PROLOGMEDIA – Siapa yang suka traveling naik kereta api? Kini ada kabar menggembirakan untuk kamu para pecinta petualangan darat. KA Jaka Lalana segera hadir dengan rute baru yang menghubungkan Jakarta hingga Cianjur — melewati Bogor dan Sukabumi — dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 14 Desember 2025. Nama “Jaka Lalana” diambil dari bahasa Sunda yang berarti “laki-laki yang suka mengembara”, cocok untuk siapa saja yang punya jiwa petualang dan rindu menjelajah.
Perjalanan yang ditawarkan Jaka Lalana bukan sekadar moda angkutan; ini adalah undangan untuk menikmati keindahan jalur selatan Jawa Barat — dari lanskap alam hingga udara pegunungan yang sejuk — tanpa harus repot menghadapi kemacetan. Rute lengkap kereta ini dimulai dari Stasiun Gambir di Jakarta dan berakhir di Stasiun Cianjur, dengan total 17 titik pemberhentian. Berikut daftar lengkap stasiunnya:
Stasiun Gambir
Stasiun Manggarai
Stasiun Cawang
Stasiun Pasar Minggu
Stasiun Depok
Stasiun Citayam
Stasiun Bogor
Stasiun Bogor Paledang
Stasiun Cicurug
Stasiun Cibadak
Stasiun Cisaat
Baca Juga:
Kaya Vitamin dan Antioksidan, Tomat Jadi Kunci Sederhana Menjaga Kesehatan Tubuh
Stasiun Sukabumi
Stasiun Gandasoli
Stasiun Cireungas
Stasiun Lampegan
Stasiun Cibeber
Stasiun Cianjur
Untuk jadwal, kereta ini dirancang agar ramah bagi wisatawan maupun pelancong dadakan. Berangkat dari Jakarta pukul 08.00 WIB, penumpang diperkirakan tiba di Cianjur sekitar pukul 12.45 WIB. Setelah menikmati hari di Cianjur — atau menjelajah Sukabumi atau Bogor — kereta balik berangkat dari Cianjur pukul 16.00 WIB dan tiba kembali di Gambir sekitar pukul 20.35 WIB. Waktu tempuh total perjalanan ini (sekali jalan) sekitar 4 jam 45 menit, tentu jauh lebih nyaman dan bisa diprediksi dibandingkan macetnya jalur darat pada akhir pekan atau musim liburan.
Meski tarif resmi belum dirilis, diperkirakan harga tiket per penumpang berada di kisaran Rp 100.000 hingga Rp 300.000, tergantung kelas. Estimasi ini mengacu pada pola tarif kereta wisata sebelumnya, dengan pertimbangan fasilitas dan layanan yang ditawarkan.
Lebih dari sekadar moda transportasi, Jaka Lalana membawa misi besar: membuka akses ke kawasan wisata yang selama ini agak sulit dijangkau tanpa kendaraan pribadi — terutama bagi warga Jabodetabek yang ingin “healing” di alam tanpa pusing macet. Para pejabat daerah, termasuk dari cakupan wilayah Cianjur dan Sukabumi, menyambut kehadiran kereta ini dengan antusias. Mereka berharap rute baru ini dapat mendorong geliat pariwisata dan memberi efek positif pada perekonomian lokal serta sektor UMKM di wilayah sepanjang jalur.
Selain itu, karena jalur ini melewati jalur selatan Jawa Barat yang dikenal dengan keindahan alam — pegunungan, perbukitan, dan suasana pedesaan yang asri — perjalanan dengan Jaka Lalana berpotensi menjadi pengalaman itu sendiri. Dari Jakarta menuju Cianjur, penumpang tak hanya berpindah kota, tetapi juga bergeser suasana: dari hiruk-pikuk kota besar, ke ketenangan pedesaan, hingga udara sejuk pegunungan. Pemandangan sepanjang jalur diharapkan menyuguhkan nuansa berbeda, jauh dari rutinitas keras kendaraan pribadi.
Bagi kamu yang merencanakan liburan ke daerah seperti Sukabumi atau Cianjur, Jaka Lalana bisa jadi jawaban atas berbagai kekhawatiran: tak perlu siap-siaga dengan kemacetan panjang, tak perlu khawatir soal parkir kendaraan, dan bisa menikmati perjalanan dengan nyaman sambil memandang lanskap hijau. Bayangkan saja: bangun pagi di Jakarta, naik kereta santai dengan secangkir kopi, lalu tiba di Cianjur sebelum siang — siap untuk menjelajah alam, mencicipi kuliner lokal, atau sekadar melepas penat.
Meskipun belum semua detail — terutama tarif dan promo peluncuran — diumumkan resmi, semangat warga dan pemangku kebijakan sudah terasa tinggi. Peluncuran Jaka Lalana jadi bagian dari upaya serius menguatkan transportasi berbasis rel di Jawa Barat, sekaligus membuka peluang pariwisata dan konektivitas yang lebih luas. Jika semua berjalan sesuai rencana, Jaka Lalana tidak hanya akan jadi kereta wisata — tapi jembatan nyata antara Jakarta dan alam Jawa Barat.
Baca Juga:
Banyak Warga Indonesia Pilih Singapura sebagai Tujuan Berobat Penyakit Berat
Jadi, jika kamu berjiwa petualang, pencari suasana hijau, atau sekadar ingin liburan hemat tapi nyaman: jangan lupa catat tanggal 14 Desember 2025 di kalender. Saatnya mengepak ransel, menyiapkan tiket, dan memulai perjalananmu bersama Jaka Lalana. Perjalanan bukan lagi soal sampai tujuan — tetapi soal menikmati tiap detik di dalamnya.









