Menu

Mode Gelap

Kuliner · 23 Des 2025 00:56 WIB

Panduan Membuat Peyek Kacang Renyah dan Gurih dari Dapur Rumah


 Panduan Membuat Peyek Kacang Renyah dan Gurih dari Dapur Rumah Perbesar

PROLOGMEDIA – Peyek kacang adalah salah satu camilan tradisional Nusantara yang tak lekang oleh waktu. Teksturnya yang tipis dan renyah berpadu dengan kacang yang gurih membuatnya digemari oleh berbagai kalangan, baik sebagai teman santai sore hari maupun pelengkap hidangan nasi seperti pecel dan soto. Di tengah rutinitas yang padat, membuat peyek kacang sendiri di rumah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus cara untuk menyajikan camilan sehat dan berkualitas. Dengan memilih bahan yang tepat dan mengikuti langkah-langkah serta tips jitu, Anda bisa menghasilkan peyek yang renyah, gurih, dan tahan lama.

Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika membuat peyek kacang adalah pemilihan bahan. Kualitas bahan sangat memengaruhi rasa dan tekstur akhir camilan ini. Pilihlah tepung beras yang masih segar dan kacang tanah yang sudah dipanggang atau disangrai agar aromanya lebih kaya dan rasa gurihnya maksimal. Kacang yang gendut dan berkulit halus juga lebih baik digunakan karena teksturnya lebih enak saat digigit. Jika kacang yang digunakan terlalu tua, keriput, atau bahkan bertunas, hasil peyek bisa menjadi kurang nikmat atau bahkan terasa sedikit pahit.

Setelah bahan utama dipilih, tahap berikutnya adalah menyiapkan adonan. Konsistensi adonan peyek kacang sangat penting karena menentukan kerenyahan setelah digoreng. Adonan harus cukup kental agar bisa menempel sempurna pada kacang ketika dimasukkan ke dalam minyak panas. Bila adonan terlalu cair, peyek berisiko menyerap terlalu banyak minyak dan menjadi lembek; sedangkan adonan yang terlalu kental bisa membuat peyek tidak menyebar tipis dengan baik dan hasilnya kurang garing. Untuk mendapatkan tekstur adonan yang ideal, campurkan tepung beras dengan santan dan bumbu halus yang sudah diolah sebelumnya hingga smooth dan rata. Beberapa orang juga menambahkan sedikit tepung tapioka atau sagu untuk memberi kerenyahan ekstra pada tekstur peyek.

Selain tepung dan santan, telur juga sering ditambahkan ke dalam adonan. Telur berfungsi sebagai bahan pengikat yang membantu adonan menempel pada kacang dan memperkaya rasa. Detil kecil semacam ini sering membuat perbedaan besar dalam hasil akhir camilan. Jangan lupa pula menambahkan bumbu seperti bawang putih, ketumbar, dan garam agar cita rasa peyek menjadi lebih kompleks dan menggugah selera. Banyak juga yang suka menambahkan irisan daun jeruk atau sedikit kencur untuk memberinya aroma khas Nusantara yang sulit ditolak.

Baca Juga:
Destinasi Wisata DIY Dilarang Buka Saat Cuaca Buruk – Siaga Lonjakan Wisatawan Libur Akhir Tahun

Menggoreng adalah tahap yang paling menentukan hasil akhir peyek. Gunakan minyak goreng dalam jumlah yang cukup banyak agar adonan bisa menyebar tipis saat dituangkan. Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum mulai menggoreng karena minyak panas akan membantu mengunci kelembapan di dalam adonan sehingga peyek menjadi renyah di luar namun tetap gurih di dalam. Teknik menuang adonan pun perlu diperhatikan: tuangkan adonan di pinggir wajan dan biarkan mengalir serta melebar sebelum terlepas ke dalam minyak panas. Ketika adonan mulai mengeras dan terlihat memudar dari sisi pinggir, itulah saat yang tepat untuk membiarkan peyek matang perlahan hingga berwarna kuning kecokelatan.

Suhu dan teknik menggoreng sangat berpengaruh terhadap kerenyahan peyek. Minyak yang belum cukup panas dapat membuat peyek menyerap lebih banyak minyak sehingga teksturnya menjadi agak lembek. Di sisi lain, suhu terlalu tinggi justru membuat peyek cepat gosong di bagian luar sementara bagian dalamnya masih kurang matang. Agar hasilnya sempurna, goreng peyek dalam porsi kecil dan kendalikan api kompor pada tingkat sedang setelah minyak mencapai panas ideal. Selain itu, siram bagian adonan yang belum terkena minyak langsung dengan minyak panas agar semua sisi peyek terpanggang merata. Teknik ini membantu menghasilkan peyek yang renyah dari semua sisi dan berwarna keemasan sempurna.

Setelah proses menggoreng selesai, jangan langsung menutup peyek dalam wadah tertutup. Biarkan peyek dingin terlebih dahulu pada rak atau di atas kertas saring agar uap panas dan minyak yang masih tertinggal bisa keluar. Peyek yang masih hangat bila langsung dimasukkan ke dalam wadah tertutup berpotensi menjadi lembek karena uap air yang terperangkap. Ketika sudah benar-benar dingin, simpanlah peyek dalam stoples atau wadah kedap udara untuk menjaga kerenyahannya lebih lama. Jika peyek mulai kehilangan kerenyahannya, ada trik sederhana yang bisa dilakukan, seperti memasukkan kembali ke dalam oven pada suhu rendah selama beberapa menit untuk mengeringkan kembali permukaannya.

Bagi pemula, eksperimen dengan porsi dan teknik tentu diperlukan. Cara mengaduk adonan, memasukkan kacang tanah sekali atau bertahap, serta teknik menuang di wajan dapat memengaruhi hasil akhir. Namun, perlahan Anda akan menemukan ritme yang pas untuk membuat peyek kacang dengan tekstur yang konsisten renyah dan rasa yang memuaskan. Selain itu, peyek kacang juga bisa dikreasikan dengan topping lain seperti kacang hijau, teri, atau ebi untuk variasi rasa yang berbeda, meskipun versi klasik dengan kacang tanah tetap menjadi favorit di banyak rumah tangga.

Baca Juga:
Mimpi Gizi Anak Bandung Barat Hancur: Dana Rp 1 M Raib, Program Makan Bergizi Terhenti

Camilan yang satu ini bukan sekadar gorengan biasa. Peyek kacang membawa kenangan kuliner dari generasi ke generasi, menghadirkan rasa gurih yang tak pernah lekang oleh perkembangan zaman. Dengan sedikit latihan dan kesabaran, siapa pun bisa menghasilkan peyek kacang yang renyah dan menggugah selera langsung dari dapur rumah sendiri. Terlebih lagi, membuatnya sendiri memberi kebebasan untuk menyesuaikan rasa sesuai selera keluarga atau bahkan sebagai camilan istimewa saat bersantai bersama teman dan orang terdekat.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Kue Subuh Senen: Denyut Ekonomi dan Tradisi Kuliner Jakarta yang Tak Pernah Tidur

26 Desember 2025 - 19:57 WIB

Rahasia Singkong Goreng Merekah dan Empuk Tanpa Air Es

26 Desember 2025 - 19:08 WIB

Kreativitas Kuliner Nusantara: Ragam Camilan dan Olahan Unik dari Daun Pepaya

26 Desember 2025 - 18:24 WIB

Wajib Tahu, Ini Bagian Udang yang Aman Dimakan dan Sebaiknya Dihindari

25 Desember 2025 - 02:07 WIB

Waspada Saat Terbang, Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari di Pesawat

25 Desember 2025 - 01:52 WIB

Ayam Panggang Bumbu Pedas yang Meresap, Daging Empuk dan Juicy

23 Desember 2025 - 18:37 WIB

Trending di Kuliner