Menu

Mode Gelap

Berita · 6 Des 2025 18:19 WIB

Air Laut Lebih Tinggi dari Daratan, Jakarta Utara Terancam Rob


 Air Laut Lebih Tinggi dari Daratan, Jakarta Utara Terancam Rob Perbesar

PROLOGMEDIA – Jakarta Utara kembali menghadapi ancaman nyata dari rob. Pada Jumat awal Desember 2025, sejumlah titik pesisir, termasuk Muara Baru dan Pantai Mutiara, memperlihatkan pemandangan yang mengkhawatirkan: air laut tampak lebih tinggi dibanding daratan, menembus tanggul dan merendam jalan masuk perumahan. Fenomena ini bukan hanya sekadar genangan air biasa, melainkan alarm keras tentang kerentanan wilayah pesisir Jakarta terhadap kombinasi faktor alam dan manusia.

 

Dari ketinggian tanggul yang bocor, permukaan laut terlihat jelas melampaui daratan. Di Pantai Mutiara, misalnya, selisih ketinggian antara air dan daratan hanya sekitar 20–30 cm dari puncak tanggul. Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara (SDA) pun harus menambal tanggul dengan karung berisi pasir sebagai upaya mitigasi sementara. Meski demikian, rembesan air tetap terjadi, menimbulkan risiko banjir lebih luas jika tidak ada langkah permanen.

 

Fenomena ini merupakan hasil kombinasi beberapa faktor. Salah satunya adalah pasang maksimum yang bertepatan dengan fase bulan purnama atau perigee, sehingga air laut terdorong naik lebih tinggi dari biasanya. Faktor lainnya adalah penurunan muka tanah (subsiden) yang terus terjadi di wilayah pesisir, bahkan mencapai 8–9 cm per tahun di beberapa daerah. Akibatnya, daratan rendah yang seharusnya aman kini mudah dilanda luapan air laut, dan sedikit kenaikan permukaan laut sudah cukup untuk menimbulkan genangan.

 

Dampak dari peristiwa ini tidak bisa dianggap remeh. Jalan masuk perumahan tergenang, transportasi terganggu, dan aktivitas warga pesisir menjadi terbatas. Selain itu, jika tanggul bocor terus-menerus, fasilitas publik dan permukiman padat terancam, sehingga kebutuhan akan upaya mitigasi yang bersifat jangka panjang menjadi semakin mendesak.

 

Baca Juga:
Liburan Natal dan Tahun Baru di Gembira Loka Zoo Jogja: Promo Tiket dan Wahana Seru untuk Keluarga

Fenomena air laut lebih tinggi dari daratan di Jakarta juga menjadi gambaran nyata tentang masa depan pesisir ibukota. Jika tren kenaikan muka laut akibat pemanasan global terus berlanjut dan penurunan tanah tidak ditangani, sebagian wilayah pesisir Jakarta berpotensi tenggelam dalam beberapa dekade ke depan. Bagi jutaan warga, hal ini berarti kehilangan rumah, mata pencaharian, dan akses keselamatan.

 

Pemerintah telah mengantisipasi kondisi ini dengan memberikan imbauan waspada kepada warga di kawasan rawan rob, termasuk Muara Angke, Kamal, Pluit, Sunda Kelapa, dan Marunda. SDA Jakarta Utara melakukan penambalan tanggul sebagai tindakan darurat, namun solusi permanen tetap dibutuhkan. Salah satu proyek yang tengah dibahas adalah Giant Sea Wall, tanggul laut raksasa yang diharapkan bisa melindungi pesisir Jakarta dari luapan air laut dan intrusi air asin.

 

Fenomena ini lebih dari sekadar masalah banjir sesaat. Ini merupakan peringatan keras tentang kerentanan lingkungan pesisir Jakarta akibat kombinasi perubahan iklim, over-eksploitasi air tanah, dan pembangunan yang tidak terkontrol. Penurunan tanah, kenaikan permukaan laut, dan frekuensi pasang tinggi yang meningkat menuntut kesadaran kolektif dan langkah mitigasi serius.

 

Masyarakat pesisir diimbau untuk tetap waspada, terutama pada periode pasang maksimum dan fase bulan tertentu. Pemerintah dan instansi terkait harus mempercepat pembangunan infrastruktur mitigasi, termasuk tanggul tahan banjir dan sistem drainase, serta memperhatikan proyek besar seperti Giant Sea Wall. Kesadaran tentang perubahan iklim juga harus ditingkatkan agar masyarakat memahami bahwa ancaman ini bukan sekadar genangan air sesaat, melainkan risiko jangka panjang yang dapat memengaruhi jutaan orang.

 

Baca Juga:
Manis dan Berkhasiat! 6 Manfaat Minum Cengkeh & Kayu Manis Sebelum Tidur + Cara Buatnya

Air laut yang kini tampak lebih tinggi dari daratan bukan hanya fenomena alam biasa. Ia adalah peringatan nyata bahwa tanpa tindakan serius, pesisir Jakarta bisa saja tenggelam secara harfiah, dan kehidupan jutaan warga akan terdampak. Tindakan cepat dan terencana menjadi kunci untuk mencegah bencana yang lebih besar di masa depan, serta menjaga keberlanjutan wilayah pesisir ibukota.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita