PROLOGMEDIA – meskipun kecil dan sering ditampilkan hanya sebagai lalapan sederhana — menyimpan potensi luar biasa bagi kesehatan, terutama bagi wanita. Sayuran yang dikenal juga dengan nama latin Leunca ini ternyata kaya nutrisi dan senyawa aktif yang bisa mendukung banyak fungsi tubuh, dari mata hingga kulit. Berikut uraian lengkap manfaat leunca yang mungkin belum banyak diketahui, serta catatan penting jika Anda ingin memasukkannya ke dalam pola makan.
Leunca mengandung beragam nutrisi penting. Dalam 100 gram leunca, terdapat sekitar 38 kalori, disertai karbohidrat, protein, sedikit lemak, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Selain itu, leunca juga kaya akan vitamin (termasuk vitamin A dan C), serta senyawa alami seperti flavonoid, saponin, tanin, antosianin, dan berbagai antioksidan. Kombinasi nutrisi tersebut membuat leunca — meskipun tampak sederhana — memiliki potensi kesehatan yang luas.
Salah satu manfaat paling menonjol dari leunca adalah menjaga kesehatan mata. Kandungan vitamin A dalam leunca membantu mendukung fungsi retina dan menjaga ketajaman penglihatan, terutama dalam kondisi cahaya redup atau di malam hari. Selain itu, antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin dalam leunca membantu melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas dan paparan sinar ultraviolet. Dengan demikian, konsumsi leunca secara rutin dapat menurunkan risiko gangguan mata yang kerap muncul seiring bertambahnya usia, seperti katarak atau degenerasi makula.
Selain untuk mata, leunca turut mendukung kesehatan pencernaan. Kandungan serat di dalamnya membantu memperlancar gerak usus sehingga bisa mencegah sembelit dan membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Efek ini tidak hanya membuat buang air besar lebih lancar, tetapi juga membantu mengurangi keluhan seperti perut kembung atau gangguan pencernaan lainnya.
Bagi wanita, ada potensi tambahan dari leunca dalam membantu menjaga keseimbangan hormon. Senyawa fitokimia seperti flavonoid dan senyawa fenolik yang terkandung dalam leunca dipercaya bisa membantu menyeimbangkan kadar hormon seperti estrogen dan progesteron. Hal ini dapat memberikan manfaat dalam menjaga siklus menstruasi yang lebih stabil serta mengurangi gejala menjelang dan selama menstruasi (PMS) — meskipun perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efek ini secara ilmiah.
Tak kalah penting, leunca juga bisa membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Vitamin C dan antioksidan alami lainnya dalam leunca membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif sekaligus mendukung produksi sel imun. Dengan sistem imun yang lebih optimal, tubuh akan lebih tangguh terhadap infeksi, baik yang ringan seperti flu maupun gangguan yang lebih serius.
Baca Juga:
Lapangan Banteng Hadirkan Jakarta Water Fountain 2025, Atraksi Air Mancur dan Cahaya yang Memukau
Leunca juga dinilai dapat membantu menjaga kebersihan saluran kemih. Karena memiliki efek diuretik ringan, konsumsi leunca secara rutin bisa membantu meningkatkan produksi dan keluarnya urine. Dengan urine yang lebih lancar dan sering, peluang berkembangnya bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK) bisa berkurang — manfaat yang cukup relevan bagi banyak wanita.
Di sisi lain, leunca memiliki kandungan mineral seperti kalsium dan zat besi yang mendukung kesehatan tulang. Dengan konsumsi rutin, sayuran ini bisa membantu menjaga kepadatan dan kekuatan tulang, penting terutama bagi wanita yang memasuki usia menopause atau berisiko mengalami penurunan massa tulang.
Tak hanya organ dalam, leunca juga memberikan manfaat pada kesehatan kulit. Antioksidan seperti vitamin C, flavonoid, dan polifenol membantu melindungi kulit dari radikal bebas, yang bisa menyebabkan penuaan dini. Senyawa-senyawa ini membantu memperbaiki kerusakan jaringan kulit akibat paparan sinar matahari dan polusi, membantu menjaga kulit tetap sehat, cerah, dan tampak lebih muda.
Di balik semua potensi manfaat itu, penting untuk diingat bahwa konsumsi leunca perlu dilakukan dengan bijak. Leunca mengandung senyawa yang disebut solanin — terutama jika buah atau daun belum matang atau dikonsumsi mentah — dan jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi lambung. Oleh karena itu, lebih aman jika leunca dikonsumsi dengan cara direbus atau dimasak, bukan mentah dalam jumlah besar.
Bagi wanita yang ingin mendapatkan manfaat maksimal dari leunca, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Pilihlah leunca yang segar, bersihkan dengan air mengalir secara merata, dan masak dengan matang — misalnya dengan cara direbus, ditumis, atau dimasak bersama sayuran lain sebagai bagian dari hidangan sehari‑hari. Mengonsumsi leunca sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang, serta gaya hidup yang baik, akan membantu tubuh memanfaatkan nutrisi optimal tanpa risiko.
Namun, karena setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kesehatan yang berbeda-beda, sebaiknya jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu (misalnya gangguan pencernaan, gangguan ginjal, atau kondisi medis lain), konsultasikan dahulu dengan tenaga medis sebelum rutin mengonsumsi leunca.
Baca Juga:
Banten Siaga Tinggi Menghadapi Ancaman Rob, BMKG Beri Peringatan Penting bagi Warga Pesisir
Singkatnya: jangan remehkan leunca hanya karena tampilannya sederhana. Dengan kandungan nutrisi dan senyawa aktifnya, leunca bisa menjadi bagian dari strategi kesehatan alami — membantu menjaga mata, memperlancar pencernaan, memperkuat tulang, mendukung imun, menjaga kulit, hingga mendukung keseimbangan hormon. Kalau dikonsumsi dengan bijak dan konsisten, leunca bisa menjadi “senjata rahasia” bagi kesehatan wanita.









