Menu

Mode Gelap

Wisata · 16 Des 2025 16:57 WIB

Lima Gunung Favorit di Jawa Barat yang Wajib Masuk Daftar Pendakian


 Lima Gunung Favorit di Jawa Barat yang Wajib Masuk Daftar Pendakian Perbesar

PROLOGMEDIA – Tanah Pasundan, provinsi Jawa Barat, dikenal sebagai surga bagi para pencinta alam dan petualangan. Dari hamparan hutan lebat hingga puncak gunung yang menjulang di atas awan, setiap sudut pegunungan di wilayah ini menyuguhkan keindahan panorama yang sulit dilupakan. Tak heran jika banyak pendaki dari berbagai pelosok nusantara memasukkan Jawa Barat ke dalam daftar prioritas destinasi mereka. Bukan hanya sekadar tantangan fisik yang menanti, tetapi juga pengalaman batin yang mendalam ketika berdiri di ketinggian, menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari titik tertinggi.

 

Menjelajahi pegunungan di Jawa Barat memberi kesempatan untuk merasakan berbagai macam karakter alam: mulai dari jalur yang rimbun penuh pepohonan, ladang edelweis yang menghijau, hingga kawah vulkanik yang dramatis. Setiap gunung memiliki cerita dan keunikan tersendiri yang layak dicatat dalam memori perjalanan. Berikut ini adalah kumpulan dari lima gunung yang paling populer dan menjadi favorit para pendaki — destinasi yang wajib masuk dalam bucket list siapa pun yang mencintai dunia trekking.

 

Pertama dan menjadi primadona di antara gunung-gunung Jawa Barat adalah Gunung Gede. Menjulang setinggi hampir tiga ribu meter di atas permukaan laut, gunung ini berdiri megah di perbatasan tiga wilayah: Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Sebagai bagian dari kawasan taman nasional, area Gunung Gede dilindungi dengan baik dan menawarkan ekosistem yang kaya serta pemandangan yang selalu mengejutkan setiap langkahnya. Pendakian ke puncak bukan sekadar soal kemampuan fisik, tetapi perjalanan menembus hutan tropis yang lebat, beragam flora dan fauna yang hidup di sepanjang jalur, serta udara pegunungan yang semakin sejuk seiring ketinggian. Tiga jalur resmi utama, yakni Gunung Putri, Cibodas, dan Selabintana, memberikan variasi pilihan bagi para pendaki. Di antara ketiganya, jalur Cibodas sering menjadi favorit karena fasilitasnya yang lengkap dan pemandangan spektakulernya sejak tahap awal pendakian. Setiap langkah menuju puncak Gede adalah petualangan mengagumkan — perubahan vegetasi, suara alam yang hidup, dan nuansa magis yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

 

Bersebelahan tidak jauh dari Gunung Gede, berdiri Gunung Pangrango, yang dengan ketinggian lebih dari tiga ribu meter menjadi titik tertinggi kedua di Jawa Barat. Bagi para pendaki yang ingin merasakan sensasi medannya yang lebih menantang namun tetap syahdu, Pangrango adalah pilihan yang tepat. Hutan montana yang rimbun menyelimuti lerengnya, menciptakan suasana yang hening dan tenang — sangat cocok bagi mereka yang mencari pelarian dari keramaian kota. Jalur pendakian ke Pangrango diatur secara ketat melalui sistem reservasi. Pendaki wajib mengatur jadwal 3 hingga 30 hari sebelum tanggal keberangkatan untuk memastikan upaya pelestarian alam tetap terjaga. Ketika berada di ketinggian Pangrango, setiap tarikan napas terasa berbeda — lebih berat namun juga lebih memuaskan. Pemandangan dari ketinggian menampilkan panorama awan yang berarak dan siluet gunung-gunung lain di kejauhan, mengingatkan pendaki akan betapa luasnya alam yang masih harus dijelajahi.

Baca Juga:
Bus KSPN Sinar Jaya Permudah Akses Wisata ke Pantai Parangtritis dan Pantai Baron

 

Menuju arah selatan, pegunungan di Garut turut menawarkan pesona luar biasa. Gunung Papandayan adalah salah satunya. Dengan tinggi sekitar 2.665 meter, Papandayan memiliki karakter unik dibandingkan gunung lain di Jawa Barat. Daya tarik utama gunung ini adalah kawah besar yang terbentuk akibat letusan dahsyat di tahun 2002. Kawah ini kini menjadi salah satu latar paling fotogenik dan sering menjadi fokus utama pendaki yang datang. Keindahan alam di sekitar kawah adalah kombinasi dari tanah berwarna, kolam-kolam kecil beruap panas, serta bentangan lanskap yang tampak seolah dari planet lain. Akses menuju area kawah relatif lebih mudah karena adanya jalan aspal yang memudahkan pendaki mencapai titik awal petualangan. Dari area ini, perjalanan ke puncak membutuhkan waktu antara empat sampai enam jam bagi kebanyakan pendaki. Selain itu, Papandayan juga populer sebagai lokasi camping karena memiliki padang bunga edelweis yang luas serta area perkemahan yang lapang. Tafsiran puncak saat musim bunga edelweis bermekaran adalah salah satu fenomena alam yang membuat banyak orang jatuh cinta pada Papandayan.

 

Masih di kawasan Garut, ada gunung lain yang tantangannya sangat berbeda: Gunung Guntur. Menjulang sekitar 2.249 meter, Guntur dikenal dengan jalur pendakian yang relatif terbuka tanpa banyak naungan pepohonan besar. Ini berarti pendaki harus mempersiapkan stamina ekstra, terutama ketika kabut turun atau saat sinar matahari tengah terik. Medannya yang curam memberikan tantangan tersendiri bagi siapa pun yang ingin mengasah kemampuan trekking mereka. Meski demikian, semua usaha akan terbayar ketika mencapai puncak. Panorama kota Garut yang tampak dari ketinggian berpadu dengan siluet pegunungan di sekitarnya, memberikan rasa takjub tersendiri. Jalur Guntur sering disebut sebagai “miniatur Semeru” karena kontur pasirnya yang unik dan tantangan yang ditawarkan terasa mirip, walaupun dalam skala lebih kecil. Puncaknya pun sering menjadi tempat favorit untuk menikmati sunrise yang spektakuler, menggugah semangat pendaki sebelum memulai penurunan.

 

Menutup daftar adalah Gunung Ciremai, yang merupakan titik tertinggi di seluruh Jawa Barat dengan puncaknya mencapai lebih dari 3.000 meter. Terletak di perbatasan tiga kabupaten — Cirebon, Kuningan, dan Majalengka — Ciremai menawarkan pengalaman pendakian yang luar biasa lengkap. Kawasan ini berada dalam taman nasional sendiri dan dikenal dengan dua kawah besar yang memiliki diameter ratusan meter. Medan pendakian ke puncak cukup beragam; ada bagian yang landai, jalur yang menanjak, hingga titik-titik berbatu yang menuntut konsentrasi tinggi. Tiga jalur utama yang bisa dipilih adalah melalui Majalengka, Palutungan, dan Linggarjati. Di antara ketiganya, jalur Linggarjati sering menjadi favorit karena tantangannya yang lebih menonjol dan pemandangan alam yang menakjubkan, terutama ketika kabut tipis menyelimuti lembah. Selain itu, di kawasan Ciremai juga terdapat Goa Walet, sebuah gua alami yang terbentuk dari aktivitas vulkanik masa lampau — menarik bagi pendaki yang ingin memperluas eksplorasi mereka di luar jalur pendakian utama.

 

Baca Juga:
Moramo: Pesona Bertingkat yang Bikin Jatuh Hati di Konawe Selatan

Kelima gunung ini bukan sekadar destinasi bagi mereka yang gemar trekking. Mereka adalah simbol dari kekayaan alam Jawa Barat, dengan segala tantangan, keindahan, dan inspirasi yang ditawarkan. Mendaki puncak-puncak ini bukan hanya soal mencapai titik tertinggi secara fisik, tetapi juga soal perjalanan batin yang mengajarkan ketangguhan, kesabaran, dan kebesaran alam. Untuk para pendaki pemula maupun yang sudah berpengalaman, menjelajahi gunung-gunung Jawa Barat adalah sebuah pengalaman tak tergantikan — sebuah kisah petualangan yang akan terus diceritakan dari satu puncak ke puncak berikutnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Alternatif Destinasi Liburan Tenang di Tengah Ramainya Nataru 2025

26 Desember 2025 - 19:35 WIB

Trending di Wisata