Menu

Mode Gelap

Berita · 22 Des 2025 19:07 WIB

Solidaritas Ojol Medan: Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir


 Solidaritas Ojol Medan: Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Perbesar

PROLOGMEDIA – Sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, Gabungan Ojek Roda Dua Medan dan Sekitarnya (Godams) kembali menunjukkan peranannya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir di Sumatera Utara. Aksi sosial ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi secara khusus menargetkan rekan-rekan driver ojek online (Ojol) yang juga menjadi korban banjir. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, terutama beras, diharapkan mampu meringankan beban mereka yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana alam yang melanda berbagai daerah.

Ketua Godams, Agam Zubir, menjelaskan bahwa aksi bantuan ini dilandasi oleh rasa empati dan kepedulian yang mendalam terhadap sesama Ojol. Ia menekankan bahwa para driver, meskipun kesehariannya dikenal tangguh dan mandiri, tak luput dari dampak langsung bencana yang menerjang kawasan tempat tinggal mereka. “Ini sebagai wujud solidaritas, rasa keprihatinan, dan duka yang sama yang kami rasakan sesama Ojol. Kita semua ikut prihatin melihat kondisi mereka,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/12).

Bantuan yang disiapkan Godams akan disalurkan ke beberapa titik yang terdampak banjir, di antaranya Langkat, Tanjung Pura, Binjai, Marelan, Hamparan Perak, serta Kampung Aur di Medan. Setiap paket bantuan berisi beras dan kebutuhan pokok lainnya yang diharapkan bisa memberikan sedikit ketenangan bagi Ojol yang kehilangan mata pencaharian sementara akibat banjir. Agam menambahkan, penyebaran bantuan dilakukan secara merata agar semua korban, terutama rekan Ojol, merasakan kehadiran komunitasnya di tengah masa sulit.

Sebelum menyalurkan bantuan, tim Godams telah turun langsung ke lokasi bencana untuk melihat kondisi korban secara nyata. Dari kunjungan ini, mereka menemukan dampak banjir dan longsor yang sangat signifikan. Banyak rumah warga mengalami kerusakan parah, fasilitas umum hancur, dan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka. Lebih memilukan lagi, ada sebagian korban yang juga kehilangan anggota keluarga dalam bencana ini. Melihat langsung kondisi di lapangan membuat para relawan semakin terdorong untuk memberikan bantuan secepat mungkin.

“Kami melihat langsung ke lokasi bagaimana dampak banjir dan longsor yang luar biasa dirasakan oleh para korban. Banyak kerusakan yang terjadi, seperti tempat tinggal dan fasilitas umum. Banyak juga saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal, harta, bahkan anggota keluarganya,” kata Agam dengan nada serius dan penuh empati. Pernyataan ini menekankan betapa beratnya kondisi yang harus dihadapi masyarakat di tengah banjir yang belum sepenuhnya surut.

Tidak hanya bantuan berupa sembako, Godams juga telah menyalurkan obat-obatan dan kebutuhan mendesak lainnya. Bantuan ini disalurkan dengan koordinasi bersama pihak-pihak terkait untuk memastikan tepat sasaran dan cepat diterima para korban. Aksi nyata ini menunjukkan bahwa komunitas Ojol tidak hanya peduli terhadap sesama driver, tetapi juga terhadap warga terdampak bencana lainnya. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa kepedulian sosial bisa diwujudkan oleh berbagai elemen masyarakat tanpa harus menunggu intervensi pemerintah semata.

Baca Juga:
Resep Salad Sayuran dengan Tuna – Praktis, Sehat & Segar

Agam Zubir berharap bantuan yang diberikan bisa sedikit meringankan penderitaan para korban banjir. Ia menekankan pentingnya kebersamaan semua elemen masyarakat, mulai dari Ojol, warga setempat, pemerintah daerah, hingga relawan kemanusiaan, dalam upaya pemulihan kondisi pasca-bencana. “Ojol Medan dan semua unsur elemen masyarakat, pemerintah, serta para relawan saat ini turut serta berpartisipasi memulihkan keadaan di lokasi bencana. Sudah saatnya kita bersatu dan tinggalkan ego struktural demi percepatan pemulihan bencana,” ujar Agam.

Selain itu, Agam juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang terus berada di lokasi untuk mengawal para korban bencana serta memastikan distribusi logistik dan kebutuhan masyarakat berjalan lancar. Kehadiran aparat keamanan di lapangan dinilai sangat penting, terutama dalam menjaga ketertiban dan membantu pendistribusian bantuan agar tepat sasaran. Dengan dukungan aparat, bantuan yang diberikan oleh komunitas dan relawan dapat lebih efektif, sehingga kebutuhan mendesak korban banjir bisa segera terpenuhi.

Dalam kesempatan ini, Agam menekankan bahwa solidaritas dan kepedulian tidak mengenal latar belakang atau status sosial. Semua pihak yang terdampak bencana berhak mendapatkan bantuan, dan semua yang mampu membantu harus berupaya melakukannya. Solidaritas ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat lain bahwa dalam kondisi darurat, kebersamaan dan empati adalah kunci utama untuk memulihkan keadaan.

Aksi Godams ini juga menegaskan bahwa komunitas Ojol tidak hanya berfokus pada urusan transportasi dan layanan harian mereka, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sesama anggota dan masyarakat luas. Mereka menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana, rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial harus selalu menjadi prioritas, karena bantuan, sekecil apa pun, bisa memberikan dampak besar bagi korban.

Selain menyasar Ojol, bantuan yang disalurkan Godams juga memberikan dukungan moral bagi warga umum yang terdampak banjir. Kehadiran mereka di lokasi bencana membuktikan bahwa kepedulian nyata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga melalui perhatian dan dorongan moral. Hal ini penting untuk membangun semangat warga agar tetap bertahan dan tidak putus asa menghadapi bencana yang menimpa.

Secara keseluruhan, kegiatan sosial yang dilakukan Godams merupakan bukti nyata bahwa komunitas lokal memiliki peran strategis dalam penanganan bencana. Kepedulian mereka terhadap sesama, terutama terhadap rekan Ojol, menjadi contoh bagaimana solidaritas bisa diwujudkan secara nyata. Bantuan sembako, obat-obatan, dan kebutuhan lain yang disalurkan diharapkan mampu memberikan sedikit keringanan, sementara perhatian dan dukungan moral yang diberikan menjadi energi positif bagi para korban untuk bangkit kembali.

Baca Juga:
Bobo Nyenyak Gak Pake Mantra! Warna Cat Kamar Ini Bikin Auto Rileks!

Agam Zubir menutup pernyataannya dengan harapan agar masyarakat selalu mengedepankan rasa empati dan kepedulian, terutama dalam situasi darurat. Dengan bersatu, segala tantangan, termasuk dampak bencana alam, bisa dihadapi lebih cepat dan efektif. Solidaritas yang ditunjukkan oleh Godams dan seluruh elemen masyarakat menjadi bukti bahwa manusia, ketika bersatu dan peduli, mampu meringankan beban sesama yang tengah menghadapi kesulitan.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita