Menu

Mode Gelap

Berita · 30 Nov 2025 14:10 WIB

Historia Bisnis Perpindahan Kebun Sawit Salim ke Negeri Jiran


 Historia Bisnis Perpindahan Kebun Sawit Salim ke Negeri Jiran Perbesar

PROLOGMEDIA – Berpindahnya sejumlah aset kebun sawit yang dikaitkan dengan kelompok usaha Salim ke negara tetangga sudah lama menjadi salah satu babak menarik dalam dinamika industri agribisnis Asia Tenggara. Pergerakan ini tidak hanya mencerminkan keputusan bisnis murni, tetapi juga menggambarkan perubahan kebijakan, risiko politik, dan pertimbangan jangka panjang yang harus dihadapi konglomerasi besar di Indonesia sejak dekade 1990-an.

Dalam lintasan sejarahnya, ekspansi Salim Group di sektor perkebunan sawit berlangsung pesat ketika permintaan global terhadap minyak nabati melonjak. Namun perubahan besar terjadi ketika krisis ekonomi 1997–1998 mengguncang struktur bisnis nasional. Banyak perusahaan besar menata ulang portofolionya untuk bertahan hidup. Pada titik inilah berbagai aset, termasuk kebun sawit, mulai mengalami restrukturisasi—baik melalui pelepasan kepemilikan, pengalihan saham, maupun konsolidasi ulang di bawah entitas baru.

Malaysia menjadi salah satu tujuan utama perpindahan aset sawit tersebut karena negara itu memiliki ekosistem agribisnis yang lebih mapan saat itu: regulasi yang stabil, infrastruktur industri yang lengkap, dan pasar domestik yang siap menyerap tambahan kapasitas produksi. Selain itu, sejumlah perusahaan perkebunan Malaysia tengah melakukan ekspansi agresif ke luar negeri dan melihat peluang untuk mengakuisisi aset yang sebelumnya berada di bawah perusahaan-perusahaan Indonesia.

Baca Juga:
Gunung Erebus: Antartika Punya Gunung yang Muntahkan Emas Setiap Hari!

Dalam proses itu, aset yang dikaitkan dengan Salim Group ikut masuk ke dalam gelombang restrukturisasi regional. Sebagian berpindah ke perusahaan Malaysia melalui transaksi bisnis yang dipengaruhi oleh kebutuhan likuiditas dan penataan utang pada masa krisis. Sebagian lainnya direstrukturisasi sehingga pengendalian operasional berpindah ke pihak baru meskipun hubungan ekonominya tetap tersambung secara tidak langsung.

Gelombang ini menjadi catatan penting dalam sejarah industri kelapa sawit karena menandai pergeseran keseimbangan antara pemain besar Indonesia dan Malaysia. Selama bertahun-tahun, kedua negara tersebut saling bersaing dan saling mengisi di pasar minyak sawit global. Ketika sejumlah kebun Indonesia pada era itu jatuh ke tangan perusahaan Malaysia, dinamika baru pun muncul: Malaysia memperoleh tambahan sumber produksi, sementara Indonesia berupaya membangun ulang kekuatan industrinya.

Perpindahan aset-aset tersebut juga menunjukkan bagaimana konglomerasi menghadapi risiko politik dan perubahan kebijakan yang cepat. Bagi kelompok usaha besar, mempertahankan stabilitas bisnis sering kali lebih penting daripada mempertahankan kepemilikan pada lokasi tertentu. Karena itu, pengalihan aset lintas negara dipandang sebagai strategi untuk memastikan keberlanjutan usaha jangka panjang.

Baca Juga:
Kemenparekraf Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 untuk Perkuat Arah Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Dalam beberapa tahun berikutnya, sektor sawit Indonesia bangkit kembali. Generasi baru perusahaan–termasuk grup usaha yang sebelumnya melepas aset–kembali memperluas kepemilikannya di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun babak sejarah ketika sejumlah kebun sawit berpindah ke negeri jiran tetap menjadi contoh bagaimana turbulensi ekonomi dapat mengubah peta kekuatan industri, dan bagaimana sebuah konglomerasi besar melakukan manuver strategis untuk tetap bertahan.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita