PROLOGMEDIA – Maskapai nasional Kazakhstan, Air Astana, baru saja menorehkan tonggak sejarah baru dalam rencana ekspansi armadanya. Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Airbus, Air Astana berkomitmen untuk memesan hingga 50 pesawat dari keluarga A320neo — sebuah kesepakatan terbesar dalam sejarah maskapai tersebut. Paket ini terdiri dari 25 unit pesanan pasti dan 25 opsi pembelian.
Rincian perjanjian mencakup kombinasi pesawat A320neo dan A321neo, dengan sebagian besar unit diarahkan ke varian A321LR — versi jarak jauh yang telah menjadi tulang punggung layanan medium sampai long-haul Air Astana selama beberapa tahun terakhir. Pengiriman pesawat diperkirakan akan dimulai pada tahun 2031, meskipun finalisasi masih menunggu persetujuan dari pemegang saham.
Keputusan ini bukan semata soal penambahan jumlah pesawat: bagi Air Astana, ini adalah bagian dari strategi menyeluruh untuk memperbarui dan menyelaraskan armadanya. Saat ini grup — yang mencakup maskapai penuh layanan Air Astana dan anak perusahaan berbiaya rendahnya, FlyArystan — sudah mengoperasikan sekitar 62 pesawat, di mana 59 di antaranya berasal dari keluarga A320.
Lebih jauh, langkah pemesanan ini datang selang beberapa pekan setelah Air Astana menandatangani kontrak besar dengan Boeing untuk memperoleh hingga 15 unit 787-9 Dreamliner, menandakan bahwa maskapai tengah melakukan pembaruan armada secara menyeluruh — dari pesawat narrow-body hingga wide-body.
Sejarah panjang bermula sejak 2006, saat Air Astana memasukkan pesawat A320-ceo ke dalam armadanya untuk melayani rute domestik dan regional di Asia Tengah serta Kaukasus. Generasi baru A320neo pertama hadir pada November 2016, kemudian disusul A321LR pada September 2019 — yang kemudian menjadi andalan ketika maskapai memperluas jangkauan ke Eropa dan Asia.
Baca Juga:
Boost Energi! 7 Camilan Tepat 30 Menit Sebelum Olahraga
Menurut CEO Air Astana, Peter Foster, pesanan besar ini menunjukkan tekad maskapai untuk mempertahankan reputasinya dalam hal efisiensi operasional dan kualitas layanan jangka panjang. Ia menekankan bahwa keluarga A320neo telah terbukti sangat sukses dalam melayani penerbangan maskapai selama bertahun-tahun dan diharapkan bisa mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus menjaga profitabilitas.
Pembaruan armada ini memberikan sejumlah keuntungan strategis. Pertama, penggunaan pesawat generasi terbaru seperti A320neo/A321neo memungkinkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik — sebuah pertimbangan penting di tengah fluktuasi biaya operasional dunia penerbangan. Kedua, varian A321LR memberi Air Astana fleksibilitas untuk melayani rute jarak jauh tanpa harus memakai pesawat berbadan lebar, sehingga dapat membuka jalur baru ke Eropa, Asia, atau tujuan internasional lain dengan biaya operasional yang relatif hemat.
Selain itu, bagi segmen rute pendek atau padat penumpang, pesawat-pesawat A320neo dan A321neo bisa menawarkan kapasitas penumpang yang optimal tanpa mengorbankan kenyamanan — terlebih bagi anak perusahaan FlyArystan yang beroperasi sebagai maskapai biaya rendah (low-cost carrier). Dengan armada yang lebih seragam, manajemen operasional pun bisa lebih efisien, termasuk dalam hal pemeliharaan, pelatihan awak kabin, dan logistik suku cadang.
Ke depannya, ekspansi ini bisa menjadi katalis bagi berkembangnya konektivitas udara di Asia Tengah dan sekitarnya, terutama saat permintaan perjalanan internasional terus naik pasca-pandemi. Jaringan rute Air Astana dan FlyArystan kemungkinan besar akan diperluas, menawarkan lebih banyak opsi bagi penumpang, baik untuk rute regional maupun internasional ke Eropa, Asia, bahkan mungkin ke destinasi jauh.
Baca Juga:
Warga TPU Kebon Nanas Terkejut Diminta Kosongkan Rumah dalam Dua Minggu di Tengah Rencana Penataan Lahan Pemakaman
Dengan demikian, pemesanan hingga 50 pesawat A320neo/A321neo bukan sekadar menambah jumlah armada — melainkan sebuah langkah strategis jangka panjang. Ini menunjukkan ambisi Air Astana untuk mempertahankan posisi sebagai pemain utama di kawasan, memperkuat jaringan, meningkatkan efisiensi dan layanan, serta siap bersaing di tengah dinamika industri penerbangan global.









