PROLOGMEDIA – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang dalam beberapa hari terakhir menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan luapan sungai tidak terbendung, hingga akhirnya merendam hampir seluruh kawasan pemukiman, pusat layanan publik, serta infrastruktur vital lainnya. Dalam situasi darurat yang menuntut penanganan cepat, berbagai pihak berupaya memberikan perhatian dan bantuan nyata, termasuk Batalyon Dhira Brata Alumni Akpol 1990 yang turun langsung mengirimkan bantuan dalam jumlah besar.
Bantuan tersebut dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Inafis Bareskrim Polri. Ia tidak datang sendiri. Turut mendampingi dalam misi kemanusiaan itu yakni Brigjen Pol (Purn) Purwoko Y., Brigjen Pol (Purn) Fajarudin, serta Kombes Pol Ponadi. Kehadiran para alumni Akpol angkatan 1990 di tengah bencana menjadi wujud kepedulian sekaligus solidaritas terhadap masyarakat Aceh Tamiang yang tengah menghadapi masa-masa sulit.
90 Persen Wilayah Terendam, Aktivitas Lumpuh Total
Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi bersama Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi melaporkan kondisi terkini wilayah yang terdampak banjir bandang. Menurut keduanya, sekitar 90 persen kawasan Aceh Tamiang terendam banjir, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari setengah meter hingga lebih dari dua meter. Situasi ini membuat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat lumpuh total. Rumah-rumah warga, sekolah, pasar, rumah ibadah, hingga fasilitas layanan publik tak luput dari genangan. Bahkan kantor pemerintahan, Markas Kodim, serta kantor Polres ikut terdampak dan tidak dapat berfungsi dengan normal.
Di beberapa titik, hubungan antarwilayah terputus akibat longsor maupun arus banjir yang merendam jalan utama. Sejumlah desa masih terisolir dan belum sepenuhnya tersentuh bantuan karena akses darat terhambat. Kondisi ini membuat distribusi logistik sangat bergantung pada perahu karet maupun armada penyelamatan milik instansi terkait.
Melihat situasi tersebut, Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 bergerak cepat untuk memastikan bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di daerah-daerah yang sampai saat ini masih belum terjangkau.
Penyerahan Bantuan di Kapal KN Berhala
Bantuan kemanusiaan dari Alumni Akpol 1990 diserahkan secara resmi kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang di atas Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut. Kapal tersebut digunakan sebagai titik distribusi logistik dari Medan menuju Aceh Tamiang karena jalur laut dinilai lebih aman dan efisien untuk kondisi saat ini.
Dalam prosesi penyerahan, hadir Kadis Sosial Aceh Tamiang Safii, anggota DPRD Saiful Bahri, serta tokoh masyarakat Popon yang mewakili masyarakat terdampak bencana. Mereka menyampaikan apresiasi mendalam kepada Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 atas kepedulian dan kesigapan dalam membantu masyarakat di tengah keadaan darurat.
Bantuan yang disalurkan oleh Alumni Akpol 1990 bukan dalam jumlah kecil. Sebaliknya, bantuan yang digalang ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam pengiriman logistik hari itu.
Rincian Bantuan dalam Jumlah Besar
Berikut bantuan yang berhasil dihimpun dan dikirimkan:
A. Bantuan Pembelian
1. Beras kemasan 5 kg dan 10 kg dengan total mencapai ± 32 ton
2. Mie instan sekitar 1.100 kardus
3. Minyak makan sebanyak 310 dus kemasan 1 liter (12 botol per dus)
4. Tambahan mie instan sebanyak 200 dus
Baca Juga:
Najib Hamas Pastikan SPPG Citerep Ciruas Sesuai Standar Gizi Nasional
5. Air mineral sekitar 300 dus
B. Bantuan dari Warga Aceh Tamiang di Medan
1. Popok anak
2. Air mineral sekitar 30 dus
3. Kue roti Unibis 5 kardus
4. Biskuit 30 kardus
5. Minyak makan 50 kardus
Bantuan ini diangkut bersamaan dengan logistik dari berbagai instansi di Medan, menunjukkan bahwa solidaritas dalam bencana ini benar-benar meluas. Keberangkatan bantuan juga mendapat perhatian langsung dari Menteri Perhubungan beserta jajaran Dirjen Kementerian Perhubungan, yang hadir meninjau proses pemuatan logistik.
Apresiasi dari Menteri Perhubungan
Dalam tinjauannya, Menteri Perhubungan memberikan apresiasi khusus kepada Alumni Akpol 1990. Menurutnya, bantuan yang diinisiasi oleh Wakapolri selaku Ketua Umum Alumni Akpol ’90 tersebut menjadi salah satu kontribusi terbesar dibandingkan bantuan lain yang diberangkatkan pada hari yang sama. Hal ini menunjukkan kuatnya rasa kepedulian sosial para alumni terhadap situasi kebencanaan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Menhub menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi Polri, serta elemen masyarakat sangat diperlukan agar proses distribusi bantuan dapat berjalan cepat, tepat, dan menyentuh seluruh titik terdampak.
Komitmen Berkelanjutan untuk Masyarakat
Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 menegaskan bahwa bantuan ini bukanlah akhir dari rangkaian kepedulian mereka. Mereka berkomitmen untuk terus hadir dan memastikan bahwa masyarakat Aceh Tamiang mendapatkan dukungan yang memadai selama masa tanggap darurat maupun pemulihan.
Para alumni juga berencana memantau perkembangan di lapangan serta membuka peluang untuk menyalurkan bantuan lanjutan jika situasi masih membutuhkan.
Baca Juga:
Waspada Catphishing, Modus Penipuan Digital Baru yang Kian Canggih dan Memakan Banyak Korban
Bencana yang melanda Aceh Tamiang hanyalah satu dari sekian banyak ujian yang dihadapi masyarakat Indonesia. Namun melalui kepedulian, gotong royong, dan kerja sama antarinstansi, harapan untuk bangkit kembali akan selalu ada. Kehadiran Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 dalam memberikan bantuan besar ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas waktu maupun jarak.









