PROLOGMEDIA – Menjelang perhelatan nasional Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Provinsi Banten, sebuah wajah baru memperkenalkan dirinya di Alun-Alun Kota Serang pada Minggu, 30 November 2025. Bukan pejabat, bukan pula tokoh publik — melainkan seekor badak Jawa antropomorfis bernama Si Juhan, akronim dari “Si Jurnalis Handal”. Kehadirannya bukan sekadar simbol visual, melainkan membawa nilai-nilai mendalam: ketangguhan, kearifan, dan identitas khas Banten yang ingin dibawa ke panggung nasional.
Proses kreatif pemilihan maskot ini melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten bersama dengan DiskominfoSP Provinsi Banten. Mereka memilih badak Jawa karena hewan ini bukan hanya ikon lokal — badak Jawa adalah spesies langka yang hidup di kawasan konservasi, menunjukkan karakter tangguh, pantang menyerah, serta strategi bertahan dalam kondisi kritis. Filosofi ini lalu disandingkan dengan semangat wartawan — yang terus berupaya mendapatkan sumber terpercaya, melengkapi pemberitaan, dan bertanggung jawab pada publik.
Namun, Si Juhan bukan sekadar badak. Di balik rupa badak Jawa, ia mengenakan atribut khas suku Suku Badui. Penyematan atribut ini sengaja dilakukan sebagai pengingat bahwa insan pers tidak boleh melupakan akar: masyarakat. Pers bukan hanya melayani kepentingan korporasi atau elit, tapi juga harus berdiri di barisan masyarakat — menjadi garda terdepan membela kepentingan publik. Simbol ini menjadi representasi bahwa pers Indonesia harus tetap merakyat, berakar pada nilai lokal, dan menjaga ligitimasi sosialnya.
Untuk mewujudkan karakter ini dalam bentuk visual yang kuat dan bermakna, PWI Banten bersama DiskominfoSP menunjuk seorang desainer grafis lokal, Mahdiduri. Setelah melalui proses kreatif dan revisi berdasarkan masukan dari tokoh pers, akhirnya tercipta maskot yang bisa mewakili spirit HPN 2026 — badak Jawa yang berwibawa, tangguh, dan tetap merakyat.
Baca Juga:
Tahu Goreng Sempurna: 10 Tips Anti Lengket, Garing Merata, Dijamin Berhasil!
Lebih dari simbol, peluncuran Si Juhan juga menandai dimulainya rangkaian acara menuju puncak HPN 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Februari 2026. Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pers dalam konteks modern — tak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar penting dalam kehidupan demokrasi, kontrol sosial, dan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya saat peluncuran, Akhmad Munir, Ketua Umum PWI Pusat, menyatakan bahwa pemilihan badak bercula satu (cule satu) bukan semata simbol hewan langka, melainkan representasi dari persatuan: satu rasa, satu suara, satu usaha. Filosofi ini menjadi panggilan bagi seluruh insan pers di Indonesia — untuk bersinergi, bahu-membahu, dan bersama-sama menyukseskan HPN 2026 di Banten.
Tak hanya insan pers dan pemerintah daerah, acara peluncuran maskot dan kick-off HPN juga dihadiri tokoh dari berbagai elemen masyarakat serta pejabat tinggi — termasuk kepala kepolisian. Kehadiran jajaran pejabat dan kolaborasi lintas sektor menegaskan bahwa HPN bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pers, mendukung pembangunan daerah, serta memperkokoh rasa kebangsaan dan kebersamaan.
Dengan selebrasi peluncuran maskot ini, Banten berharap bisa menunjukkan ke wajah Indonesia — dan dunia — bahwa pers bisa menjadi jembatan antara tradisi lokal dan dinamika nasional. Si Juhan hadir bukan hanya sebagai ikon, tetapi sebagai manifestasi bahwa pers adalah representasi masyarakat: tangguh, merakyat, dan berintegritas. Semangat inilah yang diusung dalam rangkaian HPN 2026, serta menjadi harapan agar momentum ini dapat memperkuat peran pers dalam menjaga demokrasi, memberikan informasi yang sehat, dan mendukung kemajuan bangsa.
Baca Juga:
Pesona Jawa Barat di Musim Hujan: Spot Healing dengan Panorama Alam Kelas Dunia










