Menu

Mode Gelap

Berita · 21 Des 2025 01:50 WIB

Aturan Saldo Minimum di Bank Mandiri, BRI, dan BNI: Apa yang Perlu Diketahui Nasabah


 Aturan Saldo Minimum di Bank Mandiri, BRI, dan BNI: Apa yang Perlu Diketahui Nasabah Perbesar

PROLOGMEDIA – Setiap kali membuka rekening di bank, nasabah biasanya fokus pada proses administratif seperti pengisian formulir, verifikasi identitas, hingga pemilihan jenis tabungan yang sesuai kebutuhan mereka. Namun, di balik proses registrasi tersebut, terdapat satu aturan penting yang sering terlewat oleh banyak orang: ketentuan saldo minimum yang harus selalu tersedia di dalam rekening tabungan. Ketentuan ini bukan hanya formalitas belaka, tetapi merupakan syarat yang harus dipahami dan dipatuhi oleh setiap nasabah agar rekening mereka tetap aktif dan bebas dari denda atau konsekuensi lainnya.

Memahami ketentuan saldo minimum menjadi semakin penting karena kebijakan ini berbeda-beda pada setiap bank, bahkan antar produk tabungan yang ditawarkan oleh bank yang sama sekalipun. Pada akhir tahun 2025 ini, bank-bank besar nasional seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) kembali menegaskan aturan terbaru mereka terkait saldo minimum yang wajib dipertahankan oleh nasabah di rekening masing-masing. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga aktivitas perbankan nasabah sekaligus mendukung efisiensi operasional sistem perbankan secara keseluruhan.

Saldo minimum wajib dipertahankan

Secara umum, saldo minimum adalah sejumlah dana yang harus tetap berada di dalam rekening setelah nasabah membuka rekening dan melakukan transaksi. Saldo ini tidak bisa ditarik oleh nasabah dan berfungsi sebagai dana “mengendap” yang menjamin rekening tetap aktif dan tidak dikategorikan sebagai rekening pasif atau dorman. Jika saldo turun di bawah batas minimum, bank biasanya akan menerapkan penalti, bahkan dalam beberapa kasus rekening dapat diblokir sementara hingga saldo kembali memenuhi ketentuan yang berlaku.

Salah satu alasan utama bank mewajibkan saldo minimum adalah untuk menutup biaya operasional dan biaya administrasi bulanan. Meskipun biaya administrasi sering dibebankan secara terpisah, saldomengendap berfungsi sebagai cadangan untuk menutup biaya-biaya tak terduga atau biaya yang mungkin terakumulasi selama periode tertentu. Selain itu, saldo minimum juga membantu bank menjaga likuiditas serta meminimalisir risiko rekening yang tidak aktif sehingga dapat digunakan kembali secara optimal oleh nasabah.

Bank Mandiri: variasi saldo sesuai kebutuhan nasabah

Bank Mandiri, sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, menawarkan beragam produk tabungan dengan ketentuan saldo minimum yang bervariasi menurut jenis tabungan. Kebijakan saldo minimum ini disesuaikan dengan segmentasi nasabah dan fitur yang ditawarkan oleh masing-masing produk.

Untuk nasabah yang membuka Tabungan Rupiah, Bank Mandiri menetapkan saldo minimum sebesar Rp100.000. Jumlah ini dianggap sebagai angka yang realistis bagi nasabah umum yang memulai menabung tanpa beban keuangan yang terlalu besar. Namun, bagi nasabah yang memilih Tabungan NOW (Now On Wealth), yang dirancang khusus untuk transaksi lebih fleksibel dan mobilitas tinggi, saldo minimum yang harus dijaga hanya sebesar Rp25.000 saja.

Sementara itu, nasabah yang menggunakan Tabungan Payroll—produk yang disesuaikan untuk rekening gaji—cukup menjaga saldo minimum sebesar Rp10.000, memberikan kemudahan bagi pekerja dalam mempertahankan rekening mereka tetap aktif tanpa memberatkan. Produk lain seperti Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) bahkan menetapkan saldo minimum yang sangat rendah, yakni Rp5.000, agar pelajar atau mahasiswa dapat mulai menabung tanpa beban besar.

Di sisi lain, Mandiri juga menyediakan produk khusus seperti Tabungan Mitra Usaha, yang ditujukan bagi pelaku usaha, dengan saldo minimum mencapai Rp1.000.000. Angka ini lebih tinggi karena produk ini menyasar segmen nasabah yang lebih intensif menggunakan layanan perbankan untuk keperluan bisnis, dengan frekuensi transaksi dan kebutuhan layanan yang lebih kompleks dibandingkan tabungan reguler.

BRI: pilihan saldo minimum yang ramah bagi semua kalangan

Baca Juga:
Borobudur Marathon 2025: Keindahan Rute Pedesaan dan Persaingan Atlet Elite Memukau di Magelang

Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga memiliki beragam ketentuan saldo minimum yang disesuaikan dengan karakteristik nasabahnya. Produk BRI Simpedes, yang menjadi pilihan populer bagi banyak nasabah dari berbagai segmen masyarakat, menetapkan saldo minimum sebesar Rp25.000. Angka ini cukup terjangkau sehingga banyak dipilih oleh nasabah yang baru memulai menabung atau memiliki kebutuhan finansial sederhana.

Produk BritAma, meskipun termasuk jenis tabungan yang lebih premium dibanding Simpedes, tetap memberikan ketentuan saldo minimum yang relatif moderat di angka Rp50.000. Produk ini ditawarkan dengan fasilitas yang lebih lengkap, termasuk layanan perbankan digital dan fasilitas kartu yang lebih komprehensif.

Selain itu, BRI juga menyediakan tabungan untuk anak-anak dan remaja melalui BRI Junio serta BRI SimPel, yang masing-masing memiliki saldo minimum mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000 tergantung pada jenisnya. Fasilitas ini dirancang untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini tanpa membebani orang tua atau wali dengan persyaratan saldo yang tinggi.

BNI: fleksibilitas dan pilihan segmen nasabah luas

Sedangkan Bank Negara Indonesia (BNI) menyesuaikan saldo minimum pada tiap jenis tabungannya. Produk BNI Taplus, yang menjadi andalan bagi nasabah umum yang membutuhkan layanan perbankan komprehensif, menetapkan saldo minimum sebesar Rp150.000. Jumlah ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa jenis tabungan di Mandiri atau BRI, namun sebanding dengan fitur layanan yang disediakan, seperti fasilitas kartu debit yang lebih luas dan layanan perbankan digital yang lebih lengkap.

Untuk segmen bisnis, BNI menawarkan BNI Taplus Bisnis dengan ketentuan saldo minimum yang mencapai Rp1.000.000. Hal ini mencerminkan bahwa rekening ini ditujukan bagi nasabah dengan kebutuhan transaksi yang tinggi serta mobilitas bisnis yang intens, sehingga saldo minimum yang lebih tinggi dimaklumi sebagai syarat layanan.

Menariknya, BNI juga menyediakan produk tabungan yang fleksibel seperti BNI Taplus Muda dan BNI Pandai yang tidak mewajibkan saldo minimum tertentu. Produk-produk ini menjadi pilihan menarik bagi nasabah muda atau mereka yang baru memasuki dunia perbankan, sehingga tetap bisa menikmati layanan bank tanpa terbebani persyaratan saldo yang besar.

Mengapa aturan ini penting untuk dipahami nasabah?

Pentingnya memahami aturan saldo minimum bukan hanya sekadar informasi administratif. Bagi sebagian nasabah, terutama pemula, aturan ini dapat berdampak langsung pada pengalaman perbankan mereka sehari-hari. Jika saldo di bawah ketentuan, bank biasanya akan menerapkan biaya penalti atau bahkan membatasi transaksi tertentu hingga saldo kembali memenuhi batas minimum. Hal ini bisa berdampak pada biaya yang tidak dibutuhkan serta gangguan terhadap kebiasaan menabung atau bertransaksi nasabah.

Dengan memahami besaran saldo minimum dan konsekuensinya, nasabah dapat lebih cermat dalam memilih jenis tabungan yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Misalnya, pelajar atau mahasiswa dapat memilih produk dengan saldo minimum rendah seperti Tabungan SimPel atau produk sejenis dari ketiga bank tersebut, sedangkan nasabah yang membutuhkan layanan bisnis atau transaksi intens dapat menimbang produk dengan saldo minimum lebih tinggi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, pemahaman ini juga membantu nasabah dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak. Dengan mengetahui jumlah saldo yang wajib tersedia, nasabah dapat merencanakan alokasi dana mereka sehingga tidak terkejut dengan biaya penalti atau pemblokiran sementara rekening akibat saldo tidak mencukupi.

Baca Juga:
Kejati Sumsel Sikat Korupsi KUR Mikro di Muara Enim, Kerugian Negara Rp 12 Miliar!

Sebagai penutup, meskipun saldo minimum sering dianggap sebagai detail kecil dalam dunia perbankan, pada kenyataannya hal ini merupakan aturan fundamental yang berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas finansial nasabah. Oleh karena itu, memahami dan menerapkan ketentuan saldo minimum adalah langkah penting bagi siapa saja yang ingin menggunakan layanan perbankan dengan efektif dan bebas dari risiko biaya tak terduga.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita