PROLOGMEDIA – Sejak pagi hari, suasana di lintas kereta api selatan Jawa Barat tampak berbeda dari biasanya. Bukan hanya lalu lalang kereta penumpang dan barang biasa yang terlihat, melainkan rangkaian kereta berbalut desain klasik nan elegan yang mencuri perhatian masyarakat dan para penggemar kereta api. Wajahnya membawa nuansa masa lalu yang dipadu dengan pesona modern, sebuah kombinasi yang jarang terlihat di rel-rel kereta Indonesia. Inilah sesosok kereta wisata mewah yang tengah diuji coba oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai bagian dari persiapan peluncuran layanan terbaru mereka.
Kereta ini dikenal sebagai Heritage Class, sebuah rangkaian khusus yang didesain sedemikian rupa untuk menghadirkan pengalaman perjalanan berbeda dari kereta pada umumnya. Pada Rabu pagi, rangkaian kereta tersebut melakukan uji coba dinamis menjelang peluncuran operasionalnya, menyusuri jalur rel dari Manggarai, melintasi Bogor, Sukabumi, hingga Cianjur. Masyarakat yang berada di sepanjang rute terkejut sekaligus antusias menyaksikan sosok kereta yang selama ini hanya sekilas terlihat di foto–foto teaser media sosial. Kali ini, kereta itu benar‑benar tampil nyata di depan mata mereka.
Pemandangan rangkaian kereta wisata ini sungguh memikat. Dua gerbong utama Heritage Class tampil mencolok dengan balutan dominan warna hijau emerald yang halus, dipadu aksen krem dan ornamen emas yang menghadirkan kesan elegan dan anggun. Permukaan luar kereta berkilau tertimpa sinar matahari pagi, seolah membawa penumpang kembali ke masa keemasan perjalanan kereta api klasik. Ornamen‑ornamen itu bukan sekadar hiasan semata, melainkan simbol dedikasi terhadap detail dan estetika. Begitu pula interiornya yang tak kalah menawan: kursi‑kursi berlapis kain berwarna emerald berpadu dengan nuansa hangat cokelat kayu, menciptakan suasana yang nyaman sekaligus mewah.
Di setiap jendela, gorden dengan warna senada menambah sentuhan klasik. Dinding‑dinding dilapisi ornamen kayu dengan detail yang rapi, sementara lampu‑lampu klasik menggantung lembut di atas kepala penumpang, memancarkan cahaya hangat yang menenangkan. Rangkaian Heritage Class bukan sekadar sarana transportasi, melainkan ruang yang mengajak penumpang menikmati perjalanan layaknya sebuah pengalaman estetis — seperti sebuah kapsul waktu yang membawa penumpang mundur ke masa lampau sambil tetap merasakan kenyamanan modern.
Tak berhenti pada dua gerbong utama, rangkaian uji coba ini juga dilengkapi dengan fasilitas lain seperti kereta makan, tempat bagi penumpang bersantap sambil menikmati pemandangan sepanjang rel. Ada pula kereta pembangkit yang memastikan operasi listrik dan fasilitas dalam kereta tetap berjalan lancar, serta dua gerbong kelas eksekutif yang menambah kapasitas dan pilihan untuk calon penumpang. Keseluruhan rangkaian didesain sedemikian rupa agar perjalanan tidak hanya cepat, tetapi juga sarat dengan kenyamanan dan pengalaman unik.
Nama yang akan disandang kereta ini saat resmi beroperasi adalah Kereta Api Jaka Lalana, yang dipilih karena memiliki makna filosofis yang mendalam. Diambil dari bahasa Sunda, “Jaka Lalana” berarti “laki‑laki yang suka mengembara”, melambangkan semangat petualangan dan penjelajahan, yang diharapkan menjadi karakter utama dari perjalanan wisata ini. Nama ini sengaja dipilih untuk mencerminkan tujuan layanan kereta ini: bukan sekadar moda transportasi biasa, namun medium untuk menikmati perjalanan dengan cara berbeda, yang mengajak penumpang untuk berkelana dengan penuh rasa ingin tahu dan romantisme.
Rencana besar di balik uji coba ini adalah peluncuran resmi Jaka Lalana pada pertengahan Desember 2025, tepatnya Minggu, 14 Desember. Pada hari tersebut, kereta akan resmi melayani rute dari Stasiun Gambir di Jakarta menuju Stasiun Cianjur, dengan pemberhentian di total 17 stasiun sepanjang perjalanan. Setiap stasiun yang disinggahi merupakan titik strategis yang tidak hanya menjadi akses transportasi, tetapi juga potensi pintu gerbang ke destinasi wisata menarik di sepanjang jalur selatan Jawa Barat.
Baca Juga:
Maggot di Koja: Inovasi Warga Atasi 50 Ton Sampah Organik Per Hari
Perjalanan yang direncanakan memakan waktu sekitar 4 jam 45 menit ini menghadirkan kesempatan bagi penumpang untuk menikmati panorama alam yang memukau. Rutenya melalui berbagai lanskap — dari padatnya kawasan metropolitan Jakarta, pemandangan hijau di Bogor, keindahan alam Sukabumi, hingga area pedesaan yang tenang di Cianjur. Jalur ini tidak hanya sekadar memindahkan penumpang dari satu titik ke titik lain, namun juga memperkaya pengalaman visual sekaligus emosional para penumpang. Melihat deretan bukit, area persawahan, dan hutan‑hutan kecil dari jendela kereta menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan Jaka Lalana.
Tidak hanya bagi penumpang, antusiasme terhadap keberadaan kereta ini juga terasa di kalangan pemerintah daerah dan pelaku pariwisata. Kehadirannya dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata yang selama ini dianggap kurang tersentuh oleh transportasi publik yang cepat dan nyaman. Daerah‑daerah seperti Sukabumi dan Cianjur, yang menjadi titik utama dalam rute perjalanan, berharap layanan ini dapat menjadi penggerak baru dalam sektor pariwisata. Dengan akses yang lebih mudah dan nyaman, wisatawan dari Jakarta dan daerah lain di Jawa bisa lebih mudah mengunjungi tempat‑tempat menarik di selatan Jawa Barat.
Beberapa pihak juga melihat adanya tantangan di sisi infrastruktur pendukung. Sebagian wilayah, khususnya sekitar stasiun di Sukabumi, dinilai masih perlu penataan untuk menyambut lonjakan wisatawan yang diprediksi meningkat. Hal ini mencakup penataan akses menuju objek wisata dari stasiun, pengaturan transportasi lanjutan, serta kesiapan fasilitas publik yang nyaman bagi pengunjung. Langkah ini penting agar pengalaman wisata tidak terhenti hanya di dalam kereta, tetapi berlanjut hingga destinasi yang dituju.
Kendati demikian, optimisme tetap tinggi. Para pelaku usaha di sektor pariwisata berharap Jaka Lalana dapat membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi lokal. Restoran, hotel, penyedia jasa wisata, hingga pedagang kecil di sepanjang jalur perjalanan berpotensi merasakan dampaknya secara langsung. Tidak sedikit yang bersiap menyesuaikan diri terhadap perubahan arus wisatawan, termasuk menyediakan paket wisata terpadu yang memanfaatkan keberadaan kereta ini.
Bagi penggemar kereta api dan sejarah transportasi, keberadaan rangkaian Heritage Class ini juga membawa nuansa nostalgia yang kuat. Beberapa bagian rangkaian ini merupakan modifikasi dari kereta‑kereta tua yang telah direstorasi dengan telaten, menjadikan setiap detailnya bukan sekadar estetika modern, melainkan juga penghormatan terhadap warisan sejarah perkeretaapian di Indonesia. Kereta‑kereta ini membawa cerita panjang tentang perjalanan rel kereta api di Nusantara, di mana masa lalu dan masa kini bersatu dalam sebuah perjalanan.
Persiapan uji coba yang matang dari sisi teknis menunjukkan komitmen serius KAI dalam memastikan semua aspek operasional berjalan lancar ketika Jaka Lalana resmi diluncurkan. Mulai dari uji dinamika kereta di lintasan, pencocokan jadwal pemberhentian tiap stasiun, hingga simulasi kenyamanan penumpang telah dilakukan secara bertahap. Tidak hanya sekadar uji coba visual, proses ini menjadi langkah penting bagi KAI untuk memastikan layanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua penumpang.
Baca Juga:
Cilegon Jadi Pusat Perhatian Olahraga Banten! Persiapan Matang untuk 3 Event Sekaligus
Seiring detik‑detik menuju peluncuran resmi semakin dekat, berbagai pihak menunggu dengan penuh antusias. Tidak hanya sekadar soal moda transportasi baru, tetapi tentang cara baru melihat perjalanan — bahwa sebuah perjalanan tidak lagi hanya soal sampai tujuan, tetapi tentang kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan itu sendiri.









