PROLOGMEDIA – Di dapur rumah yang sederhana sekalipun, bahan-bahan yang paling sederhana bisa berubah menjadi sesuatu yang luar biasa. Salah satunya adalah jenis cabai yang dikenal dengan nama cabe gendot—cabai yang bentuknya mungil namun memiliki reputasi pedas yang kuat, bahkan sering disebut lebih tajam dari cabai rawit biasa. Banyak orang yang merasa ragu mengolah cabe gendot karena takut rasanya akan terlalu pedas, namun faktanya, dengan teknik pengolahan yang tepat, cabe ini justru bisa menjadi sajian keluarga yang nikmat, aromatik, dan tidak menyengat di lidah seperti yang dibayangkan banyak orang.
Permasalahan pedas yang melekat pada cabe gendot sebenarnya bukanlah hal yang tak bisa diatasi. Sensasi pedas yang kuat berasal dari zat kimia bernama capsaicin, yang terkonsentrasi terutama pada biji dan selaput putih di dalam cabai. Hal ini membuat langkah pertama dalam mengolah cabe gendot agar lebih bersahabat dengan lidah adalah membersihkan bagian-bagian tersebut secara teliti. Ketika biji dan selaput dihilangkan, tingkat kepedasan bisa berkurang secara signifikan. Proses ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian—belah cabai memanjang, lalu keluarkan seluruh biji dan potongan putihnya dengan hati-hati agar daging cabai tetap utuh dan tidak rusak. Setelah itu, cuci bagian dalamnya dengan air mengalir untuk memastikan bahwa sisa capsaicin ikut terbuang. Dengan begitu, aroma langu yang sering muncul saat cabai dipanaskan juga berkurang, sehingga aroma masakan menjadi lebih bersih dan wangi.
Langkah kedua yang sering diabaikan oleh banyak orang ternyata sangat efektif dalam menurunkan tingkat pedas: perendaman dalam air selama sekitar 20 menit. Setelah cabai dibersihkan dari bijinya, merendamnya dalam air suhu ruang memungkinkan air masuk ke dalam serat cabai secara perlahan, membawa sebagian besar capsaicin keluar dari permukaan cabai. Tahap ini tidak hanya menurunkan rasa pedas, tetapi juga membuat tekstur cabai menjadi lebih lentur dan tidak mudah hancur saat dimasak. Bagi yang baru mencoba teknik ini, prosesnya sederhana: siapkan sebuah mangkuk besar berisi air, tekan perlahan agar seluruh bagian cabai terendam, dan biarkan menunggu. Tak terasa, cabai yang tadinya dikenal “menyeramkan” bagi yang tidak tahan pedas menjadi lebih ramah di lidah—tanpa kehilangan karakter khasnya sebagai cabai yang aromatik.
Namun langkah teknis saja tidak cukup tanpa memberikan ruang bagi bumbu untuk meresap ke dalam daging cabai. Karena struktur dagingnya yang tebal, bumbu cenderung hanya menempel di permukaan luar jika cabai tidak diperlakukan khusus. Di sinilah langkah menusuk permukaan cabai dengan garpu atau tusuk sate menjadi trik penting. Dengan membuat banyak lubang kecil secara merata di seluruh permukaan cabai, bumbu yang ditambahkan saat memasak bisa meresap jauh ke dalam serat cabai. Hal ini tidak hanya mempercepat proses memasak, tetapi juga menghasilkan rasa yang lebih seimbang antara manis, gurih, dan pedas yang sudah dikurangi. Tusukan kecil ini juga membantu melepaskan sisa capsaicin yang masih mungkin tertinggal, sehingga cabai terasa lebih lembut.
Tahapan berikutnya adalah merebus cabe gendot secara singkat. Teknik ini dikenal dalam dunia kuliner sebagai blanching, yaitu merebus bahan makanan dalam air mendidih selama waktu yang sangat singkat, lalu langsung mendinginkannya. Untuk cabe gendot, cukup rebus sekitar 30 sampai 40 detik saja sampai cabai terlihat sedikit layu, kemudian segera angkat dan siram dengan air dingin agar proses pemasakan berhenti. Pemanasan singkat ini memecah sebagian senyawa capsaicin tanpa membuat cabai menjadi lembek. Struktur dan warna cabai pun tetap menarik, sehingga siap diolah lebih lanjut menjadi hidangan menarik.
Baca Juga:
Ratu Ati Marliati Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Cilegon 2025–2030
Saat semua langkah teknis pengurangan pedas sudah dilakukan, proses memasak sebenarnya bisa dimulai. Salah satu cara termudah adalah dengan membuat tumis cabe gendot manis gurih. Dengan bahan sederhana seperti bawang merah, bawang putih, kecap manis, gula, dan sedikit garam, tumisan ini menjadi contoh sempurna bagaimana bahan yang awalnya pedas bisa berubah menjadi sajian rumahan yang lezat dan aman dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Tumis bawang hingga harum, masukkan cabe gendot yang sudah diproses, kemudian tambahkan kecap manis dan gula untuk menyeimbangkan rasa. Secara bertahap, aroma manis gurih akan menguar dari wajan, menciptakan masakan yang tampak sederhana namun penuh rasa. Air sedikit ditambahkan agar bumbu meresap sempurna, menghasilkan tekstur cabai yang lembut dan berkilau di atas piring saji.
Tidak hanya sebagai lauk sederhana, cabe gendot yang sudah diproses ini bisa diolah menjadi menu spesial yang lebih kreatif. Salah satunya adalah cabe gendot isi ayam cincang, yang cocok disajikan saat ada tamu atau saat ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda di meja makan. Isian dari ayam cincang yang sudah dibumbui dengan bawang putih, garam, dan merica memberikan rasa gurih yang berpadu dengan lembutnya daging cabai. Setelah cabai dibelah dan diisi dengan campuran ayam, proses menumis perlahan membuat daging ayam matang sempurna sekaligus menyebarkan rasa sedap ke seluruh bagian cabai. Penambahan kecap asin di tahap akhir memberikan kedalaman rasa yang tak terduga dari bahan sederhana ini.
Bagi yang ingin hidangan berkuah, pilihan cabe gendot kuah kuning santan ringan bisa menjadi jawaban. Dalam masakan ini, perpaduan rempah seperti kunyit dan jahe memberikan aroma hangat yang cocok untuk disajikan saat cuaca dingin atau saat keluarga berkumpul di rumah. Kuah santan yang creamy namun ringan memeluk lembut cabai yang sudah dirawat melalui proses pengurangan pedas, menciptakan sensasi makan yang hangat, gurih, dan tetap nikmat tanpa membuat lidah terbakar.
Tak hanya untuk hidangan gurih, cabe gendot juga bisa dijadikan cemilan modern yang menarik, seperti cabe gendot panggang isi keju mozzarella. Teknik memanggang dalam oven atau menggunakan air fryer membuat bagian luar cabai sedikit mengering namun tetap lembut di dalam. Keju mozzarella yang meleleh di dalamnya memberikan sensasi gurih yang menutupi rasa pedas sepenuhnya, sehingga cocok dinikmati sebagai camilan sore atau pembuka saat acara keluarga.
Baca Juga:
SDN Bojongloa Bebas Genangan: PUPR Temukan Solusi, Relokasi Sekolah Jadi Pertimbangan Utama
Melihat semua cara pengolahan ini, jelas bahwa cabe gendot bukan lagi sekadar cabai yang menakutkan karena pedasnya. Dengan langkah-langkah yang benar, cabai ini justru bisa menjadi bahan serbaguna di dapur rumah. Dari tumisan sederhana, isian ayam gurih, hingga hidangan berkuah dan cemilan modern, cabe gendot yang sudah diproses dengan cermat mampu menyuguhkan cita rasa yang beragam dan menggugah selera. Keberanian mencoba dan ketelitian dalam mengolahnya membuka peluang bagi banyak orang untuk menikmati bahan lokal yang sebelumnya dianggap “terlalu pedas” bagi kebanyakan lidah. Kini, cabe gendot bukan hanya sekadar bahan pedas ekstrem di video konten kuliner, tetapi juga bagian dari hidangan rumah tangga yang hangat, nikmat, dan penuh rasa.









