Menu

Mode Gelap

Blog · 17 Jan 2026 19:40 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal


 Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal Perbesar

PROLOGMEDIA – Upaya pelestarian budaya melalui jalur literasi kembali ditegaskan dengan diluncurkannya buku Jejak Tuha Antologi Kisah Rakyat Identitas dan Budaya Way Kanan. Kegiatan peluncuran berlangsung khidmat di Nuwa Adat, Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Jumat (16/1/2026), dan menjadi momentum penting bagi para pegiat literasi, budayawan, serta masyarakat setempat dalam merawat ingatan kolektif daerah.

 

Buku antologi tersebut memuat kumpulan kisah rakyat dan narasi budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Way Kanan. Cerita-cerita yang dihimpun tidak hanya merekam legenda, mitos, dan sejarah lisan, tetapi juga memuat nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini diwariskan secara turun-temurun. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi jembatan antara generasi terdahulu dan generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya.

 

Peluncuran buku Jejak Tuha di Nuwa Adat memiliki makna simbolis yang kuat. Nuwa Adat sebagai pusat kegiatan adat dan budaya Way Kanan menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan karya literasi yang berangkat dari tradisi dan identitas lokal. Suasana peluncuran berlangsung hangat dan penuh apresiasi, dihadiri oleh para penulis, pegiat literasi, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah.

 

Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kabupaten Way Kanan, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa buku Jejak Tuha merupakan hasil dari proses panjang pembinaan kepenulisan. Karya-karya yang termuat dalam antologi ini lahir dari lokakarya kepenulisan yang digelar beberapa waktu lalu, dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, hingga pegiat literasi dan masyarakat umum.

 

Menurut Eko, lokakarya tersebut dirancang tidak hanya untuk melatih keterampilan teknis menulis, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mendokumentasikan budaya lokal. Para peserta dibekali pemahaman tentang teknik menggali cerita rakyat, menyusun narasi yang runtut, serta menuliskan kembali kisah lisan agar tetap otentik tanpa kehilangan nilai sastranya.

 

“Dalam proses lokakarya, peserta mendapatkan pendampingan secara bertahap. Mulai dari pengenalan dasar kepenulisan, pengumpulan ide cerita, penulisan draf, hingga proses penyuntingan. Semua dilakukan agar karya yang dihasilkan memenuhi kaidah kepenulisan yang baik dan layak dibaca oleh masyarakat luas,” ujar Eko Prasetyo.

 

Ia menambahkan, setiap karya yang masuk tidak serta-merta langsung diterbitkan. Seluruh naskah terlebih dahulu melalui proses reviu dan koreksi oleh para ahli serta penerbit buku yang turut menjadi pemateri dalam lokakarya. Proses seleksi tersebut dilakukan secara ketat untuk menjaga kualitas isi dan memastikan cerita yang dimuat memiliki nilai budaya, historis, serta pesan moral yang kuat.

 

Baca Juga:
Komaruddin Hidayat Buka Dialog SMSI, Dorong Media Baru Beretika dan Berkualitas

“Dari seluruh karya yang dikirimkan, terpilih sebanyak 32 tulisan yang dinyatakan layak untuk diterbitkan. Karya-karya inilah yang kemudian dihimpun menjadi satu buku antologi Jejak Tuha,” jelas Eko. Ia menegaskan bahwa setiap tulisan memiliki kekhasan masing-masing dan merepresentasikan keragaman budaya yang ada di Way Kanan.

 

Eko juga berharap buku Jejak Tuha dapat menjadi referensi penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengenal identitas daerahnya. Cerita rakyat yang ditulis ulang dalam buku ini dinilai memiliki peran strategis sebagai media pendidikan karakter, karena sarat dengan nilai kebersamaan, penghormatan kepada alam, serta penghargaan terhadap leluhur.

 

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan secara lisan. Dengan dokumentasi tertulis seperti buku ini, cerita rakyat dan nilai budaya dapat disimpan lebih lama, dipelajari, dan disebarluaskan. Kami berharap buku ini dapat dibaca di sekolah, taman baca, maupun perpustakaan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal budaya Way Kanan,” katanya.

 

Peluncuran buku Jejak Tuha mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan, Yudison, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi inisiatif Forum TBM dan para penulis lokal. Menurutnya, literasi berbasis budaya merupakan salah satu strategi efektif dalam menjaga identitas daerah di tengah arus modernisasi.

 

Yudison menilai, keterlibatan masyarakat dalam menulis dan mendokumentasikan cerita rakyat merupakan langkah konkret dalam pelestarian budaya. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong kolaborasi dengan komunitas literasi agar kegiatan serupa dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan.

 

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan, Dian Eka Putri. Ia menyatakan bahwa keberadaan buku Jejak Tuha memperkaya koleksi literasi lokal yang dimiliki daerah. Dian berharap buku ini dapat menjadi bagian dari koleksi perpustakaan daerah dan dimanfaatkan sebagai bahan bacaan edukatif bagi masyarakat.

 

Selain dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, peluncuran buku ini juga diikuti oleh para penulis yang karyanya dimuat dalam antologi. Bagi para penulis, keterlibatan dalam buku Jejak Tuha menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan tersendiri karena dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya daerahnya.

 

Baca Juga:
Tips Khusus Mobil Matik Saat Melibas Tanjakan

Dengan diterbitkannya buku Jejak Tuha Antologi Kisah Rakyat Identitas dan Budaya Way Kanan, diharapkan semangat literasi dan kepedulian terhadap budaya lokal semakin tumbuh. Buku ini tidak hanya menjadi catatan tertulis tentang masa lalu, tetapi juga menjadi warisan pengetahuan yang dapat menginspirasi generasi mendatang untuk terus mencintai dan menjaga budaya Way Kanan. (kaperwil Lampung)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

7 Cara Efektif Mengusir Laron yang Sering Muncul Usai Hujan di Rumah

22 Desember 2025 - 22:42 WIB

Inovasi Pewangi Ruangan Alami: Manfaat Air Rebusan Daun Sirih untuk Kesehatan dan Kebersihan

22 Desember 2025 - 20:11 WIB

Trending di Blog