Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 29 Nov 2025 21:44 WIB

Bahaya Tersembunyi di Balik Kenyalnya Kolang-Kaling: Begini Penjelasannya


 Bahaya Tersembunyi di Balik Kenyalnya Kolang-Kaling: Begini Penjelasannya Perbesar

PROLOGMEDIA – Kolang-kaling sering dianggap sebagai camilan segar yang memikat, apalagi dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang segar. Setiap tahun, terutama pada bulan Ramadan atau musim panas, buah hasil olahan dari biji pohon aren ini kerap menghiasi meja makan dan hidangan penutup — es buah, es campur, kolak, atau manisan kolang-kaling. Rasanya menggoda, dan banyak orang menyukai sensasi kenyal saat dikunyah. Namun di balik kenikmatannya, ada sejumlah peringatan penting bagi mereka yang menikmati kolang-kaling tanpa mempertimbangkan aspek keamanan dan jumlah konsumsi.

 

Peringatan pertama datang dari ciri fisik kolang-kaling yang perlu diwaspadai. Bila warnanya tampak terlalu putih pekat — bukan putih transparan atau sedikit pucat seperti umumnya — atau teksturnya terlalu kenyal dan tahan lama di suhu ruang, bisa jadi kolang-kaling tersebut telah diproses dengan bahan kimia pengawet seperti formalin. Ciri lain yang perlu dicurigai: aroma alami buah aren yang khas hilang; kolang-kaling terasa tidak berbau atau terasa “kosong” aromanya; dan kolang-kaling tidak dihinggapi lalat meskipun telah disimpan terbuka. Jika ditemui hal-hal demikian, sebaiknya kolang-kaling dihindari karena bisa membawa risiko kesehatan serius.

 

Selain soal bahan kimia berbahaya, ada potensi bahaya dari konsumsi kolang-kaling yang berlebihan. Pakar gizi memperingatkan bahwa meskipun kolang-kaling bisa menjadi camilan sehat, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan seperti perut kembung, bahkan diare pada orang yang sensitif.

 

Penting pula untuk memperhatikan tambahan bahan lain: kolang-kaling sering dihidangkan dalam bentuk manisan atau es buah dengan sirup gula atau pemanis — dan di sinilah risiko kesehatan bisa muncul. Manisan kolang-kaling dengan kandungan gula tinggi berpotensi menyebabkan lonjakan gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau sering.

 

Meski demikian, kolang-kaling bukan tanpa manfaat. Bila dipilih dan diolah dengan benar — tanpa bahan pengawet, gula secukupnya, dan dikonsumsi dalam jumlah wajar — buah ini bisa memberi sejumlah manfaat bagi tubuh. Diantaranya:

 

Kolang-kaling mengandung serat serta air dalam jumlah tinggi, sehingga bisa membantu melancarkan pencernaan dan mencegah dehidrasi.

 

Baca Juga:
Flyover Unyur Serang Akan Dibangun Awal 2026, Anggaran Rp 25 Miliar dari APBD Banten

Kandungan mineral seperti kalsium dan kalium pada kolang-kaling dapat mendukung kesehatan tulang dan gigi.

 

Ada keyakinan bahwa kandungan polisakarida (misalnya galaktomanan) pada kolang-kaling memiliki sifat anti-inflamasi ringan, yang memungkinkan kolang-kaling bermanfaat bagi kesehatan sendi atau membantu meredakan peradangan ringan. Namun demikian, klaim ini belum didukung bukti ilmiah kuat untuk mengobati kondisi sendi kronis.

 

 

Dengan semua potensi manfaat dan risiko ini, logikanya sederhana: kolang-kaling dapat dinikmati — asal dengan bijak. Konsumsi dalam jumlah wajar, pastikan bahan aman (tanpa zat pengawet), dan batasi asupan gula tambahan bila diolah sebagai manisan atau campuran es.

 

Lebih jauh, kita perlu lebih cermat saat membeli: pilih kolang-kaling dengan warna alami (putih transparan agak pucat), aroma khas yang ringan, dan tekstur yang lembut, bukan terlalu kenyal atau eksesif; hindari yang tampak terlalu mulus, pekat, atau tahan lama di suhu ruang — tanda bahwa mungkin ada bahan pengawet. Jika membeli dalam bentuk manisan, usahakan agar gula atau sirup tidak berlebihan agar gula darah tidak melonjak.

 

Pada akhirnya, kolang-kaling bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat — selama kita memperlakukannya sebagai camilan, bukan gaya hidup utama. Menyadari bahwa segala sesuatu tidak kalah pentingnya: asupan makanan bergizi seimbang, hidrasi cukup, dan konsumsi dalam porsi wajar.

 

Baca Juga:
Polri Verifikasi SMP di Menara Astra: Pastikan Keamanan dan Ketertiban Lingkungan Kerja

Dengan demikian, kenikmatan dari rasa segar dan kenyalnya kolang-kaling tetap bisa kita nikmati — tanpa mengorbankan kesehatan. Asalkan kita tetap waspada, cerdas, dan tidak berlebihan.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

9 Gejala Kerusakan Ginjal yang Sering Muncul di Malam Hari dan Kerap Diabaikan

30 November 2025 - 20:40 WIB

10 Manfaat Buah Jamblang: Buah Kecil yang Menyimpan Kekayaan Nutrisi untuk Tubuh Lebih Sehat

30 November 2025 - 20:17 WIB

Manfaat Sarapan Pepaya Setiap Hari bagi Tubuh: Nutrisi Lengkap untuk Pencernaan, Kulit, dan Kesehatan Jangka Panjang

30 November 2025 - 14:31 WIB

21 Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Mulai Desember 2025

29 November 2025 - 16:57 WIB

Minum Air Hangat vs Air Dingin di Pagi Hari: Mana yang Lebih Efektif Lancarkan BAB?

29 November 2025 - 15:57 WIB

7 Manfaat Lari Siang yang Jarang Diketahui dan Penting untuk Kesehatan Tubuh

29 November 2025 - 15:34 WIB

Trending di Kesehatan