PROLOGMEDIA – Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa konsumsi nangka bisa membawa efek positif terhadap kadar gula darah orang dewasa: mereka yang rutin mengonsumsi ekstrak nangka melaporkan perbaikan signifikan dalam kadar gula darah.
Para peneliti mengamati bahwa setelah mengonsumsi ekstrak nangka, respon glikemik — yaitu kenaikan gula darah pasca-makan — cenderung lebih stabil dibandingkan dengan sebelum mengonsumsi. Hal ini memberi petunjuk bahwa nangka mengandung komponen yang mampu membantu dalam mengendalikan glukosa darah.
Namun, klaim bahwa “sering makan nangka” otomatis menurunkan gula darah perlu ditanggapi dengan hati-hati — karena manfaat yang diamati sejauh ini baru terjadi dalam konteks penggunaan ekstrak nangka (bukan buah utuh dalam jumlah besar), dan penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Meski demikian, hal ini tak sepenuhnya mengejutkan. Nangka sendiri dikenal memiliki sejumlah karakteristik nutrisi yang relevan bagi kesehatan metabolic dan gula darah. Misalnya, nangka mengandung serat yang dapat memperlambat penyerapan glukosa ke aliran darah, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang tajam setelah makan.
Tak hanya serat, kandungan antioksidan dalam nangka juga disebut-sebut bermanfaat. Antioksidan membantu mengurangi risiko peradangan — sesuatu yang penting bagi penderita kondisi seperti diabetes, karena peradangan kronis dapat memperburuk komplikasi pada pembuluh darah, ginjal, dan organ lain.
Baca Juga:
Indonesia Tempel Ketat Vietnam, Persaingan Klasemen Medali SEA Games 2025 Kian Panas
Selain itu, kandungan mineral seperti kalium dalam nangka diyakini membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular — aspek penting mengingat bahwa penderita gangguan gula darah lebih rentan terhadap risiko penyakit jantung.
Dengan demikian, nangka tampak bisa menjadi opsi buah yang lebih aman dibanding buah tinggi glikemik jika dikonsumsi dengan tepat — terutama sebagai bagian dari diet seimbang yang kaya serat, buah, sayur, dan memperhatikan porsi.
Tentu saja, “aman” atau “bermanfaat” di sini bukan berarti “tanpa efek samping.” Karena nangka tetap mengandung gula alami, konsumsi dalam porsi besar bisa membuat gula darah melonjak seperti buah biasa. Oleh karena itu, bagi mereka dengan risiko diabetes atau yang tengah mengontrol gula darah, penting untuk memperhatikan kuantitas.
Sebagai panduan sederhana: bila Anda ingin menjadikan nangka sebagai bagian dari pola makan sehat, fokuslah pada porsi moderat — jangan menjadikannya camilan utama dalam jumlah besar. Bila memungkinkan, pilihlah nangka yang belum terlalu matang atau kombinasikan dengan makanan tinggi serat dan protein untuk memperlambat penyerapan glukosa.
Baca Juga:
Debt Collector Datang? Ini Jurus Jitu Hadapi Penagih Utang di Rumah! [Update 2025]
Meski hasil penelitian awal menunjukkan bahwa gula darah bisa membaik setelah konsumsi ekstrak nangka, bukti masih terbatas. Dengan demikian, jangan menjadikan nangka sebagai satu-satunya cara untuk “menurunkan gula darah.” Untuk hasil optimal — terutama jika Anda berisiko tinggi terhadap diabetes — gaya hidup sehat secara menyeluruh (diet seimbang, aktivitas fisik, kontrol berat badan) tetap menjadi pilar utama.









