Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 11 Des 2025 20:56 WIB

Buah dan Sayur Supermarket Paling Tercemar Pestisida, Ini Cara Aman Konsumsinya


 Buah dan Sayur Supermarket Paling Tercemar Pestisida, Ini Cara Aman Konsumsinya Perbesar

PROLOGMEDIA – Dalam kunjungan rutin ke supermarket, banyak konsumen memilih buah dan sayur segar sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Namun, temuan terbaru mengingatkan bahwa tidak semua produk segar yang kita anggap sehat benar-benar bersih dari zat kimia berbahaya. Serangkaian pengujian menunjukkan bahwa beberapa jenis buah dan sayuran yang paling sering dikonsumsi justru memiliki residu pestisida dalam jumlah tinggi, suatu kenyataan yang menimbulkan kekhawatiran bagi konsumen yang peduli kesehatan.

 

Penelitian yang dilakukan terhadap berbagai sampel buah dan sayur di supermarket mengungkapkan sejumlah produk yang paling banyak mengandung residu pestisida. Anggur, jeruk bali, jeruk limau, pisang, paprika manis, melon, cabai, dan brokoli termasuk dalam daftar yang paling tinggi residu kimia. Data ini tidak hanya mengkhawatirkan, tetapi juga menunjukkan tren global yang serupa. Laporan internasional seperti Dirty Dozen yang dirilis oleh Environmental Working Group (EWG) menyatakan bahwa sejumlah besar sampel buah dan sayur mengandung lebih dari satu jenis residu pestisida, bahkan setelah dicuci dan diproses oleh badan pemerintahan seperti USDA dan FDA.

 

Pestisida digunakan di pertanian untuk melindungi tanaman dari hama, jamur, dan gulma serta untuk meningkatkan hasil panen. Meski penggunaannya diatur ketat oleh otoritas pangan, residu pestisida sering kali tertinggal pada permukaan buah dan sayur. Bahan kimia ini kadang tahan terhadap pencucian biasa, sehingga tetap menempel meski permukaannya tampak bersih. Lebih dari itu, pada produk yang termasuk daftar Dirty Dozen, tidak jarang ditemukan lebih dari lima puluh jenis pestisida berbeda pada satu sampel, karena metode pertanian skala besar biasanya mengombinasikan berbagai bahan kimia untuk melindungi tanaman dari berbagai ancaman.

 

Paparan residu pestisida sejak kecil maupun dalam jangka panjang telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Studi menunjukkan bahwa konsumsi buah dan sayur yang mengandung residu tinggi dapat berkontribusi pada gangguan hormonal, efek neurologis, gangguan perkembangan pada anak, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis. Walaupun tingkat residu biasanya berada di bawah batas aman yang ditetapkan regulasi pangan, kombinasi beberapa pestisida sekaligus dapat menimbulkan efek campuran (cocktail effect) yang masih kurang dipahami. Risiko ini terutama penting bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan mereka dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

 

Baca Juga:
Harley-Davidson Gebrak MotoGP 2026! Bagger World Cup Siap Mengguncang Lintasan

Para pakar gizi menekankan bahwa meskipun ada kekhawatiran terhadap residu pestisida, menghindari konsumsi buah dan sayur sama sekali bukan solusi. Buah dan sayur tetap penting sebagai sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Risiko kesehatan akibat kurang mengonsumsi sayur dan buah jauh lebih besar dibandingkan paparan residu pestisida tingkat rendah. Oleh karena itu, para ahli mendorong konsumen untuk mengambil langkah cerdas, seperti mencuci buah dan sayur dengan air bersih secara menyeluruh, mengupas kulit luar pada buah dengan kulit tebal seperti jeruk bali atau melon, serta memilih produk organik, terutama untuk jenis yang paling tinggi residu pestisida. Mengkombinasikan berbagai jenis buah dan sayur dalam pola makan juga dianjurkan untuk meminimalkan paparan zat kimia tertentu.

 

Selain itu, laporan membandingkan daftar buah dan sayur dengan residu tinggi, yang dikenal sebagai Dirty Dozen, dengan daftar Clean Fifteen, yaitu buah dan sayur yang relatif lebih aman karena kandungan residu pestisida lebih rendah setelah diuji. Produk seperti avokad, jagung manis, nanas, bawang, dan pepaya termasuk dalam kategori Clean Fifteen karena kulitnya tebal atau strukturnya yang sulit ditembus pestisida. Hal ini memberikan panduan bagi konsumen untuk tetap mengonsumsi produk segar tanpa mengorbankan kesehatan.

 

Meski ada pedoman praktis, konsumen menghadapi hambatan nyata. Akses ke produk organik masih terbatas di banyak wilayah di Indonesia, sementara harga buah dan sayur organik biasanya lebih tinggi dibandingkan versi konvensional. Di samping itu, cara pencucian rumah tangga hanya mampu mengurangi sebagian residu pestisida yang menempel, sedangkan pestisida yang telah meresap ke jaringan buah atau sayur tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Kondisi ini menuntut konsumen untuk lebih cermat dan bijak dalam memilih serta mengolah makanan segar.

 

Temuan bahwa buah dan sayur di supermarket mengandung residu pestisida tinggi seharusnya meningkatkan kesadaran, bukan menimbulkan kepanikan. Edukasi konsumen mengenai cara belanja yang cerdas, teknik pembersihan yang efektif, dan pemahaman tentang manajemen risiko konsumsi pestisida menjadi kunci untuk menjaga pola makan sehat sekaligus aman. Dengan informasi yang tepat, konsumen dapat menyeimbangkan antara kebutuhan nutrisi dari buah dan sayur serta meminimalkan paparan terhadap zat kimia yang tidak diinginkan, sebuah langkah penting untuk hidup sehat di tengah tantangan pangan modern.

 

Baca Juga:
Banten Dorong Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Ekonomi Sirkular

Kesadaran ini juga mendorong produsen dan distributor untuk lebih memperhatikan keamanan pangan dan transparansi dalam rantai pasokan. Perlindungan konsumen terhadap residu pestisida bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari upaya sistemik untuk menciptakan pangan yang aman dan berkualitas tinggi. Dengan demikian, setiap langkah kecil — dari memilih, mencuci, hingga mengolah makanan — menjadi bagian dari strategi besar menjaga kesehatan masyarakat di era modern.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Pemkab Serang, Sartini Warga Petir Dapat Bantuan dan Penanganan Medis

27 Januari 2026 - 12:15 WIB

Latihan Beban Bukan Sekadar Otot: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat bagi Wanita

2 Januari 2026 - 17:41 WIB

Deretan Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Energi, Saraf, dan Kesehatan Tubuh

1 Januari 2026 - 01:35 WIB

6 Latihan Upper Body Efektif untuk Membentuk Tubuh Kuat dan Proporsional

1 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gaya Makan Sehat Milenial: Tren, Tips, dan Langkah Awal Menuju Hidup Lebih Fit

26 Desember 2025 - 19:55 WIB

8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet

26 Desember 2025 - 19:32 WIB

Trending di Kesehatan