Menu

Mode Gelap

Berita · 3 Des 2025 12:06 WIB

Sabung Ayam Marak di Pasar 2 Sei Mencirim, Warga Nilai Polsek Kutalimbaru Tutup Mata


 Sabung Ayam Marak di Pasar 2 Sei Mencirim, Warga Nilai Polsek Kutalimbaru Tutup Mata Perbesar

PROLOGMEDIA – Pasar 2 Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas judi sabung ayam yang terus berlangsung secara terang-terangan di kawasan tersebut memicu keresahan warga, sekaligus melahirkan kritik tajam terhadap kinerja Polsek Kutalimbaru yang dinilai tidak tegas dalam melakukan penindakan.

 

Selama berbulan-bulan, lokasi yang dikenal warga sebagai arena sabung ayam ini beroperasi tanpa hambatan berarti. Kegiatan tersebut bahkan berlangsung secara rutin dan terbuka, seolah tidak pernah tersentuh aparat penegak hukum. Situasi ini memunculkan persepsi bahwa pihak kepolisian seolah “tutup mata”, sehingga mencederai rasa keadilan masyarakat dan menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi keamanan.

 

Warga setempat mengungkapkan rasa kecewa dan kekesalan mereka yang sudah memuncak. Mereka menilai kondisi ini tidak hanya menimbulkan gangguan ketertiban umum, tetapi juga dikhawatirkan dapat memicu tindak kriminal lain akibat kerumunan pelaku judi dan para penjudi dari luar wilayah yang berdatangan.

 

“Kami sudah capek melihat sabung ayam ini dibiarkan begitu saja. Seolah-olah Polsek Kutalimbaru tidak berani menggerebek apalagi menutupnya. Karena itu, kami warga mendesak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak turun langsung ke lapangan,” tegas Lubis (46), warga sekitar, dengan nada kesal yang tidak bisa ia sembunyikan.

 

Lubis menjelaskan bahwa arena sabung ayam tersebut tidak sekadar meresahkan, tetapi telah menjadi tontonan bebas yang mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di dekat lokasi. Ia menilai ketidakmampuan polisi mengatasi persoalan ini menimbulkan stigma negatif terhadap keamanan wilayah.

 

“Kalau sampai masyarakat sudah muak, itu artinya kondisi ini sudah kelewat batas. Warga hanya minta keadilan ditegakkan. Kalau hukum memang tidak tebang pilih, harusnya tempat seperti ini langsung disikat habis,” tambahnya.

 

Hal senada juga disampaikan Sembiring, warga lainnya. Ia mengaku sangat terganggu dengan suara bising saat sabung ayam berlangsung. Menurutnya, setiap kali pertandingan digelar, teriakan penonton dan keramaian yang ditimbulkan tidak bisa dihindari.

 

“Bisingnya luar biasa. Teriakan para penonton saat ayam diadu itu sampai terdengar ke mana-mana. Mereka tidak peduli dengan warga sekitar. Kami ini seperti tidak dianggap. Seolah-olah kenyamanan warga itu tidak penting,” ucap Sembiring.

 

Warga menyebutkan bahwa praktik sabung ayam itu berlangsung setiap akhir pekan, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu. Selain keramaian, jumlah taruhan yang dipertaruhkan pun tidak kecil. Situasi ini semakin menunjukkan bahwa arena tersebut bukan aktivitas insidental, melainkan berlangsung secara terorganisir.

 

Baca Juga:
Negara Kecil Curaçao Cetak Sejarah Sebagai Peserta Terkecil di Piala Dunia 2026

“Kalau sudah ada event, pasti ramai. Justru di saat seperti itu polisi harus hadir. Kami tidak melarang orang mencari hiburan, tapi kalau sudah masuk ranah perjudian, itu jelas melanggar hukum. Kami hanya minta penegakan hukum yang benar,” ujar seorang warga lain yang enggan disebutkan namanya.

 

Menurut warga, arena sabung ayam tersebut bahkan kerap dipadati kendaraan roda dua dan roda empat dari luar daerah yang sengaja datang untuk ikut serta dalam perjudian. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan potensi meningkatnya tindakan kriminal, seperti pencurian, perkelahian antarpemain, maupun peredaran uang ilegal.

 

Selain itu, sebagian warga merasa bahwa keberadaan arena sabung ayam tersebut telah menciptakan citra buruk bagi daerah mereka. Sei Mencirim yang seharusnya menjadi kawasan yang aman dan nyaman untuk ditinggali, justru identik dengan aktivitas perjudian yang dibiarkan begitu saja.

 

Di tengah keresahan dan protes publik, upaya media untuk mendapatkan penjelasan langsung dari pihak Polsek Kutalimbaru tidak membuahkan hasil. Kapolsek Kutalimbaru, AKP Idem Sitepu, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (2/12/2025) tidak memberikan respons hingga berita ini diterbitkan. Pesan telah dibaca, namun tidak ada balasan maupun klarifikasi.

 

Hal yang sama juga terjadi saat wartawan mencoba menghubungi Wakapolsek Kutalimbaru, IPTU Syafrizal, S.Sos. Pesan WhatsApp terkirim dan berstatus centang biru, tetapi tetap tidak mendapatkan jawaban. Respons senada diperlihatkan oleh Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, IPDA A. Sinulingga, yang juga tidak memberikan keterangan setelah pesan konfirmasi dibaca.

 

Sikap bungkam jajaran Polsek Kutalimbaru ini semakin memperkuat dugaan warga bahwa ada kelemahan serius dalam penegakan hukum terkait praktik perjudian tersebut. Warga menduga ada faktor-faktor tertentu yang membuat aparat enggan melakukan tindakan tegas.

 

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat meminta agar Kapolrestabes Medan segera turun tangan untuk memastikan persoalan ini tidak terus berlarut-larut. Mereka menilai bahwa tindakan cepat dan tegas dari pimpinan kepolisian diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik yang mulai goyah.

 

“Kalau Polsek tidak mampu, sebaiknya Polrestabes yang ambil alih. Jangan sampai warga mengambil tindakan sendiri karena merasa tidak ada kehadiran hukum di tengah-tengah mereka,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang ikut menyampaikan keluhan.

 

Masyarakat berharap agar masalah ini segera mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Mereka menegaskan bahwa wilayah Kutalimbaru membutuhkan kepastian hukum dan ketegasan aparat untuk menjamin keamanan serta kenyamanan warga.

 

Baca Juga:
Tongseng Ayam Tanpa Santan yang Lebih Ringan dan Tetap Menggugah Selera

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas sabung ayam di Pasar 2 Sei Mencirim masih terus berlangsung tanpa ada tanda-tanda penertiban.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita