Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Des 2025 18:03 WIB

Keselamatan Jadi Fokus Utama, ASDP Siaga Penuh Hadapi Layanan Nataru 2026


 Keselamatan Jadi Fokus Utama, ASDP Siaga Penuh Hadapi Layanan Nataru 2026 Perbesar

PROLOGMEDIA – Memasuki periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, perhatian terhadap keselamatan penumpang dan kendaraan menjadi fokus utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Perusahaan pelayaran milik negara ini mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan layanan penyeberangan tetap aman, terkendali, dan nyaman meskipun cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi selama puncak musim hujan. Fokus perhatian ini terutama ditujukan pada lintasan Merak–Bakauheni, jalur penyeberangan tersibuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan terjadi lebih awal di wilayah barat Indonesia, yakni pada November hingga Desember 2025. Perpindahan cuaca ini kemudian akan meluas ke wilayah selatan dan timur Indonesia pada Januari hingga Februari 2026. Di sekitar Pelabuhan Merak, arus permukaan laut tercatat meningkat sejak awal November, dengan kecepatan berkisar antara 32 hingga 103 cm per detik. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan operasional penyeberangan, karena arus yang lebih cepat berpotensi mempengaruhi keselamatan kapal dan kenyamanan penumpang.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menekankan bahwa dinamika cuaca yang tidak menentu tidak boleh mengurangi standar keselamatan layanan. Menurutnya, setiap keputusan operasional harus berpijak pada prinsip kehati-hatian dan perlindungan pengguna jasa. “Cuaca ekstrem tidak bisa kita kendalikan, tetapi kesiapsiagaan bisa dan harus kita siapkan. Keselamatan adalah prioritas utama, dan itu menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan operasional ASDP,” ujarnya tegas.

Untuk menghadapi risiko tersebut, ASDP telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang matang di empat cabang utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Upaya antisipatif yang dilakukan mencakup kesiapan tugboat sebagai pendukung operasional kapal, peningkatan kesiapan armada, penguatan fasilitas pelabuhan, hingga penyempurnaan sistem komunikasi dan informasi. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca secara real-time, serta dengan regulator seperti Syahbandar dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk memastikan keputusan buka-tutup pelabuhan dapat dilakukan secara tepat dan aman.

“Kecepatan informasi dan ketepatan koordinasi menjadi kunci keselamatan di tengah cuaca yang dinamis. Karena itu, kami memastikan seluruh pihak bergerak dalam satu komando. Tidak ada ruang untuk kesalahan, terutama ketika ribuan kendaraan dan penumpang menunggu giliran untuk menyeberang,” jelas Heru.

Keselamatan sebagai prioritas utama juga ditegaskan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan transportasi harus mengutamakan keselamatan di tengah situasi cuaca yang tidak dapat diprediksi. “Kondisi cuaca tidak bisa kita hindari dan kendalikan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dengan mengutamakan keselamatan menjadi hal yang mutlak. Setiap kebijakan yang diambil harus selalu mengedepankan perlindungan terhadap pengguna jasa,” katanya.

Baca Juga:
Wisata Petik Alpukat di Bojonegoro Tawarkan Sensasi Panen Langsung dari Pohon dan Pesona Agrowisata Pedesaan

Selain fokus pada keselamatan, pengelolaan arus penyeberangan juga diperkuat agar perjalanan tetap lancar. Pemerintah menerapkan sistem pembagian pelabuhan berdasarkan golongan kendaraan, dengan pengaturan di sisi Jawa melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara, dan Krakatau Bandar Samudera. Sementara di sisi Sumatra, pengaturan dilakukan melalui Pelabuhan Bakauheni, Panjang, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu. Sistem ini dilengkapi dengan delaying system, yang bertujuan mengendalikan kedatangan kendaraan dan mencegah penumpukan di pelabuhan.

Dari sisi operasional, ASDP menyiapkan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti Rest Area KM 43, KM 68, serta area Pelabuhan Indah Kiat, yang dapat difungsikan sebagai lokasi penampungan tambahan. Untuk lintasan Merak–Bakauheni, sebanyak 28 unit kapal dioperasikan dalam kondisi normal, dan jumlah ini dapat ditingkatkan menjadi 33 unit kapal pada puncak arus penyeberangan. Penambahan armada ini dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memastikan kesiapan armada sesuai kebutuhan.

Kesiapan fasilitas pendukung juga tidak kalah penting. Pelabuhan Merak menyiagakan tiga posko kesehatan, 31 toll gate, 217 titik CCTV, serta 131 unit toilet untuk mendukung kenyamanan dan keamanan penumpang. Sementara Pelabuhan Bakauheni dilengkapi dua posko kesehatan, 92 unit toilet, 167 titik CCTV, serta 27 loket dan vending machine untuk melayani masyarakat dengan optimal. Keberadaan fasilitas ini memastikan bahwa penumpang tidak hanya dapat menyeberang dengan aman, tetapi juga tetap nyaman selama berada di pelabuhan.

Kesiapan yang matang ini mendapat apresiasi dari Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, saat melakukan peninjauan langsung di Pelabuhan Merak. “Saya mengapresiasi kerja sama dan kolaborasi yang terus dibangun ASDP. Kehadiran dan kesiapan ini penting untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman. Ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan operator pelayaran,” ujarnya.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, mematuhi arahan petugas di pelabuhan maupun di atas kapal, serta tidak memaksakan perjalanan jika kondisi tidak memungkinkan. ASDP menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan semua pihak harus berperan aktif dalam menjaga keamanan perjalanan.

Heru Widodo menutup penjelasannya dengan menegaskan komitmen perusahaan. “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. ASDP akan terus memastikan setiap penyeberangan berlangsung aman, tertib, dan mengedepankan perlindungan pengguna jasa. Kami siap menghadapi cuaca ekstrem dengan kesiapsiagaan maksimal agar seluruh penumpang dapat tiba dengan selamat dan nyaman,” ujarnya.

Baca Juga:
IKN Makin Seksi! Investor Swasta Berbondong-bondong, Peluang Cuan Buat Anak Muda!

Dengan langkah-langkah ini, PT ASDP Indonesia Ferry memastikan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru bagi masyarakat Indonesia dapat berlangsung lancar, aman, dan menyenangkan, tanpa terganggu oleh risiko cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi selama musim hujan. Kesiapsiagaan dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan setiap penumpang yang menyeberang, sekaligus menunjukkan profesionalisme perusahaan dalam melayani transportasi laut di tanah air.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita