Menu

Mode Gelap

Berita · 10 Des 2025 20:56 WIB

Bangkitnya Gunung Tertidur: Peringatan Para Ahli Vulkanologi untuk Indonesia


 Bangkitnya Gunung Tertidur: Peringatan Para Ahli Vulkanologi untuk Indonesia Perbesar

PROLOGMEDIA – Beberapa pekan lalu, dunia vulkanologi dikejutkan oleh bangkitnya sebuah gunung berapi yang telah tertidur belasan ribu tahun — sebuah peristiwa langka yang membuat banyak ilmuwan menarik napas dalam. Gunung yang dikenal sebagai “tertidur” akhirnya menunjukkan aktivitas, membuktikan bahwa gunung yang selama ini dianggap padam bisa kembali menunjukkan taringnya di masa sekarang.

 

Fenomena ini memaksa para ahli untuk menyoroti kembali konsep “gunung api” secara lebih hati‑hati. Menurut seorang pakar vulkanologi dari sebuah perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia, istilah “aktif”, “dormant” (tertidur), dan “padam” memang lazim digunakan. Namun batasan antarnya tidak selalu sama dengan pengertian yang populer di masyarakat — terutama soal rentang waktu dormansi.

 

Secara umum, gunung api dikatakan “aktif” apabila pernah meletus dalam rentang waktu geologi dikenal sebagai Holosen — lebih kurang 11.650 tahun terakhir. Artinya, meskipun sebuah gunung tidak menunjukkan aktivitas dalam ratusan tahun terakhir, jika ia pernah erupsi dalam rentang itu, secara teknis masih dikategorikan aktif. Namun, ini tidak lantas berarti gunung tersebut akan meletus sekarang juga.

 

Kemudian ada kategori “dormant” — gunung yang selama ribuan tahun tak pernah meletus, tampak tenang, tapi sesungguhnya masih menyimpan potensi magmatik di kedalaman. Inilah kelompok yang paling tricky. Seringkali masyarakat menganggap “tidur lama = aman selamanya.” Padahal, sejarah belakangan menegaskan bahwa dormansi panjang bukan jaminan keselamatan. Ada gunung yang tertidur ratusan tahun, bahkan ribuan tahun — namun kemudian tiba‑tiba bangkit.

 

Baca Juga:
7 Destinasi Wisata Instagramable di Sentul untuk Rayakan Malam Tahun Baru yang Seru dan Berkesan

Kasus terbaru menjadi contoh nyata: gunung yang “tertidur” lebih dari 12.000 tahun meledak, memperlihatkan bahwa dormansi super panjang tidak menutup kemungkinan bangkitnya kembali aktivitas magmatik.

 

Para peneliti juga menyebut ada subkategori yang lebih sulit dideteksi: disebut “restless volcano” — gunung yang tampak tenang di atas permukaan, tanpa asap, tanpa gempa vulkanik besar yang dirasakan manusia, namun magma di bawah permukaan perlahan bergerak, menimbulkan risiko laten. Di Indonesia, dikatakan bahwa terdapat puluhan gunung api yang masuk dalam kategori ini — tersebar di banyak pulau besar seperti Sumatra, Jawa, Bali–Nusa Tenggara, hingga Maluku.

 

Situasi ini memperkuat fakta bahwa Indonesia, yang termasuk negara dengan jumlah gunung api terbanyak di dunia, memiliki kerentanan vulkanik yang tinggi. Ribuan tahun atau ratusan tahun “tidur” bukan jaminan bahwa gunung aman selamanya — apalagi jika pemantauan dan pemahaman masyarakat terhadap risiko vulkanik masih minim.

 

Penting sekali bagi kita untuk mendorong langkah-langkah mitigasi: memperkuat sistem pemantauan gunung api, meningkatkan pemahaman publik sebagai komunitas yang tinggal di zona rawan, serta membiasakan sikap waspada. Jangan sampai kita lengah hanya karena gunung tidak menunjukkan aktivitas dalam jangka panjang.

 

Baca Juga:
Jahe dan Sereh: Dua Rempah Ajaib untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Kebangkitan gunung api dormant adalah peringatan keras: bahwa alam tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Dan sebagai bagian dari bangsa yang hidup di kawasan rawan, kewaspadaan serta mitigasi haruslah menjadi bagian dari cara hidup.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita