PROLOGMEDIA – Shell akhirnya memperoleh pasokan Bahan Bakar Minyak atau BBM murni yang disebut base fuel dari Pertamina Patra Niaga sebanyak 100.000 barel melalui skema business to business atau B2B. Pasokan ini menandai titik balik bagi Shell Indonesia yang beberapa waktu belakangan menghadapi kelangkaan stok di jaringan SPBU mereka. Pihak Shell menyatakan bahwa saat ini mereka tengah merampungkan distribusi dan persiapan kembali menjual bensin di SPBU SPBU mereka.
Sebelumnya, sejumlah SPBU Shell terutama di kawasan Jakarta Selatan nyaris hanya menjual diesel dengan merek V Power Diesel, sementara jenis bensin seperti Shell Super, V Power, dan V Power Nitro Plus hampir kosong. Pantauan di SPBU Shell di Mampang Prapatan, Kapten Tendean, Gatot Subroto Menteng Dalam, dan Prof DR Soepomo Tebet menunjukkan kondisi tersebut dengan jelas. Petugas SPBU mengaku belum mengetahui kapan stok bensin akan kembali tersedia.
Kekosongan ini membuat banyak konsumen kecewa. Sebagian pengendara bahkan memilih beralih ke SPBU swasta lain atau SPBU BUMN. Sementara Shell hanya mengandalkan diesel untuk menghindari berhentinya layanan sama sekali.
Komitmen Pertamina Patra Niaga terlihat serius karena pasokan 100 ribu barel ke Shell merupakan bagian dari total distribusi 430 ribu barel ke seluruh SPBU swasta termasuk jaringan lain seperti BP AKR dan Vivo. Dengan demikian, Shell menjadi bagian terakhir yang menerima pasokan dalam gelombang terkini. Pernyataan resmi dari pihak Pertamina menegaskan kesiapan mereka memenuhi kebutuhan BBM untuk operator SPBU independen sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan dan distribusi energi nasional.
Baca Juga:
Indonesia Mulai Menjajaki Pembangkit Listrik Berbasis AI untuk Dorong Efisiensi dan Transisi Energi
Pihak Shell melalui President Director dan Managing Director Mobility, Ingrid Siburian, mengungkap bahwa distribusi bensin ke SPBU SPBU Shell kini memasuki tahap akhir. Artinya, di masa mendatang meskipun belum ada jadwal pasti, layanan bensin di jaringan Shell diharapkan bisa kembali normal. Ia pun meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat kekosongan stok selama ini.
Kendati demikian, situasinya belum sepenuhnya normal. Sampai saat kabar ini disampaikan, bensin belum tersedia di sejumlah SPBU Shell tertentu. Diesel menjadi satu satunya jenis bahan bakar yang dapat dibeli, dan banyak konsumen masih menunggu kepastian kapan bensin benar benar bisa diisi kembali.
Dengan pasokan baru dari Pertamina, harapan muncul bahwa distribusi akan segera berjalan. Shell harus bekerja cepat menata logistik dan distribusi agar BBM dapat tersedia merata di seluruh SPBU. Bagi para pengguna kendaraan, terutama yang mengandalkan bensin, ini menjadi kabar penting karena pilihan kembali terbuka, namun dengan catatan bahwa ketersediaan belum serempak.
Secara lebih luas, kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Shell Indonesia menjadi sinyal positif bahwa kebutuhan BBM di Indonesia dapat dikelola bersama, termasuk melibatkan operator swasta. Di tengah tantangan kelangkaan dan fluktuasi pasokan global, langkah semacam ini menunjukkan fleksibilitas dan upaya menjaga stabilitas setidaknya dalam jangka pendek.
Baca Juga:
Kunjungi Istana Eltz: Terbang ke Negeri Dongeng di Istana Berusia 870 Tahun!
Meski sudah ada pasokan, konsumen tetap disarankan untuk memantau pengumuman resmi Shell melalui website, layanan pelanggan, aplikasi, atau media sosial demi mengetahui kapan jenis bensin seperti Shell Super, V Power, atau V Power Nitro Plus kembali tersedia di SPBU terdekat. Situasi saat ini belum sepenuhnya pulih, namun ada lampu hijau bahwa ketersediaan BBM Shell akan segera membaik.









