Menu

Mode Gelap

Berita · 6 Des 2025 17:48 WIB

Jembatan Kewek Yogyakarta Kritis, Lalu Lintas Dialihkan ke Jalur Alternatif


 Jembatan Kewek Yogyakarta Kritis, Lalu Lintas Dialihkan ke Jalur Alternatif Perbesar

PROLOGMEDIA – Di tengah malam musim hujan di Yogyakarta, udara terasa dingin dan lembap. Di sebuah jembatan kuno yang menghubungkan kawasan Kotabaru dan Malioboro, muncul getaran halus yang nyaris tak terlihat — sebuah alarm diam bagi kerentanan besar. Jembatan itu adalah Jembatan Kewek, infrastruktur yang sudah berusia lebih dari seabad, kini dinyatakan dalam kondisi kritis.

 

Belakangan ini, sejumlah titik pada Jembatan Kewek mengalami kerusakan serius: bagian ujung jembatan retak dan patah, terjadi pergeseran terbuka sekitar tiga sentimeter, serta penurunan struktur sampai 10 sentimeter; bagian bawah bahkan mulai anjlok. Akibat akumulasi kerusakan dan ditambah beban lalu lintas, daya dukung jembatan tersisa tak lebih dari 20–30 persen — angka yang mengkhawatirkan, sebab itu jauh dari batas aman untuk kendaraan berat.

 

Menanggapi situasi darurat tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil keputusan tegas. Mulai 10 Desember 2025, seluruh kendaraan berat seperti truk dan bus dilarang melintasi jembatan. Hanya kendaraan kecil — terutama sepeda motor dan mobil kecil — yang masih diperbolehkan, dan bahkan itu pun dengan kondisi tertentu. Untuk memastikan batas tonase dipatuhi, akan dipasang portal pembatas dimensi, dengan tinggi maksimal 3,4 meter, serta rekayasa lalu lintas dengan penerapan lampu lalu lintas (APILL) di jalur alternatif.

 

Arus kendaraan besar yang biasa melewati Jembatan Kewek akan dialihkan ke Jembatan Kleringan. Jembatan ini akan difungsikan dua arah sementara waktu, mengantisipasi lonjakan volume serta perubahan pola lalu lintas. Pemerintah berharap masyarakat bisa memahami dan menyesuaikan rute, terutama saat mengakses kawasan Malioboro yang biasanya padat kendaraan.

 

Langkah ini bersifat sementara—sebagai penanganan darurat untuk mencegah kemungkinan longsor, penurunan lebih parah atau bahkan ambruk, terlebih di musim hujan. Namun upaya ini bukan satu-satunya: Pemda DIY telah mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat untuk perbaikan total. Estimasi biaya yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 19 miliar, yang direncanakan untuk dialokasikan dalam APBN 2026. Perencanaan teknis (Detail Engineering Design/DED) saat ini sudah disusun, dan pembangunan kembali sepenuhnya ditargetkan mulai 2026 — atau paling lambat 2027 jika ada kendala anggaran.

 

Meski akan dibongkar dan dibangun ulang, pemerintah menegaskan bahwa nilai sejarah Jembatan Kewek tak akan hilang sia-sia. Meskipun fasad jembatan tidak terdaftar sebagai cagar budaya, jembatan tersebut memiliki nilai historis karena dibangun pada masa pemerintahan Sultan HB VIII. Oleh karena itu, tim perencana akan mendokumentasikan secara menyeluruh aspek visual dan historis jembatan serta menyisakan bagian tertentu sebagai penanda warisan.

Baca Juga:
KUR 2025: Modal Usaha Mudah, Bunga Ringan! Simak Syarat dan Cara Mendapatkannya!

 

Bagi warga Yogya — terutama mereka yang sehari-hari melintasi area Kotabaru, Malioboro, dan sekitarnya — keputusan ini membawa konsekuensi nyata. Akses ke pusat kota dan jalur tradisional kini akan mengalami perubahan pola. Warga dan pengendara besar dihimbau untuk menggunakan jalur alternatif, menyesuaikan waktu perjalanan, dan memperhatikan rambu baru dengan seksama.

 

Namun, meskipun perubahan ini terasa merepotkan, banyak pihak memahami bahwa keselamatan adalah prioritas. Tidak sedikit warga yang menyadari kalau ignoransi terhadap kerusakan struktur jembatan bisa membawa bencana — longsor mendadak, jembatan ambrol, bahkan kecelakaan fatal. Dengan kondisi yang sekarang, membiarkan kendaraan besar terus melintas adalah risiko yang terlalu besar.

 

Pejabat daerah pun menekankan bahwa tindakan ini bukan semata-mata karut marut administratif — melainkan hasil evaluasi teknis dan perhitungan matang dari pemeriksaan struktur. Masalah korosi pada besi dan beton, kerusakan talud, serta beban lalu lintas modern yang jauh melebihi kapasitas awal jembatan menjadi akar permasalahan. Jembatan Kewek, yang dibangun pada abad ke-19, tak lagi mampu menahan bobot kendaraan masa kini.

 

Ke depan, ketika proyek rekonstruksi selesai dan Jembatan Kewek kembali berfungsi, Pemerintah Yogyakarta berharap bisa mengembalikan sekaligus menjaga nilai historisnya. Dokumentasi, penandaan, dan pelestarian simbolik akan dilakukan agar generasi mendatang bisa memahami bahwa jembatan ini bukan sekadar akses transportasi, tapi bagian dari jejak sejarah kota.

 

Sementara itu, kebijakan pembatasan dan rekayasa lalu lintas akan terus diawasi. Satuan-satuan terkait — termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, dan kepolisian — telah berkoordinasi untuk mengamankan arus lalu lintas, terutama di Jembatan Kleringan dan akses jalur alternatif. Langkah ini dinilai krusial agar perubahan tak memicu kemacetan parah, sehingga mobilitas warga tetap terjaga.

 

Baca Juga:
Satgas PKH Tagih Denda Triliunan Rupiah ke Perusahaan Sawit dan Tambang yang Gunakan Hutan Ilegal

Di tengah semua ini, warga dan pengendara diharapkan bersabar, lebih berhati-hati, dan mendukung upaya pelestarian sekaligus keselamatan. Dari kondisi genting hingga perbaikan permanen, perjalanan panjang memperbaiki Jembatan Kewek bukan hanya soal beton dan besi — tetapi juga soal menjaga identitas dan rasa tanggung jawab terhadap masa lalu serta masa depan Yogyakarta.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita