Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 20 Des 2025 21:55 WIB

Rutin Makan Ubi Setiap Hari, Ini Perubahan Mengejutkan yang Terjadi pada Tubuh


 Rutin Makan Ubi Setiap Hari, Ini Perubahan Mengejutkan yang Terjadi pada Tubuh Perbesar

PROLOGMEDIA –  Ubi, yang sering kita temui di pasar tradisional atau bahkan di depan rumah sederhana, ternyata bukan sekadar lauk murah meriah. Selama ini banyak orang mengonsumsi ubi hanya karena gampang dimasak atau sebagai variasi lauk, namun ketika semakin banyak penelitian dan pengalaman orang berbagi cerita tentang manfaat rutin mengonsumsi ubi, pandangan terhadap makanan yang satu ini berubah drastis.

Bayangkan saja, satu umbi sederhana yang direbus atau dikukus saja memiliki segudang nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh setiap harinya: mulai dari beta-karoten sebagai antioksidan kuat, vitamin A, vitamin C, potasium, hingga serat yang menjadi kunci bagi pencernaan yang sehat. Kandungan ini tidak hanya membuat ubi menjadi makanan pengganjal lapar, tetapi juga makanan yang mampu mendukung kesehatan secara menyeluruh, dari dalam hingga terlihat di luar.

Para ahli gizi sering menyebut ubi sebagai salah satu makanan berenergi tinggi yang tetap rendah kalori — kombinasi yang ideal bagi siapa pun yang ingin menjaga atau menurunkan berat badan tanpa mengorbankan nutrisi. Dalam satu ubi ukuran sedang, tubuh kita sebenarnya mendapatkan cukup banyak vitamin A — bahkan lebih dari kebutuhan harian rata-rata orang dewasa — yang sangat penting untuk kesehatan mata, sistem imun, serta perbaikan jaringan kulit. Vitamin C yang terkandung juga berperan dalam meningkatkan imunitas dan membantu produksi kolagen, yang penting untuk elastisitas kulit serta kesehatan jaringan tubuh lainnya.

Namun manfaat ubi tidak hanya berhenti pada vitamin dan mineral. Ubi juga kaya akan karbohidrat kompleks, yang dicerna secara bertahap oleh tubuh. Ini berarti energi yang dilepaskan pun lebih stabil, tanpa lonjakan gula darah yang tajam seperti yang sering terjadi ketika kita mengonsumsi karbohidrat olahan seperti roti putih atau makanan cepat saji. Dengan pola ini, banyak orang justru merasakan peningkatan konsentrasi energi, suasana hati yang lebih stabil, dan rasa kenyang yang bertahan lebih lama sepanjang hari.

Sebuah eksperimen sederhana yang dilakukan oleh sejumlah orang yang mencoba makan satu ubi setiap hari selama sebulan penuh memberikan insight menarik. Rata-rata peserta melaporkan bahwa mereka merasa tidak mudah lapar lagi di antara waktu makan. Cravings untuk makanan manis yang sering menyerang di sore hari pun berkurang drastis. Mereka yang biasanya merasa lemas setelah makan nasi atau makanan dengan karbohidrat olahan, justru merasakan energi yang lebih stabil setelah mengganti porsi tersebut dengan ubi.

Pencernaan adalah area lain yang terpengaruh secara positif. Kandungan serat dalam ubi membantu mengatur proses pencernaan, memperlancar pergerakan usus, dan bahkan membantu mengurangi perut kembung atau perasaan “kenyang tapi berat” yang sering muncul setelah makan makanan rendah serat. Bagi banyak orang yang memiliki masalah konstipasi atau pola makan kurang serat, ubi menjadi solusi sederhana yang murah tetapi efektif.

Tak kalah menarik, efek ubi pada berat badan juga tampak nyata pada mereka yang rutin mengonsumsinya. Serat dan karbohidrat kompleks bekerja sama memberikan sinyal kenyang lebih cepat ke otak sehingga probabilitas makan berlebihan di jam-jam berikutnya menurun. Dalam konteks diet sehat, dimana kontrol porsi dan pemilihan sumber energi berkualitas sangat penting, ubi memberikan jalan tengah yang seimbang: memuaskan rasa lapar namun tetap mendukung pengaturan berat badan.

Baca Juga:
Aksi Heroik Polisi Ciruas Selamatkan Pelaku Curanmor dari Amukan Massa

Meski begitu, seperti semua hal dalam dunia gizi, manfaat ubi paling optimal dirasakan saat konsumsinya dalam jumlah yang wajar dan seimbang. Rutin makan ubi setiap hari tentu memberi banyak nutrisi, tetapi juga perlu diimbangi dengan protein, sayuran lain, dan lemak sehat agar pola makan tetap seimbang. Terlalu banyak satu jenis makanan — termasuk makanan sehat sekalipun — bisa menimbulkan masalah tersendiri.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah beta-karoten, pigmen alami yang memberi warna oranye khas pada ubi. Beta-karoten ini adalah prekursor vitamin A yang sangat bermanfaat, tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah sangat besar melalui makanan saja, tubuh bisa menyimpan pigmen ini sehingga kulit tampak agak kekuningan atau oranye. Ini bukan tanda keracunan vitamin A, tetapi lebih karena akumulasi beta-karoten di bawah kulit yang dikenal sebagai keadaan karotenemia — suatu kondisi yang jinak dan reversible dengan menyesuaikan pola makan.

Selain itu, bagi beberapa orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu — misalnya mereka yang rentan terhadap batu ginjal — perlu memperhatikan asupan oxalat dan potasium yang juga ada dalam ubi. Ini tidak berarti ubi harus dihindari sepenuhnya, tetapi bijaklah dalam porsi dan frekuensinya agar manfaatnya tetap maksimal tanpa risiko yang mungkin muncul.

Cerita-cerita personal orang yang mempraktekkan kebiasaan ini juga cukup menarik. Di forum beberapa komunitas online, banyak yang bercerita tentang perubahan signifikan dalam tubuh mereka setelah rutin mengonsumsi ubi dalam diet harian — mulai dari perasaan lebih ringan, energi yang tidak mudah drop, hingga peningkatan kualitas tidur dan mood yang lebih stabil. Meski ini pengalaman individual dan tentu saja bisa berbeda bagi setiap orang, kisah-kisah semacam ini semakin menegaskan bahwa ubi bukan sekadar makanan biasa, tetapi bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang sederhana namun efektif.

Di sisi lain, ada juga mereka yang memberi catatan bahwa ubi mungkin tidak cocok untuk semua orang. Beberapa individu dengan kondisi metabolisme atau sensitivitas tertentu melaporkan reaksi beragam setelah mengonsumsi ubi, seperti perubahan gula darah atau rasa tidak nyaman jika dikonsumsi tanpa kombinasi dengan makanan lain. Ini mengingatkan kita bahwa tubuh setiap orang adalah unik, dan tidak ada satu makanan ajaib yang sempurna untuk semua orang.

Bagaimanapun, ubi tetap menjadi pilihan makanan yang mudah diakses, terjangkau, dan kaya nutrisi, yang jika dimanfaatkan dengan baik dapat memberikan dukungan nyata terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dari memberikan energi yang stabil, membantu pencernaan, mendukung pengaturan berat badan, hingga memberikan vitamin dan antioksidan yang penting — semua manfaat itu membuat ubi layak diperhitungkan dalam pola makan harian kita.

Baca Juga:
Nikita Mirzani Live TikTok dari Rutan Pondok Bambu: Fasilitas Khusus atau Pelanggaran Aturan?

Bagi masyarakat yang selama ini mungkin belum terlalu familiar dengan manfaat ubi, cerita-cerita positif dan fakta nutrisi ini bisa menjadi motivasi untuk mulai memasukkan ubi dalam menu harian. Tidak perlu berlebihan, cukup satu ubi berukuran sedang setiap hari sebagai bagian dari pola makan seimbang — dan rasakan perubahan perlahan namun pasti di tubuh Anda.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Pemkab Serang, Sartini Warga Petir Dapat Bantuan dan Penanganan Medis

27 Januari 2026 - 12:15 WIB

Latihan Beban Bukan Sekadar Otot: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat bagi Wanita

2 Januari 2026 - 17:41 WIB

Deretan Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Energi, Saraf, dan Kesehatan Tubuh

1 Januari 2026 - 01:35 WIB

6 Latihan Upper Body Efektif untuk Membentuk Tubuh Kuat dan Proporsional

1 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gaya Makan Sehat Milenial: Tren, Tips, dan Langkah Awal Menuju Hidup Lebih Fit

26 Desember 2025 - 19:55 WIB

8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet

26 Desember 2025 - 19:32 WIB

Trending di Kesehatan