Menu

Mode Gelap

Berita · 9 Des 2025 13:46 WIB

Kapolres Aceh Tamiang Pastikan Tidak Ada Mayat dalam Mobil Terdampak Banjir, Isu Hoaks Dibantah


 Kapolres Aceh Tamiang Pastikan Tidak Ada Mayat dalam Mobil Terdampak Banjir, Isu Hoaks Dibantah Perbesar

PROLOGMEDIA – Sejak pagi hari, suasana di Kualasimpang terlihat lebih sibuk dari biasanya. Genangan banjir yang beberapa hari terakhir melanda wilayah Aceh Tamiang membuat banyak kendaraan ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan, terutama di jalur utama menuju SPBU Tanah Terban. Air yang sempat naik cukup tinggi memaksa sejumlah pemilik mobil mencari keselamatan lebih dulu, meninggalkan kendaraan mereka yang tak mungkin melaju di tengah derasnya arus. Ketika banjir mulai surut, berbagai kabar simpang siur mulai beredar, terutama isu tentang adanya mayat yang konon ditemukan di dalam beberapa kendaraan. Isu itu berkembang cepat, menyebar melalui grup-grup pesan instan hingga media sosial, menciptakan kekhawatiran baru di tengah masyarakat yang sudah cukup lelah menghadapi bencana.

 

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, turun langsung ke lapangan. Ia tidak sendiri. Turut mendampinginya Dirbinmas Polda Aceh Kombes Donny Siswoyo serta puluhan personel lainnya yang ditugaskan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka memulai penyisiran dari jalur utama, memeriksa satu per satu mobil yang terlihat terparkir dalam kondisi tergenang lumpur dan air sisa banjir. Beberapa di antaranya tampak masih terkunci rapat, sementara yang lain sudah dalam kondisi terbuka karena sempat diperiksa pemiliknya saat air mulai menurun.

 

Pemeriksaan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Setiap pintu kendaraan dicek, setiap jok diangkat, dan setiap bagian yang berpotensi menjadi tempat persembunyian diperhatikan dengan detail. Sejumlah awak media turut hadir menyaksikan prosesnya secara langsung. Mereka melihat bagaimana seluruh tim bekerja tanpa terburu-buru, memastikan tidak ada satu pun titik yang terlewat. Langkah tersebut diambil bukan hanya untuk mematahkan kabar yang beredar, tetapi juga untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat.

 

Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, hasilnya jelas dan tegas. AKBP Muliadi menyampaikan langsung kepada para wartawan bahwa tidak ditemukan mayat maupun tanda-tanda mencurigakan lainnya di dalam kendaraan-kendaraan tersebut. Ia menekankan bahwa isu itu sama sekali tidak berdasar dan hanya memperkeruh suasana saat masyarakat sedang berusaha bangkit dari dampak banjir. Ia juga menjelaskan bahwa aroma menyengat yang disebut-sebut dalam kabar viral itu tidak benar adanya. Aroma yang tercium hanyalah bau lumpur dan sisa genangan banjir yang memang wajar setelah air surut.

 

Ia menambahkan bahwa banjir besar yang terjadi beberapa hari terakhir memang menyebabkan sejumlah warga harus meninggalkan kendaraan mereka dan menyelamatkan diri terlebih dahulu. Namun, kondisi tersebut tidak pernah menunjukkan adanya peristiwa sebagaimana digambarkan oleh narasi yang menyebar secara liar. Menurutnya, informasi yang beredar tanpa verifikasi dapat menimbulkan kepanikan baru. Situasi semacam itu justru dapat menghambat upaya penanggulangan yang melibatkan banyak pihak, mulai dari aparat kepolisian, pemerintah daerah, hingga relawan kemanusiaan.

 

Di tengah situasi yang serba tidak pasti, aparat keamanan memainkan peran penting dalam menjaga ketertiban dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Oleh karena itu, Muliadi menegaskan bahwa pihaknya akan selalu merespons setiap laporan dan keluhan yang disampaikan warga. Ia meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta lebih berhati-hati dalam menerima kabar, khususnya yang tidak berasal dari sumber resmi atau tidak memiliki bukti jelas.

Baca Juga:
Pesona Posong 2025: Surga Tersembunyi di Lereng Sindoro yang Wajib Dikunjungi!

 

Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi darurat seperti banjir, yang dibutuhkan masyarakat adalah koordinasi serta kerja sama yang solid, bukan kabar-kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi yang salah tidak hanya menciptakan keresahan, tetapi juga berpotensi menghambat pergerakan tim-tim penyelamat yang sedang fokus membantu korban banjir, mendistribusikan bantuan, serta memulihkan akses jalur yang terdampak.

 

Pemeriksaan kendaraan di jalur utama dan sekitar SPBU Tanah Terban merupakan salah satu dari banyak upaya yang sedang dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali. Dengan banjir yang mulai surut, perhatian kini beralih pada pemulihan dan pembersihan. Warga yang kendaraannya terjebak banjir perlahan kembali datang untuk memeriksa kondisi mobil mereka. Beberapa dari mereka terlihat lega ketika mengetahui bahwa tidak terjadi hal-hal mengerikan sebagaimana diberitakan secara tidak benar. Aparat kepolisian tetap siaga, mendampingi warga dan memastikan wilayah tersebut aman dari potensi gangguan.

 

Sementara itu, tim lain dari kepolisian dan instansi terkait terus bergerak membantu membersihkan sisa-sisa lumpur yang memenuhi jalanan. Mereka juga memastikan bahwa jalan utama bisa segera dilalui kendaraan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. Banjir yang melanda Aceh Tamiang memang bukan yang pertama kali terjadi, tetapi penanganan yang cepat, koordinasi yang baik, serta komunikasi yang jelas menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan.

 

Muliadi menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan terhadap informasi palsu. Dalam situasi krisis, hoaks dapat menyebar lebih cepat dibandingkan fakta. Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk selalu mengecek ulang informasi sebelum mempercayainya, apalagi sebelum menyebarkannya. Setiap kabar yang tidak jelas sumbernya sebaiknya tidak langsung direspons atau dibagikan. Ia berharap masyarakat dapat membantu menciptakan suasana kondusif dengan tidak ikut menyebarkan kabar yang bisa menimbulkan kecemasan.

 

Di sisi lain, langkah turun langsung yang dilakukan Kapolres dan Dirbinmas Polda Aceh juga menjadi bentuk keteladanan bahwa aparat harus berada di garda terdepan untuk memberi rasa aman. Mereka menunjukkan bahwa isu sekecil apa pun, selama berpotensi memengaruhi ketertiban umum, harus segera ditangani dengan cepat dan terbuka. Transparansi dalam penanganan informasi semacam itu menjadi kunci untuk mencegah munculnya spekulasi-spekulasi baru yang dapat memicu keresahan.

 

Baca Juga:
Teknologi Kebanggaan Indonesia yang Bikin Dunia Panas Dingin: Lompatan Inovasi dari Tanah Air

Dengan selesainya proses penyisiran tersebut, masyarakat kini dapat kembali fokus pada proses pemulihan. Meski banjir menyisakan kerusakan yang tidak sedikit, langkah nyata yang dilakukan aparat setidaknya memberikan rasa tenang dan memastikan bahwa kabar buruk yang sempat beredar itu hanyalah isu. Kini, harapan terbesar masyarakat adalah agar situasi segera kembali normal, aktivitas kembali berjalan, dan proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung tanpa hambatan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita