Menu

Mode Gelap

Wisata · 23 Des 2025 11:46 WIB

Jadwal Penutupan Kawasan Wisata Gunung Bromo Sepanjang 2026, Persiapkan Rencana Liburan Anda


 Jadwal Penutupan Kawasan Wisata Gunung Bromo Sepanjang 2026, Persiapkan Rencana Liburan Anda Perbesar

PROLOGMEDIA – Kawasan wisata Gunung Bromo, salah satu ikon pariwisata Jawa Timur yang selalu menarik perhatian wisatawan dalam dan luar negeri, dipastikan akan mengalami penutupan berkala sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sebagai bentuk komitmen pelestarian ekosistem alam yang sensitif, serta penghormatan terhadap adat istiadat masyarakat Tengger yang memiliki tradisi dan ritual tahunan yang sakral.

Rencana penutupan kawasan wisata tersebut diumumkan pihak BB TNBTS sebagai bagian dari upaya pengelolaan kawasan taman nasional yang berkelanjutan. Kepala Balai Besar TNBTS menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan semata-mata untuk membatasi kunjungan wisatawan, melainkan juga memberi ruang bagi alam untuk pulih dan bagi masyarakat adat melaksanakan tradisi mereka tanpa gangguan aktivitas wisatawan.

Siklus penutupan di kawasan taman nasional ini dirancang meliputi beberapa periode penting sepanjang tahun. Penutupan pertama dijadwalkan pada awal tahun 2026, tepatnya pada 17 Januari pukul 15.00 WIB hingga 18 Januari pukul 23.59 WIB. Penutupan ini berkaitan dengan pelaksanaan ritual Wulan Kapitu, sebuah tradisi tahunan masyarakat adat Tengger yang sangat dihormati di kawasan Gunung Bromo. Selama periode ini, akses ke area inti wisata seperti Kaldera Tengger, termasuk Lautan Pasir dan puncak Pananjakan, ditutup untuk segala aktivitas wisatawan dan kendaraan bermotor, kecuali keperluan darurat atau yang terkait langsung dengan pelaksanaan ritual.

Memasuki musim penghujan dan momentum hari raya keagamaan nasional, penutupan berikutnya terjadi pada 18–19 Maret 2026 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Keputusan menutup sementara area wisata Bromo selama dua hari ini dimaksudkan untuk menghormati perayaan keagamaan tersebut, memberikan kesempatan bagi masyarakat Hindu dan umat lainnya untuk menjalankan ibadah dengan tenang dan khidmat tanpa gangguan lalu lintas wisatawan.

Tak lama setelah itu, kawasan wisata akan kembali ditutup dalam rangka memberikan kesempatan pemulihan ekosistem alami yang kerap mengalami tekanan akibat tingginya volume pengunjung setelah musim libur. Penutupan ini direncanakan dimulai pagi hari tanggal 6 April pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga 12 April pukul 10.00 WIB. Menurut pengelola taman nasional, masa istirahat ekologis ini sangat penting, terutama setelah puncak libur Idul Fitri ketika kunjungan wisata mencapai jumlah tertinggi setiap tahunnya.

Baca Juga:
Malaysia Ikuti Jejak Indonesia, Aturan Baru Medsos Ubah Lanskap Digital Asia Tenggara

Selanjutnya, pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026, kawasan wisata akan kembali ditutup. Penutupan ini berkaitan dengan perayaan Hari Raya Kasada (Yadnya Kasada), salah satu ritual adat terbesar masyarakat Tengger yang melibatkan prosesi ke kawah Gunung Bromo. Selama prosesi ini, masyarakat Tengger mempersembahkan sesaji ke kawah sebagai ungkapan rasa syukur dan doa kepada leluhur mereka. Setelah acara utama, waktu tambahan diberikan untuk pembersihan kawasan dari sampah dan sisa kegiatan yang mungkin ditinggalkan, sehingga kawasan wisata perlu ditutup total selama beberapa hari.

Penutupan terakhir dalam kalender 2026 akan dilaksanakan pada 16 Desember pukul 15.00 WIB sampai 17 Desember pukul 23.59 WIB, lagi-lagi bertepatan dengan pembukaan Wulan Kapitu, fase penting lain dari ritual adat masyarakat Tengger yang sudah turun-temurun dilaksanakan. Pada periode ini, seluruh aktivitas wisata di area inti Gunung Bromo akan dihentikan untuk menghormati tradisi yang dianggap sakral oleh komunitas lokal.

Di luar jadwal penutupan utama tersebut, pengelola taman nasional juga mengingatkan wisatawan untuk tetap memperhatikan informasi terbaru terkait kondisi cuaca ekstrem, potensi perayaan adat lain yang dapat memengaruhi akses wisata, serta kebutuhan pemulihan vegetasi alam di kawasan konservasi. Puluhan ribu wisatawan yang datang setiap tahun membawa serta tantangan bagi pengelolaan kawasan, termasuk meningkatnya jumlah kendaraan yang memasuki wilayah taman nasional. Oleh karena itu, kebijakan penutupan berkala ini menjadi strategi penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan kegiatan pariwisata yang berkelanjutan.

Pengumuman jadwal penutupan ini juga dimaksudkan untuk membantu para pelaku wisata, pemandu lokal, operator tur, serta calon pengunjung dalam merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari. Dengan adanya informasi jadwal yang jelas, diharapkan konflik antara rencana liburan wisatawan dan kepentingan pelestarian alam serta pelaksanaan ritual adat dapat dihindari, sehingga Gunung Bromo tetap menjadi destinasi wisata yang ramah, nyaman, dan penuh nilai budaya.

Selain penutupan di kawasan Gunung Bromo, Balai Besar TNBTS juga merencanakan penutupan jalur pendakian di Gunung Semeru hingga Maret 2026, terutama jalur menuju Ranu Kumbolo, untuk alasan keselamatan akibat prediksi cuaca ekstrem pada awal tahun. Kebijakan ini menegaskan pentingnya keselamatan pengunjung sebagai prioritas utama selain perlindungan alam.

Baca Juga:
Mengapa Warga Klaten Lebih Memilih Kuliah di Jogja dan Solo

Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2026, kawasan wisata Gunung Bromo akan ditutup total selama 17 hari yang tersebar di beberapa periode strategis. Kebijakan ini bukan sekadar pembatasan akses, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia akan pengalaman wisata dan keharmonisan fungsi ekologis serta nilai-nilai budaya setempat.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata