SERANG – Aroma persaingan sengit antara transportasi publik modern dan angkutan kota (angkot) yang sudah uzur kerap kali menjadi momok di berbagai daerah. Namun, di Banten, Gubernur Andra Soni seolah menemukan formula ajaib untuk meredam potensi konflik tersebut. Bagaimana caranya? Lewat gebrakan Trans Banten yang kabarnya bakal diperluas hingga Kota Cilegon!
Kabar ini tentu saja disambut gegap gempita oleh kalangan mahasiswa dan masyarakat umum yang selama ini mengeluhkan mahalnya ongkos transportasi.
Namun, di sisi lain, muncul pula kekhawatiran dari para sopir angkot yang merasa terancam mata pencahariannya. Akankah Trans Banten, dengan segala keunggulan dan kenyamanannya, menjadi “monster” yang memangsa rezeki para sopir angkot yang sudah bertahun-tahun mengaspal di jalanan Banten?
Andra Soni, dengan gestur tenang namun meyakinkan, mencoba menepis semua kekhawatiran tersebut. Ia menegaskan bahwa ekspansi Trans Banten ke Cilegon bukanlah sebuah ancaman, melainkan solusi transportasi yang saling melengkapi dengan angkot yang sudah ada. Ia berjanji, jalur-jalur yang selama ini menjadi “ladang penghasilan” para sopir angkot tidak akan diusik sedikit pun.
“Kita tidak ingin Trans Banten ini justru menimbulkan masalah baru. Tujuan kita adalah memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik kepada masyarakat, tanpa mengorbankan mata pencaharian para sopir angkot,” ujar Andra Soni dalam sebuah kesempatan audiensi dengan perwakilan mahasiswa.
Aspirasi untuk memperluas layanan Trans Banten hingga Cilegon memang datang dari kalangan mahasiswa. Salah satu pengurus BEM SI, Adnan, mengungkapkan bahwa uji coba Trans Banten di Kota Serang sangat membantu mahasiswa dalam hal biaya transportasi.
“Jujur saja, Pak Gubernur, ongkos bus dari Cilegon ke Serang sekarang sudah nggak masuk akal. Kadang-kadang sopirnya seenaknya narik harga. Makanya, kalau Trans Banten bisa sampai Cilegon, itu akan sangat membantu kami,” keluh Adnan kepada Andra Soni.
Mendengar keluhan tersebut, Andra Soni langsung merespons dengan sigap. Ia berjanji akan terus mengevaluasi program Trans Banten agar semakin optimal dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Ia juga membuka diri terhadap masukan dan kritikan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan para sopir angkot.
“Saya sangat terbuka untuk berdialog dengan siapa saja. Saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi harapan dan kekhawatiran mereka. Dengan begitu, kita bisa mencari solusi terbaik yang bisa diterima oleh semua pihak,” kata Andra Soni.
Baca Juga:
Polemik Sopir MBG Pakai Kostum Power Rangers, DPR Minta Fokus pada Kualitas Menu
Lantas, bagaimana strategi Andra Soni agar Trans Banten bisa beroperasi di Cilegon tanpa membuat para sopir angkot meradang? Ternyata, jurus jitu yang disiapkan adalah dengan memilih koridor-koridor yang belum terlayani oleh angkot. Dengan kata lain, Trans Banten akan mengisi celah-celah yang selama ini kosong, sehingga tidak ada persaingan langsung dengan angkot yang sudah ada.
“Kita akan melakukan kajian yang mendalam untuk menentukan koridor mana saja yang paling tepat untuk Trans Banten. Kita akan memastikan bahwa koridor tersebut tidak mengganggu jalur angkot yang sudah ada,” jelas Andra Soni.
Selain itu, Andra Soni juga berencana untuk menggandeng para sopir angkot agar bisa berkolaborasi dengan Trans Banten. Ia membuka kemungkinan untuk mengintegrasikan sistem pembayaran antara Trans Banten dan angkot, sehingga memudahkan masyarakat dalam menggunakan kedua jenis transportasi tersebut.
“Kita bisa membuat semacam kartu yang bisa digunakan untuk membayar ongkos Trans Banten dan angkot. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu repot membawa uang tunai,” usul Andra Soni.
Langkah-langkah yang diambil oleh Andra Soni ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk kalangan mahasiswa. Adnan, yang sebelumnya sempat mengkhawatirkan nasib para sopir angkot, kini merasa lega dan optimistis bahwa Trans Banten bisa menjadi solusi transportasi yang berkeadilan bagi semua.
“Saya salut dengan Pak Gubernur yang mau mendengarkan aspirasi kami dan para sopir angkot. Saya yakin, dengan komunikasi yang baik, kita bisa mencari solusi yang terbaik untuk semua,” ujar Adnan.
Namun, Andra Soni mengingatkan agar para mahasiswa tidak terlena dengan segala janji manis yang diumbar oleh pemerintah daerah. Ia berpesan agar para mahasiswa tetap kritis dan independen dalam mengawasi kinerja pemerintah.
“Saya senang bisa berdialog dengan teman-teman mahasiswa. Tapi, saya ingatkan, jangan sampai dialog ini membuat daya kritis kalian tumpul. Gerakan moral mahasiswa itu harus tetap membara! Jangan sampai padam!” pesan Andra Soni dengan nada bersemangat.
Dengan strategi yang matang dan komitmen yang kuat, Andra Soni berharap Trans Banten bisa menjadi solusi transportasi yang ideal bagi masyarakat Banten. Ia ingin membuktikan bahwa transportasi publik modern dan angkutan kota tradisional bisa hidup berdampingan dan saling melengkapi, tanpa harus saling memangsa.
Baca Juga:
Naik KRL Kini Bisa Pakai QRIS Tap! Lebih Cepat, Mudah, Ini Caranya!
Akankah Andra Soni berhasil mewujudkan impian tersebut? Waktu yang akan menjawab. Namun, satu hal yang pasti, langkah-langkah yang diambil oleh Andra Soni ini patut diacungi jempol dan bisa menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain yang menghadapi masalah serupa.









