Menu

Mode Gelap

Berita · 15 Des 2025 12:31 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Induk Kramat Jati, 16 Mobil Damkar Dikerahkan


 Kebakaran Hebat Landa Pasar Induk Kramat Jati, 16 Mobil Damkar Dikerahkan Perbesar

PROLOGMEDIA – Pagi itu, suasana Jalan Raya Bogor di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, berubah drastis dari aktivitas pasar yang biasa dipenuhi riuh rendah jual‑beli menjadi pemandangan dramatis yang dipenuhi asap hitam pekat. Sekitar pukul 07.24 WIB, sebuah insiden kebakaran besar menggemparkan pedagang, pengunjung, dan warga sekitar pasar yang biasanya sibuk sejak subuh. Api yang tiba‑tiba menyala dengan cepat menarik perhatian semua orang, membuat suasana lengang berubah menjadi panik dan tegang dalam hitungan menit. Api yang membesar itu kemudian memicu respons cepat dari tim pemadam kebakaran dan aparat setempat karena potensi kerugian materiil dan dampak sosial yang besar dari kejadian ini.

Begitu mendapatkan laporan, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tidak kurang dari 16 unit mobil pemadam kebakaran lengkap dengan puluhan personel diterjunkan untuk menghadapi kobaran api yang melahap bagian tengah pasar. Dengan sirene meraung dan lampu yang berkedip, armada damkar mendesak masuk ke area pasar yang sempit dengan tujuan memadamkan api secepat mungkin, sembari meminimalkan risiko meluasnya kebakaran ke kios‑kios lain yang berada di sekitar lokasi awal. Petugas tiba di lokasi tidak lama setelah panggilan darurat diterima, menunjukkan koordinasi respons yang baik antara masyarakat dengan aparat pemadam kebakaran di daerah tersebut.

Penyebab kebakaran awalnya belum langsung diketahui secara pasti. Namun, setelah investigasi awal, petugas menemukan titik api di salah satu toko plastik yang berada di dalam pasar. Toko tersebut menyimpan berbagai jenis bahan plastik yang mudah terbakar, termasuk kemasan, wadah, dan produk akhir yang rentan terhadap percikan api. Ketika api mulai menyala di area toko tersebut, ia dengan cepat merambat karena sifat bahan yang mudah meledakkan kobaran api, dan tertiup angin pagi yang mendorong garis api berkobar hingga ke kios‑kios di sekitarnya. Api juga sempat memicu suara ledakan kecil saat beberapa material plastik dan kemasan bahan ringan ikut terbakar dan bereaksi terhadap panas yang tinggi, menambah kekhawatiran dan kecemasan warga di lokasi.

Melihat api yang semakin membesar, para pedagang dan kuli panggul yang berada di pasar segera berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka. Beberapa berdiri menyaksikan dengan cemas sejak awal kobaran api, sementara yang lain berusaha mengeluarkan barang dagangan dan perlengkapan lain dari kios mereka sebelum api merembet lebih luas. Momen‑momen menyelamatkan barang dagangan itu direkam oleh beberapa saksi mata, menunjukkan bagaimana para pedagang dalam sekejap harus memutuskan antara menyelamatkan dagangan atau menyelamatkan diri mereka sendiri dari bahaya api yang terus menjulang tinggi.

Lalu lintas di Jalan Raya Bogor, salah satu jalan utama yang membentang di samping pasar tersebut, turut terdampak akibat kejadian ini. Sejak pagi hari, kepadatan lalu lintas mulai meningkat tajam ketika warga berhenti untuk menyaksikan kebakaran atau mencari jalan alternatif. Kemacetan parah terjadi di kedua arah jalan, dari arah Depok menuju Jakarta dan sebaliknya, karena kendaraan bergerak sangat lambat akibat perlambatan dan arahan petugas di lokasi. Banyak pengendara terpaksa berhenti dan mencari rute lain untuk menghindari antrian panjang, sementara beberapa petugas kepolisian lalu lintas dikerahkan untuk membantu pengaturan arus agar tidak semakin parah.

Walaupun api sempat berkobar cukup besar pada awalnya, upaya bertubi‑tubi dari para pemadam kebakaran akhirnya mulai menunjukkan hasil. Dengan strategi pengerahan air dan busa pemadam yang terus diminumkan ke titik api utama serta bantuan peralatan canggih, kobaran api perlahan dapat dikendalikan. Bahkan, tim damkar juga memanfaatkan dua unit robot pemadam LUF‑60, robot canggih yang mampu menjangkau area sempit dan titik panas yang sulit diakses manusia, sehingga proses pemadaman bisa lebih cepat dan efisien tanpa menempatkan petugas pada risiko besar secara langsung.

Baca Juga:
Banten Prioritaskan Pekerja Informal: Andra Soni Genjot Perluasan Jaminan Sosial!

Selama berjam‑jam berjibaku melawan api, sedikitnya 95 personel damkar secara bergantian bekerja tanpa henti untuk memastikan kobaran api benar‑benar padam. Mereka menyisir satu per satu area pasar yang terdampak, memadamkan titik api kecil yang masih menyisakan bara, dan memastikan tidak ada kobaran api tersembunyi di balik tumpukan barang dagangan atau bangunan pasar. Upaya ini tidak hanya melibatkan pemadaman, tetapi juga pencegahan potensi kebakaran susulan yang bisa muncul akibat material yang masih menyimpan panas.

Untungnya, dari sisi keselamatan, saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Aparat kepolisian dan petugas medis yang hadir di lokasi juga melakukan pemeriksaan terhadap pedagang dan warga sekitar untuk memastikan tidak ada yang mengalami luka serius akibat kebakaran ini. Beberapa pedagang sempat mengalami sesak napas akibat asap, namun segera mendapatkan pertolongan di tempat yang lebih aman oleh tim kesehatan di lokasi. Petugas kepolisian pun memasang garis polisi di area yang sudah dipadamkan untuk membatasi area investigasi dan menjaga barang bukti dari kerusakan tambahan.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta turut menanggapi kejadian ini dengan menekankan bahwa keselamatan pedagang dan warga sekitar merupakan prioritas utama. Ia meminta semua pihak untuk fokus pada upaya pemulihan dan dukungan bagi para pedagang yang mengalami kerugian akibat kebakaran. Karena pasar induk seperti Kramat Jati memiliki peran penting sebagai salah satu pusat distribusi komoditas pangan terbesar di Jakarta dan wilayah sekitarnya, gangguan di pasar ini berpotensi memengaruhi pasokan dan harga kebutuhan pokok bila tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk membentuk tim investigasi khusus yang bertugas menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini secara komprehensif. Tim ini akan menggandeng berbagai pihak teknis, termasuk ahli kebakaran dan instansi terkait lainnya, untuk memastikan bahwa kejadian serupa bisa diminimalisir di masa depan. Investigasi ini tidak hanya akan melihat dari sisi penyebab awal, tetapi juga aspek pengelolaan pasar, sistem kelistrikan, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kebakaran, dan kesiapan fasilitas pemadam di lingkungan pasar tradisional.

Dampak kebakaran seperti ini sangat dirasakan oleh banyak pedagang kecil yang menggantungkan hidup mereka pada aktivitas pasar. Banyak dari mereka kehilangan barang dagangan dan sumber penghasilan dalam sekejap. Masyarakat dan lembaga sosial pun mulai menggalang bantuan bagi para korban, baik dalam bentuk bahan pokok, modal usaha, maupun bantuan psikologis untuk membantu mereka bangkit selepas musibah ini.

Baca Juga:
Historia Bisnis Perpindahan Kebun Sawit Salim ke Negeri Jiran

Insiden kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati ini menyisakan pelajaran penting tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya kebakaran di pasar tradisional yang penuh aktivitas. Kepedulian bersama antara aparat, pedagang, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk memperkuat sistem keamanan dan memastikan tempat ekonomi vital seperti pasar tetap menjadi sumber kehidupan yang aman bagi semua warga.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita