Menu

Mode Gelap

Berita · 10 Des 2025 19:30 WIB

Srikandi Polwan Polres Langkat Hadirkan Senyum untuk Anak-Anak Korban Banjir


 Srikandi Polwan Polres Langkat Hadirkan Senyum untuk Anak-Anak Korban Banjir Perbesar

PROLOGMEDIA – Senyum ceria kembali menghiasi wajah anak-anak korban banjir di Dusun II Desa Sei Tualang, Kecamatan Binjai, setelah Srikandi Polwan Polres Langkat menghadirkan momen penuh keceriaan dan kehangatan melalui kegiatan trauma healing. Aksi peduli ini digelar pada Senin, 9 Desember 2025, bertempat di Mesjid Nurul Hasanah, sekaligus menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan melepas kepenatan pasca bencana.

 

Banjir yang melanda wilayah Langkat beberapa waktu lalu meninggalkan dampak yang cukup signifikan, tidak hanya dari sisi material, tetapi juga psikologis. Banyak anak-anak yang kehilangan rasa aman, mengalami stres, dan cenderung menarik diri dari aktivitas sosial sehari-hari. Menyadari hal ini, Srikandi Polwan Polres Langkat turun langsung ke lapangan untuk memberikan perhatian khusus kepada generasi muda, memastikan mereka mendapatkan dukungan emosional yang memadai agar proses pemulihan bisa berjalan optimal.

 

Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini menghadirkan berbagai permainan edukatif, sesi bercerita, hingga aktivitas kreatif yang memicu imajinasi anak-anak. Setiap permainan dirancang untuk membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, serta memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang menyenangkan. Polwan yang hadir juga aktif mendampingi anak-anak, mendengarkan cerita mereka, serta memberikan motivasi agar mereka tetap semangat meski baru saja melalui pengalaman sulit akibat banjir.

 

Selain kegiatan permainan, Srikandi Polwan juga menyelenggarakan sesi interaktif berbagi cerita. Anak-anak diajak untuk bercerita tentang pengalaman mereka selama bencana, ketakutan yang mereka rasakan, serta harapan mereka ke depan. Pendekatan ini tidak hanya membantu anak-anak melepaskan trauma, tetapi juga memberikan insight berharga bagi Polwan tentang kondisi psikologis yang dialami masyarakat. Keaktifan Polwan dalam mendampingi setiap anak menjadi kunci utama terciptanya suasana hangat dan penuh perhatian, membuat anak-anak merasa aman dan didukung sepenuhnya.

 

Kehadiran Polwan juga disambut antusias oleh para orang tua. Banyak dari mereka yang merasa lega melihat anak-anak dapat kembali tersenyum dan bermain dengan riang, meski situasi pasca banjir masih memerlukan perhatian serius. Para orang tua pun turut terlibat dalam beberapa aktivitas, sehingga tercipta interaksi positif antara masyarakat dan aparat kepolisian. Hal ini secara tidak langsung memperkuat ikatan sosial, sekaligus menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap keberadaan kepolisian sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum.

 

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menekankan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran yang sangat penting dalam pemulihan pasca bencana.

 

“Pemulihan masyarakat pasca bencana tidak hanya soal distribusi bantuan logistik atau perbaikan infrastruktur. Yang tak kalah penting adalah memastikan anak-anak merasa aman, didengarkan, dan mampu kembali tersenyum. Kehadiran Polres Langkat melalui Srikandi Polwan adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap aspek psikososial korban, terutama anak-anak. Dengan trauma healing ini, kami berharap mereka dapat bangkit dengan semangat baru, penuh keyakinan menghadapi masa depan,” ujar AKBP David Triyo Prasojo.

 

Baca Juga:
PB XIV Purbaya Lantik Penasihat dan Staf Khusus Keraton Solo, Wujudkan Sinergi Tradisi dan Modernitas

Inisiatif Srikandi Polwan ini menjadi bukti bahwa Polres Langkat memiliki perhatian yang menyeluruh terhadap masyarakat, tidak terbatas pada penegakan hukum dan keamanan. Kehadiran mereka sebagai pelayan dan pelindung masyarakat dalam situasi bencana menegaskan komitmen kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, serta memberikan dukungan nyata dalam berbagai aspek kehidupan.

 

Seorang warga Dusun II, ibu Siti Rohmah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Anak-anak saya senang sekali bisa bermain bersama ibu-ibu polisi. Mereka tidak hanya memberi permainan, tapi juga mendengarkan cerita anak-anak dengan sabar. Kami merasa lega karena anak-anak bisa tersenyum lagi setelah beberapa hari mengalami ketakutan akibat banjir,” ujarnya.

 

Kegiatan trauma healing yang dilakukan Srikandi Polwan ini juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dan empatik dalam setiap interaksi dengan masyarakat. Polwan tidak hanya hadir sebagai figur otoritatif, tetapi juga sebagai teman yang bisa dipercaya dan diandalkan oleh anak-anak. Hal ini menciptakan suasana yang menyenangkan, membuat anak-anak merasa nyaman untuk berbagi cerita, mengekspresikan emosi, dan membangun kembali kepercayaan diri mereka.

 

Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi Polwan sendiri. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mereka dapat memahami lebih dalam tantangan psikologis yang dihadapi anak-anak pasca bencana. Hal ini tentunya menjadi modal penting dalam merancang program-program kepolisian yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat atau bencana.

 

Tidak hanya berfokus pada anak-anak, kegiatan ini juga mengajarkan nilai kepedulian, empati, dan solidaritas kepada seluruh warga Desa Sei Tualang. Para Polwan yang bertugas menunjukkan bahwa setiap tindakan kecil dalam membantu sesama, seperti mendengarkan dan menghibur, dapat memiliki dampak yang besar bagi proses pemulihan masyarakat.

 

Dengan keberhasilan kegiatan ini, Polres Langkat berencana untuk terus menghadirkan program serupa di desa-desa lain yang terdampak bencana. Inisiatif ini diharapkan mampu membangun ketahanan psikologis anak-anak, memperkuat rasa kebersamaan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

 

Melalui langkah-langkah nyata seperti ini, Srikandi Polwan Polres Langkat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat adalah bagian integral dari tugas kepolisian. Kegiatan trauma healing yang mereka lakukan bukan sekadar momen hiburan, tetapi juga bagian dari proses pemulihan psikologis yang esensial bagi generasi muda yang menjadi korban bencana.

 

Baca Juga:
Roti’O Minta Maaf Usai Viral Tolak Pembayaran Tunai, Netizen Soroti Hak Konsumen

Dalam kesimpulannya, kehadiran Srikandi Polwan Polres Langkat di Dusun II Desa Sei Tualang bukan hanya menghadirkan senyum dan tawa bagi anak-anak, tetapi juga memberikan pesan kuat bahwa di tengah tantangan dan kesulitan, ada pihak yang peduli, siap mendengar, dan siap membantu masyarakat bangkit kembali. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai pelindung, pendamping, dan bagian dari komunitas yang mereka layani.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita