PROLOGMEDIA – Di pagi yang cerah Minggu, suasana di kawasan Taman Siliwangi, Kabupaten Bogor, dipenuhi semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian acara yang bukan sekadar menjadi rutinitas akhir pekan, tetapi juga wujud nyata komitmen menjaga kelestarian alam. Tidak hanya sebagai ajang berkumpul, Minggu pagi itu menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bogor bersama masyarakat untuk meneguhkan kembali pentingnya pelestarian lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Bogor Rudy Susmanto hadir langsung, ditemani para kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar peserta yang antusias. Aktivitas dimulai sejak jam awal Car Free Day (CFD) Tegar Beriman dibuka, yakni dari pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB, di mana jalan-jalan utama kawasan tersebut dibebaskan dari kendaraan bermotor untuk memberi ruang bagi kegiatan sehat dan ramah lingkungan. Bupati Rudy menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberi waktu istirahat bagi alam dari kepadatan aktivitas manusia dan polusi kendaraan setiap harinya. “Setiap hari kita beraktivitas, dan alam juga butuh rehat sejenak. Pohon-pohon membutuhkan waktu untuk tidak menyerap karbon dari kendaraan bermotor,” ujarnya penuh keyakinan. Dengan demikian, kegiatan CFD memiliki makna lebih daripada sekadar acara mingguan biasa; ini adalah bentuk edukasi dan refleksi untuk masyarakat akan pentingnya menjaga udara, ruang terbuka, dan kesehatan lingkungan.
Momentum Minggu pagi itu terasa berbeda dari CFD biasanya karena diisi dengan susur situ di dua objek wisata alam utama, yaitu Situ Cikaret dan Situ Kabantenan. Susur situ adalah kegiatan menyusuri permukaan dan pinggiran danau atau situ dengan menggunakan perahu kecil, yang selain memberi pengalaman baru bagi peserta, juga menjadi cara efektif untuk mengamati kondisi ekosistem perairan secara langsung. Masyarakat, termasuk anak-anak dan remaja, tampak antusias naik perahu bersama relawan dan petugas untuk menyusuri setiap sudut situ, mengamati flora dan fauna air, serta melihat langsung kondisi sampah atau gulma yang kerap menutup permukaan situ. Dengan cara ini, mereka tidak hanya terhibur tetapi juga mendapat pembelajaran langsung tentang tantangan nyata dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan perairan.
Setelah kegiatan susur situ selesai, acara berlanjut ke kegiatan penanaman pohon di area terbuka Taman Siliwangi. Ribuan bibit pohon dari berbagai jenis ditanam oleh peserta, yang meliputi warga lokal, komunitas pecinta alam, pelajar, dan relawan lingkungan. Bibit pohon yang dipilih merupakan tanaman yang ramah lingkungan dan cocok untuk ditanam di kawasan perkotaan serta di sepanjang bantaran situ. Penanaman ini tidak hanya bertujuan menghijaukan kembali ruang publik, tetapi juga sebagai upaya memperbaiki kualitas udara, mencegah erosi tanah, serta menyediakan habitat baru bagi burung dan berbagai spesies lainnya. Pohon-pohon yang ditanam pun dipilih dengan cermat untuk memastikan dapat tumbuh subur dalam beberapa tahun mendatang, menjadi bagian dari wajah baru kawasan hijau Kabupaten Bogor.
Dalam sambutannya, Bupati Rudy juga memberikan arahan bahwa kegiatan ini memiliki dua dimensi penting. Pertama, dimensi ekologis yang jelas terlihat melalui upaya nyata pelestarian lingkungan hidup. Kedua, dimensi sosial yang menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab kolektif atas ruang publik. Ia menekankan bahwa ruang publik adalah milik bersama dan bukan hanya sekadar tempat berkumpul. “Setelah berolahraga dan beraktivitas, kita ajarkan untuk bebersih bersama. Ini bagian dari edukasi bahwa ruang publik adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya. Pernyataan ini semakin memperkuat pesan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas seluruh komponen masyarakat.
Baca Juga:
Tangani Darurat Sampah, Tangsel Sepakati Pengiriman 500 Ton Sampah per Hari ke Serang
Lebih jauh, melalui kegiatan tersebut, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal turut dilibatkan aktif. Di area CFD, stan UMKM terbuka untuk menjual beragam produk lokal, mulai dari makanan sehat, kerajinan tangan, hingga minuman segar yang semuanya dipromosikan dengan prinsip bersih dan ramah lingkungan. Kegiatan perdagangan ini disambut baik oleh pelaku UMKM karena memberikan peluang untuk memperkenalkan produk mereka kepada komunitas yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan ekonomi lokal yang inklusif. Bupati Rudy berharap kegiatan semacam ini tidak hanya berdampak pada penjualan semata, tetapi juga meningkatkan kesadaran pelaku UMKM untuk terus menjaga lingkungan dalam setiap produknya.
Seiring berjalannya acara, suasanapun semakin hidup dengan berbagai interaksi antar warga, anak-anak yang riang bermain, serta diskusi ringan antara peserta tentang pentingnya menjaga situ dan ruang hijau publik. Banyak warga yang mengaku mendapatkan pengalaman baru dan merasa terinspirasi untuk lebih aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan di komunitasnya masing-masing. Beberapa peserta muda bahkan mengungkapkan keinginannya untuk terus terlibat dalam kegiatan serupa karena mereka merasa memiliki andil kecil namun berarti dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang.
Selain itu, kegiatan susur situ dan penanaman pohon juga dimaknai sebagai bagian dari upaya meningkatkan potensi pariwisata dan olahraga air di Kabupaten Bogor. Dengan dibukanya akses kembali ke situ, diharapkan komunitas olahraga air dan wisata alam dapat lebih berkembang. Pengelolaan kawasan situ yang lebih baik juga diyakini dapat memicu pertumbuhan sektor wisata, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat, serta mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
Bupati Rudy menyampaikan harapannya bahwa program CFD Tegar Beriman beserta kegiatan lanjutan seperti ini bisa diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Hingga kini, sudah 16 kecamatan yang menerapkan CFD, dan targetnya akan menjangkau hingga 40 kecamatan. Dengan perluasan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tidak hanya menikmati fasilitas ruang publik, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan nyata dalam pelestarian lingkungan hidup di Bogor.
Hari itu pun berakhir dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur. Meski kegiatan berlangsung hanya beberapa jam, dampak edukatif dan inspiratifnya berjalar jauh hingga ke komunitas dan kehidupan sehari-hari warga.
Baca Juga:
Warisan Mataram: Apa Bedanya Kasultanan Jogja, Kasunanan Solo, Pakualaman & Mangkunegaran?
Suasana penuh semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa pelestarian alam bisa menjadi gerakan bersama, bukan sekadar slogan. Dengan penanaman ribuan pohon, ratusan warga yang ikut susur situ, serta interaksi positif antar peserta, Kabupaten Bogor menunjukkan cara harmonis menjaga bumi tanpa mengurangi kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.









