

Baca Juga:
Jaksa Lelang 1.062 Karung Batu Hitam Rampasan, Harga Limit Rp 306,6 Juta

Rudi, seorang warga berusia 42 tahun, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Baginya, penebaran ikan membuka kesempatan bagi warga untuk mendapatkan hiburan gratis sekaligus peluang kecil untuk menambah rezeki. “Alhamdulillah, ini membantu sekali. Selain bisa hiburan, mudah-mudahan dapat rezeki dari hasil mancing. Terima kasih bapak Kapolres,” ujarnya tulus sambil menempatkan pancingannya di posisi terbaik di tepi danau.

 

Hal senada disampaikan Titin Supriyati, seorang pedagang berusia 37 tahun yang tinggal di sekitar area Puspemkab Serang. Ia mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sudah beberapa kali dilakukan dan selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Menurutnya, belum ada pihak lain yang menunjukkan konsistensi seperti Kapolres dalam melakukan kegiatan yang berdampak langsung kepada warga. “Kami terbantu kalau dapat ikan untuk dimasak. Terima kasih bapak Kapolres, kegiatan seperti ini bagus sekali untuk masyarakat,” ujarnya sambil memperhatikan para pemancing yang mulai melempar kail.

 

Dari pantauan di lokasi, begitu ikan diturunkan dari bak pickup ke danau, para pemancing langsung bergerak menempatkan kail dan umpan mereka. Harapan dan antusiasme jelas terpancar dari wajah-wajah mereka. Ada yang duduk tenang menanti gigitan pertama, ada yang berdiri di pinggir air sambil sesekali menarik tali pancing, dan ada pula yang sesekali melemparkan candaan kepada pemancing lain untuk mencairkan suasana. Semua tergambar dalam atmosfer penuh kebersamaan dan kesederhanaan.

 

Kegiatan penebaran ikan oleh Kapolres Serang bukanlah hal baru. Sekitar sepekan sebelumnya, pada Jumat (21/12), ia menurunkan sedikitnya 500 kilogram ikan lele dengan ukuran 2 hingga 4 ekor per kilogram. Sama seperti penebaran nila merah, ikan-ikan lele tersebut juga merupakan hasil budidaya bioflok yang dilakukan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan. Konsistensi dalam membudidayakan ikan dan mendistribusikannya kepada masyarakat menjadi bukti nyata bahwa program ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya yang benar-benar dijalankan dengan keseriusan.

 

Kegiatan seperti ini memiliki dampak sosial yang cukup besar. Di satu sisi, warga mendapat ruang rekreasi yang murah dan menyenangkan. Di sisi lain, ikan yang berhasil mereka dapatkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Dalam jangka panjang, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran warga untuk ikut menjaga lingkungan sekitar mereka, terutama kawasan danau yang sering menjadi tempat berkumpul.

 

Dengan adanya rutinitas seperti ini, danau di Puspemkab Serang perlahan-lahan bukan hanya menjadi tempat yang indah secara visual, tetapi juga ruang yang hidup dengan aktivitas masyarakat. Penebaran ikan menjadi simbol kepedulian aparat terhadap warga, sekaligus pengingat bahwa kemandirian pangan dapat dibangun melalui langkah-langkah kecil yang melibatkan banyak pihak. Melalui pendekatan sederhana namun konkret seperti ini, hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat dan penuh kepercayaan.

 

Baca Juga:
Tepung Tapioka dan Tepung Kanji, Serupa tapi Tak Selalu Sama dalam Dunia Kuliner

Kegiatan penebaran ikan oleh Kapolres Serang akhirnya tidak hanya menjadi rutinitas distribusi ikan semata, tetapi berkembang sebagai ruang interaksi, pemberdayaan, dan kebersamaan. Dengan semangat menjaga lingkungan serta memperkuat ketahanan pangan, kegiatan tersebut memberikan harapan bahwa kolaborasi antara aparat dan warga dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Serang.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita